Berita Terkini
Trending Tags

Terungkap! Dua Emak-emak Curi Susu Formula di Toko Ponorogo, Diselipkan di Balik Rok

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 144
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dua emak emah nekat mecuri, empat susu formula berhasil di amankan petugas, Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Aksi pencurian susu formula terjadi di sebuah toko di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jumat (23/1/2026). Ironisnya, pelaku pencurian tersebut merupakan dua perempuan paruh baya atau emak-emak yang nekat menyembunyikan barang curian di balik rok mereka. Kedua pelaku datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil.

Namun, kecurigaan pemilik toko, Dian Setyo Budi, muncul karena kendaraan yang mengantar mereka tidak diparkir di depan toko. Dian kemudian memantau gerak-gerik kedua wanita tersebut melalui pengawasan langsung dan kamera CCTV.

Kecurigaan semakin menguat ketika keduanya langsung menuju etalase susu formula tanpa mengambil keranjang belanja. Tak lama berselang, Dian mendapati stok susu formula di etalase berkurang drastis, padahal toko baru saja dibuka.

Selain itu, kedua pelaku terlihat berusaha menghindari pantauan kamera pengawas saat berada di dalam toko. Dian pun menduga keduanya menyembunyikan susu formula di balik pakaian yang dikenakan.

“Modusnya itu dua orang ini memasukkan susu formula dengan cara dijepit di kedua kakinya,” ujar Dian kepada wartawan.

Saat hendak melakukan pembayaran di kasir, Dian menghentikan kedua terduga pelaku dan menggiring mereka ke gudang untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan empat kardus susu formula yang disembunyikan di balik rok kedua pelaku. Total kerugian akibat aksi tersebut ditaksir mencapai Rp. 700 ribu.

“Yang dicuri susu formula ada empat kardus. Satu orang membawa dua kardus,” tambahnya.

Sementara itu, mobil yang diduga digunakan komplotan pencuri justru melarikan diri saat aksi pencurian terbongkar. Kedua pelaku akhirnya diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan sementara, salah satu pelaku diketahui bernama Alfiah, warga asal Pasuruan. Sementara satu pelaku lainnya mengaku berasal dari Semarang dan tidak membawa identitas diri. Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat. (ega/krs).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heri Lentho Dorong Magetan Kembangkan Event Wisata Nasional Berbasis Budaya Lokal

    Heri Lentho Dorong Magetan Kembangkan Event Wisata Nasional Berbasis Budaya Lokal

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seniman dan budayawan Heri Prasetyo, atau yang lebih dikenal sebagai Heri Lentho, kembali mengingatkan besarnya peluang Magetan untuk melangkah lebih jauh di panggung pariwisata nasional. Dalam paparannya pada kegiatan Bimtek Penyelenggaraan Event Nasional di Hotel Bukit Bintang Magetan, ia menilai bahwa daerah ini sebenarnya memiliki perpaduan unik antara kekuatan alam dan […]

    Bagikan
  • Enam Nama Calon Ketua DPC dan Tiga Calon Ketua DPD Jatim Diusulkan PDI Perjuangan Kota Madiun

    Enam Nama Calon Ketua DPC dan Tiga Calon Ketua DPD Jatim Diusulkan PDI Perjuangan Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun telah mengajukan nama-nama bakal calon pimpinan partai untuk periode 2025–2030. Dari hasil rapat Pimpinan Anak Cabang (PAC), enam nama diajukan sebagai calon Ketua DPC Kota Madiun dan tiga nama untuk calon Ketua DPD Jawa Timur. Proses ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Partai […]

    Bagikan
  • Dinas Pertanian Magetan Sebut Dana Pokir Fluktuatif, Fokus untuk Sarana dan Kesejahteraan Petani

    Dinas Pertanian Magetan Sebut Dana Pokir Fluktuatif, Fokus untuk Sarana dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan menyebut alokasi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) yang masuk ke sektor pertanian bersifat fluktuatif dan tidak diterima setiap tahun. Kepala DTPHPKP Magetan, Uswatul Chasanah, menjelaskan bahwa dana pokir yang dikelola dinasnya umumnya digunakan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani melalui pengadaan […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Terjunkan 15 Personel SAR untuk Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

    BPBD Magetan Terjunkan 15 Personel SAR untuk Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mengirim 15 personel dalam tim SAR gabungan untuk membantu pencarian seorang pendaki yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Pencarian ditempuh melalui jalur Bukit Jobolarangan via Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Plt Kalaksa BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menyampaikan bahwa […]

    Bagikan
  • Dana Belum Cair, Operasional SPPG di Ngawi Hentikan Sementara Layanan MBG

    Dana Belum Cair, Operasional SPPG di Ngawi Hentikan Sementara Layanan MBG

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi mengalami kendala serius. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara operasional sejak Senin (15/12/2025) akibat belum cairnya dana bantuan dari pemerintah pusat. Kondisi ini berdampak langsung pada 16 lembaga sekolah penerima manfaat. SPPG Dahlia yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Bau Mebeler Senilai Rp 400 Juta Menghangat Seiring Tumpukan Sampah Yang Menyengat

    Bau Mebeler Senilai Rp 400 Juta Menghangat Seiring Tumpukan Sampah Yang Menyengat

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Bau menyengat dari tumpukan sampah di TPS Pasar Sayur Caruban, Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, dikeluhkan warga dan pelaku usaha. Di tengah persoalan yang tak kunjung terurai, publik justru dihadapkan pada kabar pengadaan mebeler senilai Rp 400 juta di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Keluhan itu mencuat pada Selasa (5/5/2026). […]

    Bagikan
expand_less