Minggu, 8 Nov 2026
Trending Tags

Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 258
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jamasan wayang kulit jadi tradisi rutin saat bulan Suro. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada ratusan wayang kulit dan seperangkat gamelan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Desa Ngujung, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Tradisi tahunan ini menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan Suro. Tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan koleksi seni, jamasan juga dimaknai sebagai upaya melestarikan budaya dan menghargai karya para leluhur yang telah diwariskan lintas generasi.

Pimpinan Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Sigit Saptonugroho, menjelaskan bahwa jamasan wayang dan gamelan merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang terus dipertahankan oleh sanggar. Kegiatan tersebut diawali dengan slametan sederhana sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar proses perawatan berlangsung lancar.

“Jamasan wayang dan gamelan ini dilakukan setiap bulan Muharram atau bulan Suro. Tujuannya untuk melestarikan dan merawat wayang maupun gamelan yang ada di sanggar seni ini,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Setelah prosesi doa bersama, wayang-wayang yang sebelumnya tersimpan di dalam kotak kayu dikeluarkan satu per satu. Wayang kemudian diangin-anginkan atau dijemur secukupnya agar kondisinya tetap terjaga. Selanjutnya, debu dan kotoran yang menempel dibersihkan menggunakan kuas halus.

Menurut Sigit, penggunaan kuas halus dipilih karena material dan cat pada wayang kulit sangat sensitif terhadap perubahan cuaca maupun perlakuan yang kasar. Cara tersebut dinilai paling aman untuk menjaga tekstur dan warna wayang agar tidak mudah rusak.

“Wayang kulit memiliki karakter yang sensitif. Karena itu pembersihannya dilakukan secara hati-hati menggunakan kuas halus agar tekstur cat tetap terjaga,” katanya.

Tak hanya wayang, seperangkat gamelan milik sanggar juga mendapat perawatan khusus. Gamelan dibersihkan menggunakan batu hijau atau watu ijo untuk menghilangkan kusam sekaligus mengembalikan kilau permukaannya.

“Dengan menggunakan watu ijo, gamelan menjadi lebih kinclong. Selain tampak terawat, kualitas suara saat ditabuh juga tetap nyaring,” jelasnya.

Saat ini Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo memiliki sekitar 250 wayang kulit yang tersimpan dalam dua kotak koleksi. Sebagian besar merupakan wayang lawas yang dibuat pada era 1950-an hingga 1960-an. Koleksi tersebut masih digunakan dalam berbagai pementasan seni yang digelar sanggar.

Keberadaan wayang-wayang berusia puluhan tahun tersebut menjadikannya bukan sekadar alat pertunjukan, melainkan juga bagian dari jejak sejarah perkembangan seni tradisional Jawa. Oleh sebab itu, perawatan rutin melalui jamasan dinilai penting agar koleksi tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Lebih dari sekadar membersihkan benda seni, jamasan memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi Jawa, kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap para leluhur yang telah menciptakan karya budaya dengan penuh ketekunan dan nilai spiritual. Melalui jamasan, masyarakat diajak untuk tidak melupakan akar budaya sekaligus menjaga warisan yang telah ditinggalkan.

“Filosofinya adalah menghormati karya para leluhur. Wayang merupakan warisan nenek moyang yang harus dirawat dan dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal budaya serta kesenian tradisional,” tutur Sigit.

Ia berharap tradisi jamasan tidak hanya menjaga kondisi fisik wayang dan gamelan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus mencintai budaya lokal. Dengan demikian, warisan seni tradisional Jawa dapat tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi masa depan.

Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, tradisi jamasan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui pertunjukan besar. Merawat, membersihkan, dan menghargai peninggalan leluhur pun merupakan bentuk nyata menjaga identitas budaya bangsa agar tetap lestari sepanjang masa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Tawon Vespa di Permukiman, Sengatan Bisa Picu Kematian

    Waspada Tawon Vespa di Permukiman, Sengatan Bisa Picu Kematian

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Keberadaan tawon vespa atau yang dikenal masyarakat sebagai tawon ndas kembali menjadi perhatian serius. BPBD Kota Madiun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika menemukan sarang tawon vespa di sekitar rumah atau lingkungan permukiman. Pasalnya, serangga ini tergolong sangat berbahaya dan berpotensi mematikan. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun terus berupaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat. Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah inovasi “Sarapan Pecel” atau Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, yang memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan langsung dari kantor desa. Program ini diperkenalkan beriringan dengan kegiatan Bahana […]

    Bagikan
  • Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun anggaran, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami hambatan serius. Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan kegiatan produksi dan distribusi karena dana operasional telah habis. Penghentian sementara ini bukan disebabkan kurangnya penerima manfaat, melainkan keterlambatan pencairan dana yang seluruhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui […]

    Bagikan
  • Ayah Korban Penganiayaan Takut Melapor, Ini Kata Praktisi Hukum

    Ayah Korban Penganiayaan Takut Melapor, Ini Kata Praktisi Hukum

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus penganiayaan terhadap BA (14), pelajar SMP di Magetan, memasuki fase baru. Hal itu setelah muncul kabar bahwa ayah korban, Sutrisno (40), merasa takut untuk membuat laporan resmi ke polisi. Padahal, video penganiayaan yang dialami anaknya telah beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kemarahan warganet. Korban dipukuli, diikat, hingga […]

    Bagikan
  • Geger Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana di Kawasan Air Terjun Suwono Ngawi

    Geger Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana di Kawasan Air Terjun Suwono Ngawi

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana di pinggir sungai kawasan wisata Air Terjun Suwono Indah Park, Minggu (1/11/2026) siang. Jasad perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah anak yang hendak mandi di sungai sekitar lokasi air […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono, 7 Orang Luka-Luka

    Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono, 7 Orang Luka-Luka

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 588+100 A, masuk Desa Kasreman Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi pada Kamis (27/03/2025). Kecelakaan ini melibatkan 3 kendaraan yakni mobil Toyota Avanza Nopol B 2750 JUZ yang dikemudikan oleh Setyo Budi Utomo warga Kelurahan Bojang Nangka Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, mobil Toyota […]

    Bagikan
expand_less