Berita Terkini
Trending Tags

Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jamasan wayang kulit jadi tradisi rutin saat bulan Suro. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada ratusan wayang kulit dan seperangkat gamelan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Desa Ngujung, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Tradisi tahunan ini menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan Suro. Tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan koleksi seni, jamasan juga dimaknai sebagai upaya melestarikan budaya dan menghargai karya para leluhur yang telah diwariskan lintas generasi.

Pimpinan Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo, Sigit Saptonugroho, menjelaskan bahwa jamasan wayang dan gamelan merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang terus dipertahankan oleh sanggar. Kegiatan tersebut diawali dengan slametan sederhana sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar proses perawatan berlangsung lancar.

“Jamasan wayang dan gamelan ini dilakukan setiap bulan Muharram atau bulan Suro. Tujuannya untuk melestarikan dan merawat wayang maupun gamelan yang ada di sanggar seni ini,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Setelah prosesi doa bersama, wayang-wayang yang sebelumnya tersimpan di dalam kotak kayu dikeluarkan satu per satu. Wayang kemudian diangin-anginkan atau dijemur secukupnya agar kondisinya tetap terjaga. Selanjutnya, debu dan kotoran yang menempel dibersihkan menggunakan kuas halus.

Menurut Sigit, penggunaan kuas halus dipilih karena material dan cat pada wayang kulit sangat sensitif terhadap perubahan cuaca maupun perlakuan yang kasar. Cara tersebut dinilai paling aman untuk menjaga tekstur dan warna wayang agar tidak mudah rusak.

“Wayang kulit memiliki karakter yang sensitif. Karena itu pembersihannya dilakukan secara hati-hati menggunakan kuas halus agar tekstur cat tetap terjaga,” katanya.

Tak hanya wayang, seperangkat gamelan milik sanggar juga mendapat perawatan khusus. Gamelan dibersihkan menggunakan batu hijau atau watu ijo untuk menghilangkan kusam sekaligus mengembalikan kilau permukaannya.

“Dengan menggunakan watu ijo, gamelan menjadi lebih kinclong. Selain tampak terawat, kualitas suara saat ditabuh juga tetap nyaring,” jelasnya.

Saat ini Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo memiliki sekitar 250 wayang kulit yang tersimpan dalam dua kotak koleksi. Sebagian besar merupakan wayang lawas yang dibuat pada era 1950-an hingga 1960-an. Koleksi tersebut masih digunakan dalam berbagai pementasan seni yang digelar sanggar.

Keberadaan wayang-wayang berusia puluhan tahun tersebut menjadikannya bukan sekadar alat pertunjukan, melainkan juga bagian dari jejak sejarah perkembangan seni tradisional Jawa. Oleh sebab itu, perawatan rutin melalui jamasan dinilai penting agar koleksi tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Lebih dari sekadar membersihkan benda seni, jamasan memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi Jawa, kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap para leluhur yang telah menciptakan karya budaya dengan penuh ketekunan dan nilai spiritual. Melalui jamasan, masyarakat diajak untuk tidak melupakan akar budaya sekaligus menjaga warisan yang telah ditinggalkan.

“Filosofinya adalah menghormati karya para leluhur. Wayang merupakan warisan nenek moyang yang harus dirawat dan dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal budaya serta kesenian tradisional,” tutur Sigit.

Ia berharap tradisi jamasan tidak hanya menjaga kondisi fisik wayang dan gamelan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus mencintai budaya lokal. Dengan demikian, warisan seni tradisional Jawa dapat tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi masa depan.

Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, tradisi jamasan di Sanggar Seni dan Edukasi Sapto Puspo Budoyo menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui pertunjukan besar. Merawat, membersihkan, dan menghargai peninggalan leluhur pun merupakan bentuk nyata menjaga identitas budaya bangsa agar tetap lestari sepanjang masa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Sedikitnya sekitar 3.000 jiwa diperkirakan terdampak apabila pasokan air bersih mulai berkurang saat puncak kemarau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli mendatang. Berdasarkan […]

    Bagikan
  • Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sawah Madiun

    Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sawah Madiun

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jebakan tikus menggunakan aliran listrik kembali memakan korban. Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas dalam kondisi tertelungkup di area persawahan Dusun Titang, Desa Bakur, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Selasa (15/9/2026). Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB. Saat ditemukan, tubuh korban berada di pinggir sawah dan diduga menindih kabel yang digunakan sebagai […]

    Bagikan
  • Polda Jatim Rilis Kasus Mutilasi Uswatun Khasanah, Pelaku Habisi Korban lantaran Sakit Hati dan Cemburu

    Polda Jatim Rilis Kasus Mutilasi Uswatun Khasanah, Pelaku Habisi Korban lantaran Sakit Hati dan Cemburu

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar konferensi pers pembunuhan berencana yang disertai mutilasi terhadap Uswatun Khasanah (29) warga asal Blitar pada Senin (27/1/2025). Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman menerangkan tersangka utama yakni Rachmad Tri Hartanto alias Anton telah merencanakan kejahatan ini jauh sebelumnya. Tersangka telah diamankan di wilayah Kota Madiun oleh […]

    Bagikan
  • Petugas Gabungan Evakuasi ODGJ Yang Meresahkan Masyarakat

    Petugas Gabungan Evakuasi ODGJ Yang Meresahkan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Madiun menertibkan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang meresahkan warga di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan. Kasi Binwasluh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Tatik Wiyati, mengatakan penanganan dilakukan setelah menerima laporan warga. ODGJ tersebut berada di kawasan itu […]

    Bagikan
  • Danrem 081/DSJ Tinjau Rencana Pemasangan 3 Titik Jembatan Armco di Blitar

    Danrem 081/DSJ Tinjau Rencana Pemasangan 3 Titik Jembatan Armco di Blitar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Upaya meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan terus dilakukan. Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, meninjau langsung tiga lokasi yang direncanakan menjadi titik pemasangan Jembatan Armco di Kabupaten Blitar, Selasa (11/3/2026). Tiga lokasi tersebut berada di Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben; Desa Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan; serta […]

    Bagikan
  • Menjelang Natal, Toko Parcel di Magetan Kebanjiran Pesanan hingga 30 Persen

    Menjelang Natal, Toko Parcel di Magetan Kebanjiran Pesanan hingga 30 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana hangat jelang Natal dan Tahun Baru mulai terasa di berbagai sudut Kabupaten Magetan. Di antara deretan toko penjual parcel, Toko Roti Imelda di Jalan Ahmad Yani tampil mencolok dengan geliat pesanan yang terus berdatangan. Sejak pertengahan November lalu, toko ini sudah bersiap menyambut momen istimewa, merakit ratusan paket hadiah yang […]

    Bagikan
expand_less