Wapres Gibran Tanam Padi di Ngawi, Tambah Alat Pertanian untuk Petani
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab. Ngawi – Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja di Desa Dempel Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi pada Sabtu (24/05/2025). Dalam kunjungannya ini didampingi Menteri Pertanian Arman Sulaiman, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa serta Jajaran Forkopimda Jatim dan Forkopimda Kabupaten Ngawi.
Dalam kesempatan ini, Wapres Gibran menjajal mesin penanam padi atau rice transplanter di lahan persawahan. Selain itu, juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) diantaranya mesin combine, mesin traktor hingga menyerahkan bibit padi ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Ngawi.
Wapres Gibran saat berdialog bersama Gapoktan mengungkapkan semua negara saat ini sedang berkunjung ke negara Indonesia terkait program swasembada pangan. Indonesia saat ini surplus pangan stok beras mencapai 3,9 juta ton.
“Ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah di negara kita selama ini,” ujarnya.
Melalui Kementerian Pertanian, pihaknya terus turun ke sawah guna memastikan para petani ini terlayani dengan baik. Untuk itu, sesuai dengan perintah visi misi Presiden RI Prabowo Subianto ingin memastikan swasembada pangan. Termasuk menggandeng TNI untuk mengamankan pengairan hingga persoalan pupuk yang sering dihadapi oleh petani.
“Alsintan yang telah diberikan harus dapat dimanfaatkan dengan baik. Kita full support untuk petani,” tegas Gibran.
Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, jika saat ini di Kabupaten Ngawi telah menerapkan program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB) guna mengantisipasi kendala – kendala terutama pupuk dengan cara mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetis.
“Kalau dulunya penggunaan pupuk kimia rata – rata 800 kilogram -1 ton saat ini tinggal 200 kilogram – 300 kilogram per hektare,” katanya.
Kabupaten Ngawi ini dari luas tanam 53.000 hektar hingga saat ini sudah ada 22.000 titik lahan sawah terfasilitasi sumur sibelpam dengan di dukung listrik masuk sawah sehingga dapat mengefisiensi management airnya.
“Memang di kecamatan Geneng ini ada wilayah yang bisa panen sebanyak 7 kali dalam waktu 2 tahun. Dan ini terus kita perluas,” pungkasnya.
Kriswanto – Sinergia
- Penulis: Kriswanto


