Berita Terkini
Trending Tags

Seorang Warga Tolak Jenazah Lewat Depan Rumah, Pengantar Terpaksa Lintasi Sungai Berbatu

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rombongan pengantar jenazah menyeberangi sungai berbatu, Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Peristiwa tak biasa terjadi di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Rombongan pengantar jenazah terpaksa menyeberangi sungai berbatu karena dilarang melintasi jalan dan jembatan di depan rumah salah satu warga.

Insiden ini terjadi pada Sabtu, 19 April 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, saat jenazah Mulyadi (38), warga Desa Wates, hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Guyangan, Desa Tugurejo.

Jalur tercepat menuju lokasi pemakaman sebenarnya melewati sebuah jembatan kecil di depan rumah Silas (60), warga setempat. Namun, Silas menolak jenazah melintas dengan alasan bisa membawa kesialan.

Akibat penolakan tersebut, rombongan pengantar jenazah harus memutar sejauh lima kilometer, menyeberangi Sungai Guyangan, dan melewati pematang sawah untuk mencapai makam. Aksi ini terekam dalam video amatir warga dan menjadi perbincangan luas.

“Kalau meninggal ya harusnya lewat jembatan ini. Tapi karena dilarang, akhirnya kita terpaksa lewat sungai,” kata Raditya Wahyu, warga Wates.

Hal senada disampaikan Tri Utami, warga lain yang mengatakan bahwa jalur tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat menuju pemakaman.

“Setiap orang meninggal pasti lewat sini. Tapi karena ada yang tidak memperbolehkan, jadi ya harus mutar jauh,” ujarnya.

Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, menjelaskan bahwa konflik ini bukan yang pertama.

“Setiap kali ada warga Wates meninggal, kejadian seperti ini terus terulang. Wates memang tidak memiliki makam sendiri, sehingga warganya selalu dimakamkan di Tugurejo. Tapi ada satu keluarga yang sejak dulu menolak jenazah melintas di depan rumah mereka,” kata Siswanto.

Menurutnya, berbagai upaya mediasi telah dilakukan oleh pemerintah desa Wates dan Tugurejo. Namun, keluarga yang bersangkutan tetap bersikukuh dengan keyakinan turun-temurun bahwa tanah mereka akan menjadi “sangar” jika dilewati jenazah.

“Sudah puluhan tahun seperti ini. Bahkan pernah pada tahun 2000, jenazah sampai hanyut saat menyeberangi sungai,” tambahnya.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang, pihak desa berencana membangun akses jalan dan jembatan baru menggunakan dana desa.

“Bulan ini akan dimulai dengan pembangunan talud. Meski memutar, semoga memudahkan warga membawa jenazah,” ujar Siswanto.

Pemerintah desa berharap pembangunan akses alternatif ini bisa menjadi solusi permanen atas persoalan yang sudah bertahun-tahun belum menemukan titik terang.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • 50 Warga Kabupaten Madiun Terkena DBD, Dinkes Gencar Fogging 

    50 Warga Kabupaten Madiun Terkena DBD, Dinkes Gencar Fogging 

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Baru satu setengah bulan, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun mencapai 50 pasien. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan setempat melaksanakan fogging di sejumlah wilayah pada Selasa (18/2/2025). Pengasapan dilakukan secara bertahap di sekitar rumah warga yang dilaporkan terkena DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegepty. Warga Setempat, Tutus Hermiati […]

    Bagikan
  • Petani Lereng Wilis Mulai Panen Tembakau, Hadapi Tantangan Hama Meski Cuaca Bersahabat

    Petani Lereng Wilis Mulai Panen Tembakau, Hadapi Tantangan Hama Meski Cuaca Bersahabat

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Musim panen tembakau mulai berlangsung di kawasan lereng Gunung Wilis, Kabupaten Madiun. Sejak pertengahan Juni 2025, para petani di Desa Bolo, Kecamatan Kare, tampak sibuk memanen dan mengeringkan hasil tanaman yang mereka rawat sejak Maret lalu. Yulianto (41), salah satu petani tembakau setempat, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan tiga kali […]

    Bagikan
  • Tradisi Bersih Desa dan Kirab Budaya Warnai Perayaan HUT RI ke-80 di Kelurahan Pandean

    Tradisi Bersih Desa dan Kirab Budaya Warnai Perayaan HUT RI ke-80 di Kelurahan Pandean

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, menggelar tradisi bersih desa dan kirab budaya untuk menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (01/08/2025) ini diawali dengan doa bersama di punden atau sendang, yang kemudian dilanjutkan dengan perebutan tumpeng dan kirab budaya oleh warga dari berbagai kalangan. Ratusan […]

    Bagikan
  • Disembunyikan di Kaki, Penyelundupan HP ke Lapas Madiun Berhasil Digagalkan

    Disembunyikan di Kaki, Penyelundupan HP ke Lapas Madiun Berhasil Digagalkan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang berupa empat unit telepon genggam dan empat charger yang dibawa oleh dua orang pengunjung, Kamis (12/2/2026). Barang terlarang tersebut disembunyikan dengan modus ditempel menggunakan lakban pada bagian kaki dan ditutupi celana panjang. Hal itu guna mengelabui petugas saat […]

    Bagikan
  • Tragis! Usai Mengaji, Dua Bocah di Ponorogo Tenggelam

    Tragis! Usai Mengaji, Dua Bocah di Ponorogo Tenggelam

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peristiwa tragis menimpa dua bocah laki-laki di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026) sore. Keduanya meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air yang berada di lahan kosong tak jauh dari masjid tempat mereka mengaji. Kedua korban diketahui berinisial MAJ (6), dan MA (6). Peristiwa nahas tersebut terjadi […]

    Bagikan
  • Sumur Petani Berbusa, Limbah Dapur Program Gizi Diduga Jadi Penyebab

    Sumur Petani Berbusa, Limbah Dapur Program Gizi Diduga Jadi Penyebab

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, digegerkan munculnya fenomena tak biasa. Air sumur pertanian yang selama ini digunakan mengairi sawah tiba-tiba berubah warna, berbusa, dan mengeluarkan bau tak sedap. Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari pembuangan limbah dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengalir ke saluran irigasi. Dalam dua […]

    Bagikan
expand_less