Kamis, 29 Okt 2026
Trending Tags

Aksi Simbolik Hakordia di Magetan, Kritik Warga Disampaikan Lewat “Kado Anti Korupsi”

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aksi Simbolik Hakordia Warga berikan kritik lewat kado anti korupsi, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (Hakordia) di Magetan, diwarnai aksi unik dari sejumlah warga dan aktivis. Mereka datang ke Kejaksaan Negeri Magetan sambil membawa paket berisi cottonbud, obat tetes mata, dan peniti bukan sebagai hadiah, melainkan pesan moral agar penegakan hukum tidak abai terhadap dugaan praktik korupsi Rabu (10/12/2025).

Paket tersebut diterima langsung oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan. Aksi berlangsung singkat dan damai, namun pesan yang disampaikan tergolong tajam. Aktivis LE Swastika, Rudi Setiyawan, menjelaskan bahwa setiap benda memiliki makna khusus.

Yakni Cottonbud sebagai pengingat agar laporan masyarakat tidak diabaikan. Obat tetes mata mengisyaratkan pentingnya cara pandang yang jernih dalam menangani perkara. Dan peniti menjadi simbol keberanian untuk tetap tegak membela kebenaran.

“Ini bukan sindiran yang kasar, tapi pengingat supaya fungsi pengawasan hukum tetap hidup. Kalau ada yang merasa tersentil, artinya pesan ini berhasil,” ujar Rudi.

Dari komunitas Perempuan Melawan, Widiya Astuti menekankan bahwa korupsi bukan hanya isu hukum, tetapi langsung menyentuh kehidupan sehari-hari. “Ketika anggaran publik digelapkan, perempuan dan anak yang paling dulu merasakan dampaknya. Karena itu suara perempuan harus ikut mengawal penegakan hukum,” tegasnya.

Perwakilan Forum Rumah Kita, Agus Pujiono, turut menyampaikan pesan satir dalam aksi itu. Menurutnya, kritik memang tidak selalu nyaman, tetapi justru diperlukan. “Kalau ada yang tersinggung, ingat saja bahwa sesuatu yang berharga kadang terbentuk dari proses yang perih. Kritik itu justru bagian dari perbaikan,” ungkap Agus.

Ia juga menjelaskan bahwa cemiti yang dibawa peserta aksi bukan simbol ancaman, tetapi simbol keberanian moral untuk mencegah penyimpangan sedini mungkin. Sementara itu, Komunitas Pemoeda Magetan Institute menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjadi kontrol sosial yang kritis. “Pemuda adalah penentu masa depan. Jangan sampai masa depan itu dikorbankan oleh praktik korupsi,” kata perwakilannya.

Kasintel Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, menyambut aksi tersebut dengan sikap terbuka. Ia menegaskan bahwa kritik masyarakat bukan ancaman, melainkan dorongan bagi institusi penegak hukum. “Kami menghargai perhatian publik. Masukan seperti ini justru menjadi energi bagi kami untuk bekerja lebih profesional dan menjaga integritas,” ujarnya.

Aksi sederhana namun simbolis ini menjadi pengingat bahwa Hakordia bukan sekadar seremoni. Di Magetan, masyarakat memilih memberikan pesan terang yakni jangan pernah menutup mata terhadap korupsi sekecil apa pun bentuknya. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gudang Sepatu di Ngawi Terbakar, 150 Ribu Pasang Produk Ekspor Ludes

    Gudang Sepatu di Ngawi Terbakar, 150 Ribu Pasang Produk Ekspor Ludes

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kebakaran pabrik sepatu PT Dwi Prima Sentosa menyisakan puing-puing bangunan yang hangus. Bangunan gudang penyimpanan produk pabrik pun roboh lantaran panasnya kobaran api pada Minggu (06/07/2025) malam hingga berhasil dipadamkan pada Senin (07/07/2025) dini hari. Gudang penyimpanan produk jadi yang siap ekspor ke Eropa menjadi titik awal kemunculan si jago […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia yang tinggal di sebuah gubuk reyot di tepian Bantaran Madiun akhirnya mau direlokasi. Meski awalnya menolak, keduanya akhirnya setuju untuk dipindahkan setelah dibujuk oleh Wali Kota Madiun, Maidi. Mereka pun dipindahkan sementara ke shelter Dinsos PPPA Kota Madiun yang terletak di Jalan Srindit Kelurahan Nambangan Kidul.  Kisah pasangan […]

    Bagikan
  • Mantan Kades Sukosari Madiun Divonis 2 Tahun, JPU Tegas Masih Pikir Pikir

    Mantan Kades Sukosari Madiun Divonis 2 Tahun, JPU Tegas Masih Pikir Pikir

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Kejaksaan Negeri Madiun sontak melontarkan pernyataan berbeda usai mendegar pembacaan vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Kusno, Jumat ( 27/02/2026). Mantan Kades Sukosari Kec Dagangan, Kab Madiun yang terjerat perkara korupsi anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2022 itu divonis 2 […]

    Bagikan
  • Refleksi Satu Tahun Harmonis, KKPD Bukti Digitalisasi Tata Kelola Keuangan Yang Akuntanbel

    Refleksi Satu Tahun Harmonis, KKPD Bukti Digitalisasi Tata Kelola Keuangan Yang Akuntanbel

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Dini hari suasana sakral di Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, tidak seperti biasanya. Aroma santap sahur bercampur dengan obrolan santai para kepala OPD yang duduk lesehan. Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madiun dirayakan bukan dengan seremoni mewah, melainkan refleksi sederhana yang dikemas dalam sahur bersama. Setahun lalu, tepat […]

    Bagikan
  • Menikmati Wisata Air Sorbendo Magetan, Ramai Pengunjung di Libur Nataru

    Menikmati Wisata Air Sorbendo Magetan, Ramai Pengunjung di Libur Nataru

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa suasana berbeda di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Magetan. Salah satu yang banyak dibicarakan dan ramai dikunjungi adalah Wisata Sorbendo, Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan. Bukan tanpa alasan, tempat ini menawarkan daya tarik yang tak dimiliki banyak destinasi lain. Air alami yang mengalir langsung […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun merespons cepat kasus enam warganya yang diduga menjadi korban perdagangan manusia saat bekerja di Guinea Ekuatorial, Afrika. Para korban tiba di kampung halaman pada Rabu (03/09/2025) dan langsung mendapat bantuan sosial berupa paket bahan pangan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menyambut kepulangan mereka di Kantor […]

    Bagikan
expand_less