Waspada, Dua Titik Api Kembali Muncul di Lereng Gunung Lawu Magetan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan kembali terjadi di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). Setelah sempat padam selama sekitar sepekan, dua titik api kembali terpantau di sisi selatan. Salah satu titik berada di kawasan hutan yang masuk Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo.
Dari lokasi, kepulan asap putih terlihat membumbung dari kawasan hutan di lereng gunung. Hingga Sabtu sore, petugas masih melakukan upaya pemadaman di titik tersebut.
Sementara titik api lainnya berada di Lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Kebakaran diperkirakan telah melanda sekitar empat hektare kawasan hutan yang ditumbuhi tanaman puspa.
Kondisi medan yang berada di lereng dengan kontur curam menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Petugas tidak dapat menjangkau seluruh titik api secara langsung sehingga sebagian penanganan dilakukan secara manual dari area yang dinilai aman.
Angin yang bertiup cukup kencang juga membuat api berpotensi cepat menjalar. Kekhawatiran utama petugas adalah kobaran api merembet hingga mendekati lahan pertanian milik warga.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas gabungan bersama warga membuat ilaran atau sekat bakar di sekitar area yang berpotensi dilalui api. Langkah ini dilakukan untuk memperlambat penjalaran api sekaligus melindungi lahan pertanian masyarakat.
Warga setempat, Jajang Nuryanto, mengatakan kondisi medan membuat petugas kesulitan mendekati titik api. Karena itu, upaya yang dilakukan sementara difokuskan pada pembuatan ilaran agar api tidak meluas ke area pertanian.
“Untuk menjangkau titik api sulit karena tebingnya curam. Kita hanya bisa membuat ilaran agar tidak merembet ke lahan pertanian warga. Api kadang tidak terlihat, tiba-tiba sudah membesar,” ujar Jajang.
Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi Witarno mengatakan keselamatan warga dan petugas menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran. Pemadaman dilakukan secara manual, sementara ilaran dibuat untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak menuju lahan pertanian.
“Yang jelas pertama kita selamatkan lahan pertanian warga, seperti membuat ilaran. Kita melakukan pemadaman api dengan cara manual, tetapi sulit karena tebingnya curam. Kita juga menjaga keselamatan,” kata Agus.
Petugas hingga kini masih bersiaga di sekitar lokasi kebakaran di Singolangu untuk memantau perkembangan api dan mencegah munculnya titik baru.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, masih dalam proses penanganan petugas.
Dari informasi sementara di lapangan, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara pembakaran oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Munculnya kembali dua titik kebakaran setelah kebakaran sebelumnya sempat dipadamkan menjadi perhatian karena kondisi lereng Gunung Lawu masih berisiko mengalami penjalaran api, terutama ketika angin bertiup kencang dan terdapat material vegetasi yang mudah terbakar. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





