Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Komisi D DPRD Madiun Hearing Isu Dugaan Penahanan Ijazah, Panggil Manajemen Pabrik Plastik

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 476
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menggelar RDP bersama pihak pihak terkait isu dugaan penahanan ijazah. (29/4/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menindaklanjuti isu dugaan penahanan ijazah oleh produsen plastik CV Sukses Jaya Abadi di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri, dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (29/4/2026). Rapat berlangsung tertutup di ruang DPRD dan menghadirkan pihak perusahaan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnaker) Kabupaten Madiun, serta pengawas ketenagakerjaan dari Disnaker Provinsi Jawa Timur.

Langkah ini diambil setelah kasus penahanan ijazah karyawan dan eks karyawan perusahaan produsen plastik tersebut ramai disorot publik. Komisi D ingin memastikan kejelasan praktik yang terjadi sekaligus mencegah pelanggaran serupa terulang di lingkungan industri setempat.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono, menyebut pihaknya telah mengonfirmasi bahwa ijazah yang sebelumnya diduga ditahan kini telah dikembalikan. Meski begitu, ia menegaskan praktik penahanan ijazah tetap tidak dibenarkan secara aturan.

“Walaupun informasinya sudah tidak ada ijazah yang ditahan, kami tetap lakukan RDP. Ini supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi, baik di perusahaan itu maupun perusahaan lain,” ujarnya.

Djoko menekankan bahwa alasan apa pun tidak bisa membenarkan penahanan dokumen pribadi pekerja. Menurutnya, persoalan lain seperti pelanggaran karyawan atau masalah keuangan harus diselesaikan melalui mekanisme berbeda, bukan dengan menahan ijazah.

“Menahan ijazah itu, senang tidak senang, regulasinya memang tidak boleh. Itu pelanggaran,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Komisi D juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di perusahaan, termasuk tingkat keluar-masuk pekerja yang dinilai cukup tinggi. Hal itu memunculkan dugaan adanya persoalan internal, meski pihak perusahaan mengklaim telah memenuhi ketentuan upah minimum kabupaten (UMK), pembayaran lembur, serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Komisi D menyatakan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi perusahaan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kami ingin fair. Kalau memang sudah sesuai regulasi, silakan dibuktikan langsung nanti,” kata Djoko.

Ia juga meminta Disnaker memperketat pengawasan dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Termasuk membuka akses terhadap hasil pengawasan agar DPRD bisa melakukan fungsi kontrol.

“Kalau ada pelanggaran ya harus ada sanksi. Kami juga minta nota pengawasan agar bisa jadi bahan antisipasi,” ujarnya.

Selain itu, posko pengaduan tenaga kerja diminta lebih dioptimalkan agar pekerja memiliki saluran resmi untuk melaporkan persoalan ketenagakerjaan.

Sementara itu, Tim Pengawas Tenaga Kerja Disnaker Provinsi Jawa Timur, Adi Cahyono, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut karena belum ada laporan resmi yang masuk ke penyidik.

Namun, ia menilai pengembalian ijazah justru menguatkan indikasi bahwa sebelumnya dokumen tersebut sempat ditahan.

“Kalau ada pengembalian, berarti sebelumnya memang sempat ditahan. Tapi untuk detailnya masih kami dalami,” katanya.

Adi juga mengungkap adanya kemungkinan praktik penyerahan ijazah secara sukarela oleh pekerja, namun tetap harus dilihat dalam konteks hubungan kerja dan kontrak yang berlaku.

Hingga kini, DPRD dan Disnaker masih akan menelusuri lebih jauh dugaan pelanggaran tersebut, termasuk memastikan ada tidaknya praktik serupa di perusahaan lain di Kabupaten Madiun.

Usai RDP, pihak pabrik yang hadir enggan memberikan keterangan maupun klarifikasi kepada awak media. Manajemen pabrik memilih menghindar dari para wartawan. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD PKS Kota Madiun Periode 2025–2030 Didominasi Kader Muda

    DPD PKS Kota Madiun Periode 2025–2030 Didominasi Kader Muda

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Struktur baru DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Madiun resmi diumumkan oleh DPP pada Kamis (14/08/2025) lalu. Formasi kepengurusan periode 2025–2030 kali ini dipenuhi wajah-wajah muda yang diharapkan mampu memberi semangat baru bagi partai. Sekretaris DPD PKS Kota Madiun, Hasta Hadiwiguna, mengungkapkan sejumlah perubahan penting terjadi dalam susunan kepengurusan. Di […]

    Bagikan
  • Babinsa Korem 081/DSJ, Wujud Nyata TNI Hadir di Tengah Masyarakat

    Babinsa Korem 081/DSJ, Wujud Nyata TNI Hadir di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di wilayah Madiun Raya, keberadaan Babinsa tak lagi hanya dipandang sebagai aparat pertahanan. Mereka telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, hadir dengan sentuhan kemanusiaan dan kepedulian yang mendalam. Melalui peran aktif para prajurit di jajaran Korem 081/DSJ, terutama Babinsa, TNI AD menunjukkan pendekatan yang lebih dari sekadar […]

    Bagikan
  • Bahana Bersahaja di Bulakrejo, Ketika Pelayanan Publik Benar-Benar Turun ke Desa photo_camera 5

    Bahana Bersahaja di Bulakrejo, Ketika Pelayanan Publik Benar-Benar Turun ke Desa

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Udara pagi menyapa rombongan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi saat melangkah menyusuri jalan Desa Bulakrejo Kecamatan Balerejo pada Rabu (11/02/2026). Bersama Forkopimda serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Madiun, Bupati tilik para lansia. Tidak sekedar menyapa, namun juga bersenda gurau dengan para lansia sekaligus menyerahkan bantuan. […]

    Bagikan
  • Kredit Macet di Bank Madiun Capai Milyaran, Komisi C DPRD Agendakan RDP Dengan Manajemen

    Kredit Macet di Bank Madiun Capai Milyaran, Komisi C DPRD Agendakan RDP Dengan Manajemen

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menyoroti kredit macet di Perumda Bank Madiun yang nilainya ditaksir mencapai milyaran rupiah. Pinjaman itu disalurkan untuk sebuah usaha di Dusun Panggung, Desa/Kecamatan Dagangan, namun kini bermasalah dalam pengembalian. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Madiun, Rudy Triswahono, mengatakan indikasi kredit bermasalah tersebut sudah […]

    Bagikan
  • Masih Banyak Pelanggaran, Pemkot Madiun Gerak Cepat Tertibkan Reklame Liar

    Masih Banyak Pelanggaran, Pemkot Madiun Gerak Cepat Tertibkan Reklame Liar

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperketat penertiban reklame yang tidak berizin. Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas OPD yang melibatkan DPMPTSP, Kominfo, Bapenda, dan Dinas Pekerjaan Umum. Kepala DPMPTSP Kota Madiun, Sumarno, menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim telah melakukan serangkaian survei lapangan sepanjang Oktober 2025. Dari hasil pengecekan yang dilakukan […]

    Bagikan
  • Musrenbang RKPD 2027 Magetan Fokus Pembangunan Berbasis Data dan Target Ekonomi 8 Persen

    Musrenbang RKPD 2027 Magetan Fokus Pembangunan Berbasis Data dan Target Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan komitmennya membangun daerah secara terarah dan berkelanjutan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Forum ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah pembangunan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional dan provinsi. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menekankan pentingnya perencanaan berbasis data sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan. […]

    Bagikan
expand_less