Berita Terkini
Trending Tags

Komisi D DPRD Madiun Hearing Isu Dugaan Penahanan Ijazah, Panggil Manajemen Pabrik Plastik

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 310
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menggelar RDP bersama pihak pihak terkait isu dugaan penahanan ijazah. (29/4/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menindaklanjuti isu dugaan penahanan ijazah oleh produsen plastik CV Sukses Jaya Abadi di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri, dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (29/4/2026). Rapat berlangsung tertutup di ruang DPRD dan menghadirkan pihak perusahaan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnaker) Kabupaten Madiun, serta pengawas ketenagakerjaan dari Disnaker Provinsi Jawa Timur.

Langkah ini diambil setelah kasus penahanan ijazah karyawan dan eks karyawan perusahaan produsen plastik tersebut ramai disorot publik. Komisi D ingin memastikan kejelasan praktik yang terjadi sekaligus mencegah pelanggaran serupa terulang di lingkungan industri setempat.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono, menyebut pihaknya telah mengonfirmasi bahwa ijazah yang sebelumnya diduga ditahan kini telah dikembalikan. Meski begitu, ia menegaskan praktik penahanan ijazah tetap tidak dibenarkan secara aturan.

“Walaupun informasinya sudah tidak ada ijazah yang ditahan, kami tetap lakukan RDP. Ini supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi, baik di perusahaan itu maupun perusahaan lain,” ujarnya.

Djoko menekankan bahwa alasan apa pun tidak bisa membenarkan penahanan dokumen pribadi pekerja. Menurutnya, persoalan lain seperti pelanggaran karyawan atau masalah keuangan harus diselesaikan melalui mekanisme berbeda, bukan dengan menahan ijazah.

“Menahan ijazah itu, senang tidak senang, regulasinya memang tidak boleh. Itu pelanggaran,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Komisi D juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di perusahaan, termasuk tingkat keluar-masuk pekerja yang dinilai cukup tinggi. Hal itu memunculkan dugaan adanya persoalan internal, meski pihak perusahaan mengklaim telah memenuhi ketentuan upah minimum kabupaten (UMK), pembayaran lembur, serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Komisi D menyatakan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi perusahaan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kami ingin fair. Kalau memang sudah sesuai regulasi, silakan dibuktikan langsung nanti,” kata Djoko.

Ia juga meminta Disnaker memperketat pengawasan dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Termasuk membuka akses terhadap hasil pengawasan agar DPRD bisa melakukan fungsi kontrol.

“Kalau ada pelanggaran ya harus ada sanksi. Kami juga minta nota pengawasan agar bisa jadi bahan antisipasi,” ujarnya.

Selain itu, posko pengaduan tenaga kerja diminta lebih dioptimalkan agar pekerja memiliki saluran resmi untuk melaporkan persoalan ketenagakerjaan.

Sementara itu, Tim Pengawas Tenaga Kerja Disnaker Provinsi Jawa Timur, Adi Cahyono, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut karena belum ada laporan resmi yang masuk ke penyidik.

Namun, ia menilai pengembalian ijazah justru menguatkan indikasi bahwa sebelumnya dokumen tersebut sempat ditahan.

“Kalau ada pengembalian, berarti sebelumnya memang sempat ditahan. Tapi untuk detailnya masih kami dalami,” katanya.

Adi juga mengungkap adanya kemungkinan praktik penyerahan ijazah secara sukarela oleh pekerja, namun tetap harus dilihat dalam konteks hubungan kerja dan kontrak yang berlaku.

Hingga kini, DPRD dan Disnaker masih akan menelusuri lebih jauh dugaan pelanggaran tersebut, termasuk memastikan ada tidaknya praktik serupa di perusahaan lain di Kabupaten Madiun.

Usai RDP, pihak pabrik yang hadir enggan memberikan keterangan maupun klarifikasi kepada awak media. Manajemen pabrik memilih menghindar dari para wartawan. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpantau Ngebut di Jalan Tol, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Ops Patuh Semeru 2025

    Terpantau Ngebut di Jalan Tol, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Ops Patuh Semeru 2025

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan kendaraan terjaring razia gabungan petugas di Rest Area KM 597A Jalan Tol Ngawi-Madiun, tepatnya di Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jumat (25/07/2025). Operasi digelar dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2025, dengan fokus pada pelanggaran batas kecepatan kendaraan. Setidaknya 50 pengemudi ditindak dalam operasi yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga […]

    Bagikan
  • Gelandangan dan Pengamen Merebak di Caruban saat Ramadan, Satpol PP Tindak Tegas nan Humanis

    Gelandangan dan Pengamen Merebak di Caruban saat Ramadan, Satpol PP Tindak Tegas nan Humanis

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Fenomena maraknya pengamen, gelandangan, dan anak jalanan di sejumlah titik keramaian kembali terlihat selama bulan suci Ramadan di wilayah Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kondisi ini mendorong aparat melakukan langkah penertiban guna menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menertibkan delapan gelandangan dan […]

    Bagikan
  • Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Ketua Paguyuban, Sudardi, menekankan bahwa kasus tersebut tidak mencerminkan perilaku mayoritas pedagang. Sudardi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 500 pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Sarangan. Ia menilai permasalahan harga seperti yang ramai dibicarakan […]

    Bagikan
  • Jumlah Saksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Perbatasan Madiun–Nganjuk Bertambah Jadi 9 Orang

    Jumlah Saksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Perbatasan Madiun–Nganjuk Bertambah Jadi 9 Orang

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun — Polisi terus mendalami kasus dugaan pembunuhan terhadap Sundari (55), warga Dusun Sampung, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, yang ditemukan tewas di dalam warung di wilayah perbatasan Madiun–Nganjuk, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, pada Kamis (16/10/2025). Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anto mengatakan jumlah saksi yang diperiksa dalam […]

    Bagikan
  • Komisi D Lakukan Sidak Ruas Jalan Desa Bajulan dan Jembatan Desa Klumutan

    Komisi D Lakukan Sidak Ruas Jalan Desa Bajulan dan Jembatan Desa Klumutan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada dua proyek infrastruktur prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Selasa (30/09/2025). Sidak dilakukan untuk menilai apakah pekerjaan lapangan sesuai dengan kontrak dan target yang disepakati. Dua proyek yang diperiksa adalah penggantian Jembatan Klumutan dengan […]

    Bagikan
  • 9,6 Juta Kunjungan Orang dan Kendaraan di Kawasan PSC Selama 2025

    9,6 Juta Kunjungan Orang dan Kendaraan di Kawasan PSC Selama 2025

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) menjadi magnet wisata di Kota Madiun. Sepanjang tahun 2025, total kunjungan di objek wisata Kota Pecel tersebut tembus 9,6 juta. Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Noor Aflah mengungkapkan angka kunjungan tersebut hasil perolehan data analitik CCTV yang merekam aktivitas […]

    Bagikan
expand_less