54 Siswa di Ngawi Diduga Keracunan, Kini 12 Siswa Masih Dirawat Intensif
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
- visibility 11
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan massal terjadi di Kabupaten Ngawi. Sedikitnya 54 siswa dari dua sekolah berbeda, yaitu SMKN 1 Sine dan SMP Muhammadiyah 4 Ngawi, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Rabu (01/10/2025). Para pelajar tersebut mengalami gejala mulai dari mual, sakit perut, hingga kejang-kejang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menjelaskan mayoritas korban berasal dari SMKN 1 Sine.
“Ada 53 siswa dari SMKN 1 Sine dan 1 siswa dari SMP Muhammadiyah 4 yang kami tangani. Mereka dirujuk ke Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, dan Klinik Aisyiyah,” terangnya, Kamis (02/10/2025).
Heri menambahkan, kondisi pasien terus dipantau. Dari total korban, kini tersisa 12 siswa yang masih menjalani perawatan intensif.
“Pagi tadi sempat 14 orang, tapi dua sudah diperbolehkan pulang. Gejala yang paling banyak dirasakan adalah sakit perut, mual, dan pusing,” ujarnya.
Kasus ini diduga kuat terkait dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelum kejadian. Dinkes Ngawi telah mengirimkan sampel muntahan pasien dan sisa makanan MBG ke laboratorium milik Pemprov Jawa Timur.
“Baik muntahan pasien maupun sisa makanan sudah kami kirim ke provinsi untuk diuji kandungan penyebab keracunan,” jelas Heri.
Meski demikian, pihaknya belum bersedia menyebut penyebab pasti sebelum hasil uji laboratorium keluar.
Untuk meringankan beban keluarga siswa, Pemkab Ngawi memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung penuh.
“Semua pasien kami jamin biayanya. Yang terpenting anak-anak bisa segera sembuh dan kembali mengikuti kegiatan belajar,” tegas Heri.
Kusnanto – Sinergia
- Penulis: Kusnanto


