
Sinergia | Ngawi – Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, sedang menjalani observasi medis di Puskesmas Gemarang pada Rabu (26/11/2025). Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat jam istirahat.
Data yang dihimpun menunjukkan sedikitnya 79 murid dirawat. Mereka berasal dari beberapa sekolah, yaitu SMPN 2 Kedunggalar, SDN Jenggrik 2, SDN Jenggrik 6, dan SDN Gemarang 5. Sejumlah tenaga medis dikerahkan untuk menangani kondisi para siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menuturkan bahwa penanganan awal difokuskan pada stabilisasi kondisi anak-anak.
Menurutnya, tim medis memberikan oksigen bagi siswa yang mengalami sesak serta infus untuk anak yang mengalami muntah berulang dan tanda-tanda dehidrasi.
“Kami ingin memastikan semua siswa mendapatkan penanganan optimal agar risiko akibat intoleransi makanan bisa segera diatasi,” ungkap Heri.
Dinas Kesehatan juga telah mengamankan sejumlah sampel sebagai bahan pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut meliputi sisa makanan dari Menu MBG, seperti telur puyuh, serta hasil muntahan siswa.
Heri menambahkan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Seluruh siswa saat ini masih berada di Puskesmas untuk pemantauan lanjutan.

“Jumlah keseluruhan ada 79 anak, terdiri dari 31 siswa SD dan sisanya SMP. Mereka menerima pasokan makanan dari penyedia yang sama. Keluhan terbanyak yang kami temukan meliputi mual, muntah, dan pusing,” jelasnya.
Kapolsek Kedunggalar, AKP Karno, membenarkan bahwa temuan awal mengarah pada dugaan keracunan makanan. Ia menyampaikan bahwa siswa yang terdampak berasal dari dua sekolah.
“Beberapa anak sudah stabil, bahkan ada yang diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Dari informasi awal, menu MBG yang dikonsumsi para siswa berupa lauk telur puyuh. Petugas telah mengamankan sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut.
“Sampel sudah kami siapkan untuk uji laboratorium agar penyebab pasti kejadian ini bisa segera diketahui,” pungkasnya.(Nan/Krs).