Berita Terkini
Trending Tags

79 Siswa Jalani Observasi Usai Diduga Keracunan Menu MBG

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 106
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, sedang menjalani observasi medis di Puskesmas Gemarang, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, sedang menjalani observasi medis di Puskesmas Gemarang pada Rabu (26/11/2025). Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat jam istirahat.

Data yang dihimpun menunjukkan sedikitnya 79 murid dirawat. Mereka berasal dari beberapa sekolah, yaitu SMPN 2 Kedunggalar, SDN Jenggrik 2, SDN Jenggrik 6, dan SDN Gemarang 5. Sejumlah tenaga medis dikerahkan untuk menangani kondisi para siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menuturkan bahwa penanganan awal difokuskan pada stabilisasi kondisi anak-anak.

Menurutnya, tim medis memberikan oksigen bagi siswa yang mengalami sesak serta infus untuk anak yang mengalami muntah berulang dan tanda-tanda dehidrasi.

“Kami ingin memastikan semua siswa mendapatkan penanganan optimal agar risiko akibat intoleransi makanan bisa segera diatasi,” ungkap Heri.

Dinas Kesehatan juga telah mengamankan sejumlah sampel sebagai bahan pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut meliputi sisa makanan dari Menu MBG, seperti telur puyuh, serta hasil muntahan siswa.

Heri menambahkan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Seluruh siswa saat ini masih berada di Puskesmas untuk pemantauan lanjutan.

Image Not Found
Siswa dan orang tua siswa yang sedang menjalani observasi medis di Puskesmas, Foto : Kusnanto : Sinergia

“Jumlah keseluruhan ada 79 anak, terdiri dari 31 siswa SD dan sisanya SMP. Mereka menerima pasokan makanan dari penyedia yang sama. Keluhan terbanyak yang kami temukan meliputi mual, muntah, dan pusing,” jelasnya.

Kapolsek Kedunggalar, AKP Karno, membenarkan bahwa temuan awal mengarah pada dugaan keracunan makanan. Ia menyampaikan bahwa siswa yang terdampak berasal dari dua sekolah.

“Beberapa anak sudah stabil, bahkan ada yang diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Dari informasi awal, menu MBG yang dikonsumsi para siswa berupa lauk telur puyuh. Petugas telah mengamankan sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut.

“Sampel sudah kami siapkan untuk uji laboratorium agar penyebab pasti kejadian ini bisa segera diketahui,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Haru Jemaah Haji Kota Madiun Menyusuri Jejak Sahabat Nabi di Madinah

    Kisah Haru Jemaah Haji Kota Madiun Menyusuri Jejak Sahabat Nabi di Madinah

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Madinah – Suasana khidmat menyelimuti langkah-langkah jemaah haji asal Kota Madiun saat menapaki jejak sejarah Islam di Kota Madinah. Di sela rangkaian ibadah, para jemaah melaksanakan ziarah ke sejumlah masjid bersejarah yang berada di sekitar Masjid Nabawi, di antaranya Masjid Abu Bakar dan Masjid Ali bin Abi Thalib. Kegiatan ziarah ini tidak sekadar […]

    Bagikan
  • Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

    Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan Magetan Jawa Timur kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal keindahan alamnya, namun harga makanan minuman yang dinilai tidak wajar. Hal itu pun viral di media social usai salah satu wisatawan membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dirasakan saat bertransaksi di salah satu warung sekitar telaga di lereng Gunung Lawu tersebut. […]

    Bagikan
  • Stafsus Presiden Tinjau Monumen Reog Di Ponorogo

    Stafsus Presiden Tinjau Monumen Reog Di Ponorogo

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kecamatan Sampung, Ponorogo, mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), Yovie Widianto, secara langsung meninjau progres proyek tersebut, Jumat sore (25/4/2025). Didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, musisi dan komposer kenamaan itu bahkan menyempatkan diri naik hingga lantai 13 […]

    Bagikan
  • Transaksi Non Tunai di Kota Madiun Capai 440 Ribu, BI: Masyarakat Semakin Melek Digital

    Transaksi Non Tunai di Kota Madiun Capai 440 Ribu, BI: Masyarakat Semakin Melek Digital

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penggunaan transaksi non tunai di Kota Madiun terus menunjukkan perkembangan pesat. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Wihujeng Ayu Rengganis, menyebut peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kota Madiun terbilang sangat signifikan dan menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah kerja BI Kediri. Menurut Wihujeng, dari total sekitar 196 ribu […]

    Bagikan
  • Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam proses pembebasan lahan milik PT GFT Indonesia Investment. Dugaan korupsi ini mencakup gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah terkait proyek pembangunan pabrik mainan oleh investor asal Tiongkok di atas lahan seluas 19 hektare. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari […]

    Bagikan
  • Soal Isu Pemotongan Bantuan PKH di Desa Tamanarum, Dinsos Magetan : Itu Sukarela

    Soal Isu Pemotongan Bantuan PKH di Desa Tamanarum, Dinsos Magetan : Itu Sukarela

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Isu dugaan pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp. 25 ribu di Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, akhirnya terjawab. Dinas Sosial (Dinsos) Magetan bersama pihak BNI memastikan tidak ada potongan resmi sebesar itu, melainkan hanya biaya administrasi sistem sebesar Rp. 3 ribu sesuai ketentuan. Kepala Dinsos Magetan, Parminto Budi […]

    Bagikan
expand_less