Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags

Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 219
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi Pertanian di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur dihadapkan permasalahan harga padi anjlok. Foto : Istimewa

Sinergia | Luwu Timur — Survei yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot IPB University pada September–November 2025 mengungkap kondisi memprihatinkan yang tengah dialami petani padi di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penurunan harga jual padi dan meningkatnya biaya usaha tani disebut menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan petani transmigran.

Dalam temuan tim, padi merupakan komoditas dominan di seluruh Satuan Permukiman (SP1–SP5) Mahalona dan menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Survei dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, hingga pengambilan sampel tanah untuk mengidentifikasi potensi peningkatan produktivitas.

Salah satu isu utama yang muncul adalah turunnya harga jual gabah di tingkat petani, meski pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025.

Seorang petani di SP3 Mahalona mengaku heran dengan kondisi tersebut. “Kenapa harga jual bisa turun, sedangkan pemerintah sudah menetapkan harga Rp6.500 per kilogram?” keluhnya kepada tim. Tim juga menemukan bahwa rata-rata produktivitas petani di Mahalona masih berada di kisaran 5–6 ton gabah basah per hektare. Angka ini lebih rendah dibandingkan petani di Pulau Jawa yang mampu menghasilkan 7–8 ton.

Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, infrastruktur irigasi yang belum optimal, serta karakteristik topografi lahan. Selain persoalan harga, petani juga terkendala akses alat pertanian modern, fluktuasi harga pupuk dan pestisida, hingga ketersediaan dan harga bahan bakar untuk mesin pertanian.

Infrastruktur jalan produksi yang belum memadai dan akses internet yang terbatas turut menghambat kemampuan petani memperoleh informasi budidaya maupun akses pasar. Ketergantungan pada pengepul juga menyebabkan nilai jual gabah tidak setara dengan biaya yang harus dikeluarkan petani.

Tim Ekspedisi Patriot menilai perlindungan harga bagi petani harus diperkuat melalui konsistensi penyerapan gabah oleh BULOG sesuai HPP yang berlaku. Intervensi Bapanas dan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk mendorong stabilitas harga serta menekan beban biaya produksi petani.

“Dengan biaya produksi yang terus meningkat, penerapan HPP harus benar-benar berjalan di lapangan agar pendapatan petani tetap terlindungi,” demikian rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot dalam laporannya.(Istimewa)

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Suran Agung PSHW Tunas Muda, Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah

    Hadiri Suran Agung PSHW Tunas Muda, Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) dari berbagai daerah di Indonesia memadati Kota Madiun dalam rangka mengikuti Suran Agung Minggu (06/07/2025). Kegiatan yang digelar setiap bulan Muharram ini menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang disambut antusias oleh para pendekar PSHW. Acara Suran Agung tahun ini turut dihadiri […]

    Bagikan
  • Jelang Pergantian Direksi, Ini Catatan 5 Tahun Terakhir Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun

    Jelang Pergantian Direksi, Ini Catatan 5 Tahun Terakhir Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman Sari Kota Madiun mencatat peningkatan jumlah pelanggan, cakupan pelayanan, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama periode 2021–2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan daerah dalam memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat. Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Terima Aspirasi BPD, Siap Bahas Revisi Perbup Tanah Eks Bengkok

    DPRD Ponorogo Terima Aspirasi BPD, Siap Bahas Revisi Perbup Tanah Eks Bengkok

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — DPRD Ponorogo menerima aspirasi ratusan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tergabung dalam Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) DPC Ponorogo. Dalam sarasehan di Gedung DPRD setempat, para anggota BPD mendesak adanya revisi Peraturan Bupati (Perbup) Ponorogo terkait pengelolaan tanah eks bengkok yang dinilai merugikan BPD. Ketua DPRD Ponorogo, Agus Dwi […]

    Bagikan
  • Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Baznas, MUI, dan Kemenag Kota Madiun menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah jelang Ramadhan 1446 Hijriah. Hasil mufakat yang telah disepakati, zakat fitrah ditetapkan sebesar 3 kilogram beras, yang jika diubah dalam bentuk uang, setara dengan Rp45.000. Sementara itu, fidyah yang berdasarkan hadis yang sahih ditetapkan […]

    Bagikan
  • Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kabupaten Magetan dari fraksi PKB terus berlanjut. Proses pergantian terhadap Nur Wakhid disebut-sebut berjalan tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Nurcahyo, kuasa hukum Gus Wakhid, menilai keputusan tersebut dilakukan secara terburu-buru dan mengabaikan prinsip dasar demokrasi. Menurutnya, tindakan pimpinan DPRD Magetan dalam […]

    Bagikan
  • Kepala SPPG Banyudono Angkat Bicara Soal Relawan MBG Yang Dirumahkan

    Kepala SPPG Banyudono Angkat Bicara Soal Relawan MBG Yang Dirumahkan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Setelah sebelumnya enggan merespons permintaan konfirmasi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Anggun Retno, akhirnya memberikan hak jawab terkait pemberitaan mengenai relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak masuk bekerja. Hak jawab ini sekaligus menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya yang menyoroti keluhan sejumlah relawan mengenai status kerja […]

    Bagikan
expand_less