Berita Terkini
Trending Tags

Dua Damkar dan Satu Jurnalis Tersengat Tawon Hutan saat Evakuasi di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 86
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas Damkar saat evakuasi tawon hutan, Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Dua petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan seorang jurnalis menjadi korban sengatan tawon hutan saat melakukan evakuasi sarang tawon di Desa Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo, Senin (29/09/2025). Peristiwa ini bermula dari laporan warga yang resah karena keberadaan sarang tawon madu hutan atau yang dikenal warga sebagai tawon gung.

Sarang tawon berukuran besar itu menempel di pohon mangga yang letaknya sangat dekat dengan rumah seorang warga bernama Kasmi. Warga khawatir, sebab sebelumnya seekor tawon sudah menyengat seorang lansia hingga mengalami panas dingin selama tiga hari.

Mendapat laporan, petugas Damkar langsung mendatangi lokasi. Awalnya mereka berupaya mengevakuasi sarang secara manual dengan memanjat pohon. Namun, ketinggian dan lokasi yang sulit dijangkau membuat cara tersebut tidak memungkinkan. Petugas akhirnya menggunakan metode penyemprotan busa sabun untuk melumpuhkan koloni tawon.

Saat proses evakuasi, ratusan tawon keluar menyerang. Dua petugas Damkar terkena sengatan di tangan, sementara seorang jurnalis yang meliput di lokasi juga menjadi korban sengatan. Meski demikian, sarang tawon berusia sekitar lima hingga enam bulan itu akhirnya berhasil diturunkan.

“Awalnya kami coba evakuasi manual, tapi tidak bisa karena terlalu tinggi. Akhirnya kami semprot dengan foam busa. Dua petugas sempat tersengat di tangan karena tawon hutan ini memang cukup berbahaya,” ujar Anang Adi Kartika, operator Damkar Ponorogo.

Warga mengaku lega dengan aksi cepat petugas. Mereka sebelumnya tidak berani melakukan upaya sendiri karena ukuran sarang sangat besar dan berisiko.

“Sarang tawon ini sudah sekitar sebulan meresahkan. Ada empat rumah yang terganggu, bahkan ada warga lansia yang sampai tiga hari sakit setelah disengat. Kami laporkan ke Damkar dan alhamdulillah responnya cepat,” kata Mardiantoro, salah satu warga.

Setelah dievakuasi, sarang tawon berisi ratusan larva itu dibawa oleh petugas ke lokasi yang aman dan jauh dari permukiman.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN Pemkab Ponorogo Diperiksa KPK Secara Maraton di Kota Madiun

    ASN Pemkab Ponorogo Diperiksa KPK Secara Maraton di Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyelidikan dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo semakin intensif. Sejak Senin (01/12/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai rangkaian pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi. Seluruh proses pendalaman perkara tersebut dipusatkan di Gedung Bhara Daksa, Polres Madiun Kota. Terpantau Selasa (02/13/2025), para saksi tampak datang bergiliran memasuki […]

    Bagikan
  • Kasus Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Kejari Ngawi Geledah Rumah Winarto

    Kasus Gratifikasi dan Manipulasi Pajak, Kejari Ngawi Geledah Rumah Winarto

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi menggeledah dua rumah milik Winarto, tersangka kasus dugaan gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah terkait pembebasan lahan pembangunan pabrik PT GFT Indonesia Investment. Penggeledahan itu dilakukan pada Senin (26/05/2025) di rumah politisi Partai Golkar yang diduga berperan sebagai fasilitator dalam skema dugaan korupsi tersebut. Dari […]

    Bagikan
  • Nikmatnya Nasi Menok, Kuliner Warisan Raja yang Kini Jadi Santapan Rakyat

    Nikmatnya Nasi Menok, Kuliner Warisan Raja yang Kini Jadi Santapan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dahulu menjadi menu santapan para raja Mataram, kini Sego Menok justru menjadi favorit masyarakat di sudut pelataran Pasar Penampungan Sayur Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Adalah Mbah Rubinah, seorang nenek berusia 83 tahun, yang mempertahankan kuliner klasik ini agar tetap hidup dan akrab di lidah rakyat. Setiap sore, Mbah Rubinah […]

    Bagikan
  • Lepas Anggota Baru, Danrem 081/DSJ : Rangkul Semua Elemen Masyarakat!

    Lepas Anggota Baru, Danrem 081/DSJ : Rangkul Semua Elemen Masyarakat!

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto melepas anggota baru untuk masuk ke berbagai satuan di jajarannya, bertempat di Aula Jenderal Sudirman Makorem, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Rabu (19/03/2025). Mayoritas mereka akan menjabat sebagai Babinsa. Danrem pun memerintahkan agar segera dapat menyesuaikan dengan tugas barunya. “Banyak sekali nanti kamu […]

    Bagikan
  • Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sarno (61) warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ditemukan tewas di area persawahan setelah tersengat aliran listrik dari jebakan tikus. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban diduga terpeleset ketika hendak menanam padi di sawah milik warga bernama Supriyono. Menurut […]

    Bagikan
  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
expand_less