
Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyambut positif rencana pembangunan rest area di kawasan Saradan, tepatnya di sekitar ring road Pajajaran. Rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Madiun dan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) itu dinilai sebagai langkah tepat untuk mempercantik wajah daerah sekaligus menghapus stigma negatif kawasan tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Madiun, Rudi Triswahono menegaskan bahwa pembangunan rest area lebih bermanfaat dibanding membiarkan kawasan itu menjadi tempat aktivitas tidak produktif.

“Mending rest area daripada jadi sarang prostitusi. Bagus, karena tujuannya memperbaiki etalase Kabupaten Madiun. Dulu isinya geng-geng begitu, sekarang kalau dihilangkan kan bagus,” ujar Rudi, Senin (13/10/2025).
Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, proyek ini memang membutuhkan anggaran besar. Namun, jika mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, hal itu justru menjadi nilai tambah.
“Kalau butuh anggaran besar tapi bisa menggerakkan ekonomi, ya tidak apa-apa. Masyarakat yang untung karena ada uang beredar. Pemerintah mendorong ekonomi lebih baik daripada hanya memberi bantuan,” jelasnya.
Rudi menilai lokasi di sekitar ring road Pajajaran cukup strategis dan berpotensi menjadi pintu gerbang yang memperindah tampilan Kabupaten Madiun.
“Yang penting perwajahan kabupaten semakin bagus, itu sudah cukup,” katanya.
Terkait pengawasan, DPRD memastikan akan memantau proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana. Meski begitu, Rudi menyebut belum ada pembahasan detail mengenai waktu realisasi proyek.
“Masih dalam tahap kajian antara Pemkab dan KAI. Nanti kalau sudah konkret, baru dibahas lebih lanjut,” ungkapnya.
Secara prinsip, DPRD Kabupaten Madiun mendukung penuh rencana pembangunan tersebut.
“Prinsipnya DPRD mendukung. Apalagi itu wilayah saya sendiri, yang selama ini saya risih melihatnya. Lebih baik dibuat rest area daripada warung-warung geng seperti dulu,” tutup Rudi.
Tova Pradana -Sinergia