Berita Terkini
Trending Tags

Cuaca Kota Madiun Mulai Tak Menentu, BMKG: Tanda Awal Musim Pancaroba

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 114
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi sebuah rumah yang terdampak angin kencang waktu lalu, Foto : Istimewa 

Sinergia | Kota Madiun – Cuaca di Kota Madiun kini mulai tak menentu. Siang terasa terik menyengat, namun sore hari kerap diguyur hujan. Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, kondisi ini merupakan tanda masuknya masa peralihan musim atau pancaroba.

“Perkiraan awal musim hujan di wilayah Kota Madiun terjadi pada dasarian ketiga bulan Oktober,” jelasnya, Selasa (21/10/2025).

Meski demikian, hujan belum merata di semua wilayah. Sifatnya masih spot-spot lokal, hanya terjadi di beberapa titik tertentu. Setiyaris menerangkan, kemunculan awan-awan konvektif menjadi ciri khas musim pancaroba. Awan ini terbentuk akibat pertemuan dua massa udara, yakni udara dingin dari Asia dan udara lembap dari Australia.

“Pertemuan dua massa udara itu menimbulkan proses konveksi atau pengangkatan udara ke atas. Awan konvektif biasanya menjulang tinggi seperti bunga kol dan berpotensi menghasilkan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” paparnya.

Ia menambahkan, meskipun musim hujan tahun ini datang sedikit lebih awal dibandingkan biasanya (dari November menjadi Oktober), kondisi tersebut masih tergolong normal untuk wilayah tropis. Namun masyarakat perlu waspada karena masa pancaroba kerap menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat berdurasi singkat, angin kencang, hingga hujan es.

“Kalau proses konvektifnya kuat, hujan es bisa saja terjadi. Umumnya, itu muncul saat awan konvektif terbentuk hingga ketinggian lebih dari 5.000 meter,” lanjutnya.

Periode peralihan musim ini diperkirakan berlangsung hingga November, sebelum hujan mulai meluas dan merata di seluruh wilayah. Beberapa hari terakhir, suhu udara di Madiun mencapai 33–35 derajat Celsius, akibat hembusan angin monsun Australia yang bersifat kering dan dominan. Minimnya tutupan awan membuat sinar matahari terasa lebih menyengat, apalagi posisi matahari saat ini berada tepat di atas Jawa Timur.

“Faktor penyinaran matahari yang kuat juga memicu pembentukan awan konvektif di Jawa Timur,” ujarnya.

Setiyaris mencatat, suhu udara di beberapa daerah lain di Jatim bahkan menembus 37–38 derajat Celsius, seperti di Lamongan, Gresik, Kediri, dan Surabaya. Sementara untuk puncak musim hujan di Madiun, diperkirakan akan terjadi pada pertengahan hingga akhir Januari 2026.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petasan Rakitan Meledak di Ponorogo! Pemuda 23 Tahun Alami Luka Parah di Tangan

    Petasan Rakitan Meledak di Ponorogo! Pemuda 23 Tahun Alami Luka Parah di Tangan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pemuda asal Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mengalami luka akibat ledakan petasan rakitan pada Kamis siang (19/3/2026). Korban diketahui bernama Saiful Anas (23) yang kini menjalani perawatan di RSUD dr Harjono. Peristiwa terjadi saat korban berada di lokasi pembuatan petasan bersama sejumlah rekannya. Ledakan yang terdengar cukup keras tersebut […]

    Bagikan
  • Libur Sekolah, Penumpang KA di Daop 7 Naik 15 Persen, Ada Promo Spesial

    Libur Sekolah, Penumpang KA di Daop 7 Naik 15 Persen, Ada Promo Spesial

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Memasuki libur sekolah tahun ajaran 2024/2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang kereta api jarak jauh. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyebutkan bahwa lonjakan jumlah penumpang mencapai sekitar 15 persen dibandingkan hari-hari normal. “Biasanya, volume harian […]

    Bagikan
  • Diduga PADes Bocor, Ratusan Warga Dempelan Tuntut Bendahara Desa Mundur

    Diduga PADes Bocor, Ratusan Warga Dempelan Tuntut Bendahara Desa Mundur

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Dempelan menggelar aksi protes di kantor Desa Dempelan, Kabupaten Madiun, Kamis (28/08/2025). Massa menuntut transparansi pengelolaan keuangan desa dan mendesak Bendahara Desa sekaligus Kaur Keuangan, Tatik Puji Rahayu, mundur dari jabatannya. Unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan ketat aparat TNI/Polri dari Polres Madiun. Hanya […]

    Bagikan
  • Duduk Di Tanah, Bupati Madiun Bersama 16 Bupati, 9 Walikota Se Indonesia Menjalani Lemhanas

    Duduk Di Tanah, Bupati Madiun Bersama 16 Bupati, 9 Walikota Se Indonesia Menjalani Lemhanas

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia| Jakarta – Bupati Madiun Hari Wuryanto masuk daftar undangan 25 kepala daerah yang lolos seleksi menjadi peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025. Kegiatan KPPD diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional ( Lemhanas ) dimulai sejak tanggal 5 November lalu. Pun hari ini Hari Wur sudah menjalani kegiatan bersama 9 Walikota dan 16 […]

    Bagikan
  • Awal Ramadhan, 5 Desa di Kabupaten Madiun Terendam Banjir

    Awal Ramadhan, 5 Desa di Kabupaten Madiun Terendam Banjir

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Madiun sejak Jumat sore hingga malam (28/2/2025) mengakibatkan puluhan rumah di lima desa, dua kecamatan terendam banjir. Bahkan akses jalan raya dari wilayah Kecamatan Pilangkenceng menuju Kota Caruban tertutup banjir, tepatnya di Desa Kedungmaron Kecamatan Pilangkenceng. Ketinggian air banjir setinggi pinggang orang dewasa atau 1 […]

    Bagikan
  • PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memiliki segudang pekerjaan rumah salah satunya masih banyak rumah tangga di 206 Desa/Kelurahan belum memiliki Sanitasi limbah domestik yang layak. Tercatat sekitar 22 ribu rumah tangga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, belum memiliki akses terhadap sanitasi yang layak. Angka ini setara dengan 12,4 persen dari total 184 […]

    Bagikan
expand_less