Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Cuaca Kota Madiun Mulai Tak Menentu, BMKG: Tanda Awal Musim Pancaroba

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 452
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi sebuah rumah yang terdampak angin kencang waktu lalu, Foto : Istimewa 

Sinergia | Kota Madiun – Cuaca di Kota Madiun kini mulai tak menentu. Siang terasa terik menyengat, namun sore hari kerap diguyur hujan. Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, kondisi ini merupakan tanda masuknya masa peralihan musim atau pancaroba.

“Perkiraan awal musim hujan di wilayah Kota Madiun terjadi pada dasarian ketiga bulan Oktober,” jelasnya, Selasa (21/10/2025).

Meski demikian, hujan belum merata di semua wilayah. Sifatnya masih spot-spot lokal, hanya terjadi di beberapa titik tertentu. Setiyaris menerangkan, kemunculan awan-awan konvektif menjadi ciri khas musim pancaroba. Awan ini terbentuk akibat pertemuan dua massa udara, yakni udara dingin dari Asia dan udara lembap dari Australia.

“Pertemuan dua massa udara itu menimbulkan proses konveksi atau pengangkatan udara ke atas. Awan konvektif biasanya menjulang tinggi seperti bunga kol dan berpotensi menghasilkan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” paparnya.

Ia menambahkan, meskipun musim hujan tahun ini datang sedikit lebih awal dibandingkan biasanya (dari November menjadi Oktober), kondisi tersebut masih tergolong normal untuk wilayah tropis. Namun masyarakat perlu waspada karena masa pancaroba kerap menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat berdurasi singkat, angin kencang, hingga hujan es.

“Kalau proses konvektifnya kuat, hujan es bisa saja terjadi. Umumnya, itu muncul saat awan konvektif terbentuk hingga ketinggian lebih dari 5.000 meter,” lanjutnya.

Periode peralihan musim ini diperkirakan berlangsung hingga November, sebelum hujan mulai meluas dan merata di seluruh wilayah. Beberapa hari terakhir, suhu udara di Madiun mencapai 33–35 derajat Celsius, akibat hembusan angin monsun Australia yang bersifat kering dan dominan. Minimnya tutupan awan membuat sinar matahari terasa lebih menyengat, apalagi posisi matahari saat ini berada tepat di atas Jawa Timur.

“Faktor penyinaran matahari yang kuat juga memicu pembentukan awan konvektif di Jawa Timur,” ujarnya.

Setiyaris mencatat, suhu udara di beberapa daerah lain di Jatim bahkan menembus 37–38 derajat Celsius, seperti di Lamongan, Gresik, Kediri, dan Surabaya. Sementara untuk puncak musim hujan di Madiun, diperkirakan akan terjadi pada pertengahan hingga akhir Januari 2026.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.125 Honorer di Pemkab Magetan Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya

    1.125 Honorer di Pemkab Magetan Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan tenaga honorer di Kabupaten Magetan akhirnya mendapat kepastian status. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan resmi mengusulkan sebanyak 1.125 honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Usulan tersebut mencakup 31 guru, 271 tenaga kesehatan, dan 823 tenaga teknis. Khusus tenaga kesehatan, selama ini banyak yang digaji melalui […]

    Bagikan
  • Ini Sorotan Fraksi DPRD Kota Madiun Terkait Rancangan Perubahan APBD 2025

    Ini Sorotan Fraksi DPRD Kota Madiun Terkait Rancangan Perubahan APBD 2025

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Jumat (25/07/2025). Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, dan turut dihadiri oleh Wali […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hutan Pinus Gunung Butak Ngawi Meluas hingga 40 Hektare, Petugas Kesulitan Padamkan Api

    Kebakaran Hutan Pinus Gunung Butak Ngawi Meluas hingga 40 Hektare, Petugas Kesulitan Padamkan Api

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran melanda kawasan hutan pinus di Gunung Butak, masuk Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga Senin (28/9/2026) siang, api belum berhasil dipadamkan dan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 40 hektare. Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Minggu (27/9/2026) malam. Api kemudian terus membesar dan merambat di kawasan hutan […]

    Bagikan
  • Unik, Santri di Ponorogo Gelar Jalan Santai Sambil Bagi-bagi Sayur dan Telur

    Unik, Santri di Ponorogo Gelar Jalan Santai Sambil Bagi-bagi Sayur dan Telur

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan santri dan jamaah Pondok Pesantren Al Barokah, Desa Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, menggelar kegiatan unik dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Mereka melakukan jalan santai keliling kampung sambil membagikan ratusan paket sayur dan telur gratis kepada warga, Sabtu (25/10/2025). Sejak pagi, para santri berjalan menyusuri permukiman warga sambil […]

    Bagikan
  • Dibangun Di Atas Sempadan Sungai, 13 Bangunan Dibongkar BBWS Bengawan Solo

    Dibangun Di Atas Sempadan Sungai, 13 Bangunan Dibongkar BBWS Bengawan Solo

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penertiban bangunan liar di sempadan Sungai Sat sisi barat, Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan digelar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Sebanyak 13 bangunan permanen, termasuk 2 kamar dan tempat parkir hotel serta ruko, dibongkar karena menyalahi aturan serta berdiri tanpa izin. Wahyana, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) SDA […]

    Bagikan
  • Purna Tugas Dirut Perumdam Madiun Paparkan Kinerja, Pendapatan Belum Tercapai, Laba Tetap Meningkat

    Purna Tugas Dirut Perumdam Madiun Paparkan Kinerja, Pendapatan Belum Tercapai, Laba Tetap Meningkat

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia |Kota Madiun – Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto resmi purna tugas dari jabatannya. Usai dilantik pada 2021 lalu, posisi pimpinan perusahaan plat merah tersebut bakal segera diganti. Dihadapan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun serta Dewan Pengawas, Suyoto mengakui target pendapatan perusahaan selama lima tahun terakhir belum sepenuhnya tercapai. […]

    Bagikan
expand_less