
Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko resmi dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025). Tak sendiri, Sugiri berangkat ke Jakarta bersama enam orang lainnya yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
Dari foto yang beredar, Sugiri tampak mengenakan rompi hitam yang biasa ia kenakan dalam kegiatan nonformal. Ia juga terlihat memakai masker putih dan mengatupkan kedua tangannya.
Di belakangnya tampak Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, yang mengenakan kemeja cokelat bercorak garis dan masker berwarna merah muda.
Turut pula dalam rombongan, Arif Pujiana, Kepala Bidang Mutasi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo. Ia terlihat mengenakan baju hijau dan masker putih.
Selain pejabat pemerintah, tampak pula Elly, adik kandung Bupati Sugiri Sancoko. Elly mengenakan pakaian loreng hijau dengan masker putih.
Dari unsur kesehatan, dr. Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, juga terlihat dalam rombongan. Ia tampak mengenakan jaket hitam dan berada di barisan belakang.
Selain mereka, dua orang lainnya yang disebut berasal dari pihak swasta juga ikut dibawa oleh tim KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa tim penindakan telah mengamankan sejumlah pihak dalam OTT di Ponorogo tersebut.
“Dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Ponorogo, hingga Jumat malam, tim berhasil mengamankan 13 orang,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, tidak semua pihak yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta.
“Tujuh orang di antaranya pagi ini dibawa ke Jakarta,” lanjutnya.
Hingga kini, KPK belum mengumumkan secara rinci kronologi penangkapan maupun barang bukti yang diamankan. Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Sugiri dan para pihak lain yang tertangkap tangan.(Ega/Krs).