Berita Terkini
Trending Tags

Tangis Haru Warnai Hari Pertama MPLS Sekolah Rakyat Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tangis haru warnai pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Ponorogo, Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Suasana haru mewarnai hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Ponorogo, Jumat (01/08/2025). Tangis pecah saat para peserta didik harus berpisah dengan keluarga demi menempuh pendidikan berasrama di sekolah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sejak pagi, ratusan wali murid mengantar anak-anak mereka yang akan menempuh pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Momen mengharukan terjadi ketika siswa-siswi berpamitan dan memohon doa restu kepada orang tua mereka sebelum memasuki lingkungan asrama.

Meski terasa berat, banyak wali murid yang bersyukur anak-anak mereka mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan secara gratis di Sekolah Rakyat. Program ini dinilai sangat membantu terutama bagi keluarga kurang mampu.

“Ya, sedikit terharu. Adik saya belum bisa mandiri. Tapi harapannya, dia di sini bisa lebih dewasa, mandiri, dan jadi pribadi yang lebih baik,” ujar Elis Setyawati, warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, yang mengantar adiknya masuk kelas 1 SMA program SR.

Elis menambahkan, adiknya sempat tidak sekolah karena keterbatasan biaya. Namun, berkat adanya Sekolah Rakyat, adiknya kini bisa kembali menempuh pendidikan formal.

Kepala Sekolah SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi rasa rindu mendalam atau homesick pada siswa, terutama yang masih di jenjang sekolah dasar. Salah satunya adalah melalui pendekatan personal dari 43 tenaga pendidik dan kependidikan yang bertugas.

“Mereka belum sepenuh hati melepaskan orang tuanya. Maka kami akan mengambil hati mereka terlebih dahulu, memahami keinginan mereka, baru secara bertahap kami kenalkan aturan sekolah,” ujar Devit.

Di awal masa pendidikan, para siswa akan menjalani MPLS selama dua pekan, termasuk tes kebugaran yang melibatkan petugas Dinas Kesehatan. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan sistem asrama dan pembiasaan hidup mandiri sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Di Ponorogo, sekolah ini menjadi harapan baru bagi banyak keluarga untuk menggapai masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati dan Wakil Bupati Magetan 2025–2030 Resmi Dilantik, Ini Pesan Gubernur Jatim

    Bupati dan Wakil Bupati Magetan 2025–2030 Resmi Dilantik, Ini Pesan Gubernur Jatim

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bupati dan Wakil Bupati Magetan periode 2025–2030 resmi dilantik Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat pada Jumat (23/05/2025) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Usai prosespanjang Pilkada 2024, Nanik Endang Rusminiarti dan Suyatni Priasmoro kini menduduki kursi Pimpinan di Pemerintah Kabupaten Magetan. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Reog dan Jaran Thek Perempuan Semarakan Hari Ibu di Ponorogo

    Reog dan Jaran Thek Perempuan Semarakan Hari Ibu di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Ibu di Kabupaten Ponorogo berlangsung berbeda dari biasanya. Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar upacara yang dirangkai dengan pertunjukan Reog Ponorogo dan Jaran Thek, yang seluruh pemainnya merupakan perempuan. Penampilan kesenian tradisional tersebut menyita perhatian peserta upacara dan masyarakat. Atraksi ini sengaja ditampilkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penegasan peran perempuan dalam […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Madiun, Dua Tewas Usai 2 Motor Adu Banteng

    Kecelakaan Maut di Madiun, Dua Tewas Usai 2 Motor Adu Banteng

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 2.206
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Madiun Kota pada Minggu (5/4/2026) pagi. Insiden yang melibatkan dua sepeda motor ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB di Jalan Raya Sawahan-Barat, tepatnya di Dusun Batur, Desa Bibrik, Kecamatan Jiwan, […]

    Bagikan
  • Tim Gegana Sterilkan Lokasi Ledakan di Ponorogo, Temukan Sisa Bahan Petasan

    Tim Gegana Sterilkan Lokasi Ledakan di Ponorogo, Temukan Sisa Bahan Petasan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia| Ponorogo — Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Timur diterjunkan untuk mendalami kasus ledakan petasan yang menewaskan satu orang di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Pemeriksaan dilakukan guna mensterilkan lokasi dari sisa bahan peledak sekaligus mengidentifikasi jenis bahan kimia yang digunakan. Penyisiran dilakukan pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Tim Gegana melakukan […]

    Bagikan
  • Polisi Buru Pembuang Bayi di Sawah Sumbergandu

    Polisi Buru Pembuang Bayi di Sawah Sumbergandu

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Misteri penelantaran bayi di area persawahan Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Selasa (15/4/2025) pagi, perlahan mulai terkuak. Satreskrim Polres Madiun kini tengah memburu pelaku yang tega membuang bayi laki-laki tak berdosa tersebut. Begitu mendapat laporan dari warga, polisi langsung bergerak cepat. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anton mengatakan, […]

    Bagikan
  • Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda sejumlah daerah berdampak langsung pada pasokan daging sapi di Pasar Sleko Kota Madiun. Para pedagang daging sapi mengeluhkan penurunan pasokan serta turunnya minat pembeli. Salah satu pedagang daging sapi, Hartanto, mengungkapkan dalam beberapa minggu terakhir pasokan daging sapi yang diterimanya menurun. “Biasanya […]

    Bagikan
expand_less