Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 245
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Entong atau kepompong ulat jati berwarna cokelat, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Datangnya musim hujan membawa aktivitas khas bagi warga di sekitar kawasan hutan jati Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Tumpukan daun jati kering yang berserakan di lantai hutan berubah menjadi habitat entong—kepompong ulat jati berwarna cokelat. Tidak hanya sebagai sumber pangan sekaligus rezeki musiman bagi warga.

Sejak pagi, para ibu rumah tangga tampak bergerombol di bawah tegakan pohon jati. Berbekal gelas plastik, besek, hingga kotak kecil sebagai wadah, mereka duduk lesehan atau jongkok sambil membalik daun-daun jati yang lembap. Dari balik tumpukan itulah entong ditemukan dan dipungut dengan tangan kosong. Kegiatan itu membutuhkan ketelatenan, namun bagi mereka sudah menjadi rutinitas musiman yang dinantikan.

Bagi Sumini, salah satu pencari entong, hadirnya musim hujan berarti datangnya kesempatan menambah penghasilan. Ia bersama ibu-ibu lainnya hampir setiap hari menyusuri hutan untuk mencari entong.

“Setiap awal musim hujan warga sini mencari entong di hutan. Entong bisa dimakan, biasanya saya masak oseng. Sekali mencari bisa dapat empat gelas, kadang lebih. Kalau dijual harganya dua puluh ribu per gelas. Musim entong memang jadi berkah,” jelas Sumini.

Hasil buruan yang melimpah kadang mereka konsumsi sendiri. Namun jika ada warga lain yang ingin membeli, entong dijual seharga Rp. 20.000 per gelas tanggung.

Bagi sebagian warga, entong bukan sekadar hasil buruan. Siva Miftahul Janah, seorang anak warga Banyubiru, mengaku sangat menyukai entong jati yang dimasak oleh neneknya. “Ini lagi makan entong jati pakai nasi hangat, rasanya gurih. Kalau libur sekolah saya juga ikut mencari entong,” ujar Siva sembari menikmati sepiring oseng entong.

Rasanya yang gurih membuat entong menjadi lauk sederhana namun digemari, terutama ketika disantap selagi hangat saat musim hujan.

Meski menjadi sumber kebahagiaan dan pemasukan tambahan, musim entong jati berlangsung sangat singkat. Biasanya hanya sekitar satu minggu sebelum populasi kepompong menghilang. Karena itu, warga memanfaatkan waktu dari pagi hingga sore untuk mencari sebanyak mungkin selagi masih ada.

Bagi masyarakat Banyubiru, tradisi berburu entong bukan hanya soal pangan. Namun menjadi bagian dari ritme hidup warga sekitar hutan jati perpaduan antara kearifan lokal, ketekunan, dan rasa syukur atas berkah kecil dari alam. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 38 SDN di Madiun Bakal Diregrouping Pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Dindikbud Tunggu Terbitnya SK

    38 SDN di Madiun Bakal Diregrouping Pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Dindikbud Tunggu Terbitnya SK

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun akan melakukan regrouping atau penggabungan 38 Sekolah Dasar (SD) negeri menjadi 19 lembaga pendidikan mulai tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diambil karena sejumlah sekolah berada dalam lokasi yang berdekatan dan memiliki jumlah peserta didik yang tidak seimbang. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 1 Wayut, Kecamatan Jiwan, […]

    Bagikan
  • Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Petani Sayur Magetan Ketiban Untung

    Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Petani Sayur Magetan Ketiban Untung

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah membawa dampak positif yang sangat terasa bagi petani di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Kebutuhan pasokan sayur untuk memenuhi program tersebut membuat harga sejumlah komoditas pertanian naik signifikan, bahkan mencapai hampir dua kali lipat. Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pacalan, Puriyanto, mengungkapkan bahwa MBG […]

    Bagikan
  • 10 Bus Balik Gratis Berangkat dari Terminal Purboyo Menuju Jabodetabek

    10 Bus Balik Gratis Berangkat dari Terminal Purboyo Menuju Jabodetabek

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) kembali memfasilitasi balik gratis bagi masyarakat. Seperti yang terlihat di Terminal Tipe A Purboyo Madiun pada Sabtu (05/04/2025), 10 bus balik gratis telah siap mengangkut sekitar 500 orang. Wali Kota Madiun, Maidi serta Amirulloh, Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Hubdat dan […]

    Bagikan
  • Puluhan Santri di Ngawi Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu Program MBG photo_camera 3

    Puluhan Santri di Ngawi Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu Program MBG

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebanyak 67 santri Madrasah Ibtidaiyah di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Mereka mengeluhkan mual, muntah, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan sehari sebelumnya. Data Dinas Kesehatan mencatat, 36 santri […]

    Bagikan
  • Satnarkoba Polres Madiun Kota Ungkap Kasus 1,1 Kg Sabu dan 243 Butir Ekstasi

    Satnarkoba Polres Madiun Kota Ungkap Kasus 1,1 Kg Sabu dan 243 Butir Ekstasi

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Madiun Kota berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika dalam jumlah besar. Agus Hepi (49), warga Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun, ditangkap dengan barang bukti 1.164,1 gram sabu-sabu dan 243 butir ekstasi. Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto, dalam konferensi pers pada Kamis (10/04/2025), menjelaskan […]

    Bagikan
  • Warga Binaan Kasus Narkoba Gelar Pernikahan di Dalam Lapas Kelas 1 Madiun

    Warga Binaan Kasus Narkoba Gelar Pernikahan di Dalam Lapas Kelas 1 Madiun

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Beredar foto pernikahan di Lapas Kelas I Madiun Jawa Timur. Dalam foto itu tampak mempelai pria berjas hitam adalah warga binaan (Wabin) kasus narkoba berinisial CL berasal dari Nganjuk.  Informasi dari sumber yang terpercaya, CL sebelumnya merupakan wabin di lapas Magetan kemudian dipindahkan ke Lapas Kelas I Madiun. CL melangsungkan […]

    Bagikan
expand_less