Berita Terkini
Trending Tags

Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 160
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Entong atau kepompong ulat jati berwarna cokelat, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Datangnya musim hujan membawa aktivitas khas bagi warga di sekitar kawasan hutan jati Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Tumpukan daun jati kering yang berserakan di lantai hutan berubah menjadi habitat entong—kepompong ulat jati berwarna cokelat. Tidak hanya sebagai sumber pangan sekaligus rezeki musiman bagi warga.

Sejak pagi, para ibu rumah tangga tampak bergerombol di bawah tegakan pohon jati. Berbekal gelas plastik, besek, hingga kotak kecil sebagai wadah, mereka duduk lesehan atau jongkok sambil membalik daun-daun jati yang lembap. Dari balik tumpukan itulah entong ditemukan dan dipungut dengan tangan kosong. Kegiatan itu membutuhkan ketelatenan, namun bagi mereka sudah menjadi rutinitas musiman yang dinantikan.

Bagi Sumini, salah satu pencari entong, hadirnya musim hujan berarti datangnya kesempatan menambah penghasilan. Ia bersama ibu-ibu lainnya hampir setiap hari menyusuri hutan untuk mencari entong.

“Setiap awal musim hujan warga sini mencari entong di hutan. Entong bisa dimakan, biasanya saya masak oseng. Sekali mencari bisa dapat empat gelas, kadang lebih. Kalau dijual harganya dua puluh ribu per gelas. Musim entong memang jadi berkah,” jelas Sumini.

Hasil buruan yang melimpah kadang mereka konsumsi sendiri. Namun jika ada warga lain yang ingin membeli, entong dijual seharga Rp. 20.000 per gelas tanggung.

Bagi sebagian warga, entong bukan sekadar hasil buruan. Siva Miftahul Janah, seorang anak warga Banyubiru, mengaku sangat menyukai entong jati yang dimasak oleh neneknya. “Ini lagi makan entong jati pakai nasi hangat, rasanya gurih. Kalau libur sekolah saya juga ikut mencari entong,” ujar Siva sembari menikmati sepiring oseng entong.

Rasanya yang gurih membuat entong menjadi lauk sederhana namun digemari, terutama ketika disantap selagi hangat saat musim hujan.

Meski menjadi sumber kebahagiaan dan pemasukan tambahan, musim entong jati berlangsung sangat singkat. Biasanya hanya sekitar satu minggu sebelum populasi kepompong menghilang. Karena itu, warga memanfaatkan waktu dari pagi hingga sore untuk mencari sebanyak mungkin selagi masih ada.

Bagi masyarakat Banyubiru, tradisi berburu entong bukan hanya soal pangan. Namun menjadi bagian dari ritme hidup warga sekitar hutan jati perpaduan antara kearifan lokal, ketekunan, dan rasa syukur atas berkah kecil dari alam. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akses Jalan Terputus, Rumah Warga Retak Akibat Longsor di Banaran

    Akses Jalan Terputus, Rumah Warga Retak Akibat Longsor di Banaran

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dampak longsor yang melanda Dusun Gondangsari, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, masih dirasakan warga hingga Sabtu (22/11/2025). Material longsor yang terjadi sehari sebelumnya menutup total akses jalan utama menuju pemukiman enam kepala keluarga (KK) di lingkungan Coban, sehingga mereka terisolir. Longsor terjadi pada Jumat (21/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Tanah sepanjang […]

    Bagikan
  • Soal Darus Salam, Pemdes Kradinan : Layak Dibantu, Tapi Bukan Prioritas Utama

    Soal Darus Salam, Pemdes Kradinan : Layak Dibantu, Tapi Bukan Prioritas Utama

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, memberikan penjelasan terkait Darus Salam (52), warga Dusun Gunting yang mengaku namanya tidak pernah tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos), meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Kepala Dusun Gunting, Titis Riaswati, mengatakan Darus Salam memang masuk dalam kategori warga yang layak menerima […]

    Bagikan
  • 23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program makan bergizi gratis (MBG) di jajaran Korem 081/DSJ terus meluas. Puluhan ribu pelajar telah menerima manfaat dari adanya program yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. “Saat ini dari 8 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang telah beroperasi, sudah mampu melayani 23.380 pelajar di 150 sekolah,” kata Kasrem 081/DSJ, […]

    Bagikan
  • H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Terpantau Padat, Puncak Arus Balik Diperkirakan 5-8 April

    H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Terpantau Padat, Puncak Arus Balik Diperkirakan 5-8 April

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – H+3 Lebaran, arus lalu lintas masuk Kota Madiun dari arah Nglames Kabupaten Madiun terpantau sangat padat. Menurut AKP Bambang Sriyono, Kapospam Nglames, lonjakan kepadatan disebabkan oleh banyaknya pemudik yang masih bersilaturahmi dengan keluarga maupun berkunjung ke tempat-tempat wisata. Selain itu, beberapa pengendara juga sudah mulai melakukan arus balik. “Arus lalu […]

    Bagikan
  • Fogging di SDN 02 Madiun Lor, 1 Guru dan 2 Murid Terjangkit DBD

    Fogging di SDN 02 Madiun Lor, 1 Guru dan 2 Murid Terjangkit DBD

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan Kota Madiun serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan SDN 02 Madiun Lor pada Kamis (05/06/2025) sebagai langkah antisipasi perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Kepala SDN 02 Madiun Lor, Yuli Sugianingsih, menjelaskan bahwa fogging dilakukan setelah ditemukannya kasus DBD di […]

    Bagikan
  • LKPJ 2025 Kota Madiun, SiLPA Tercatat Rp. 113 Miliar, Legislatif Bakal Bentuk Pansus

    LKPJ 2025 Kota Madiun, SiLPA Tercatat Rp. 113 Miliar, Legislatif Bakal Bentuk Pansus

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menyampaikan Nota Penjelasan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun pada Jumat (27/3/2026). Dalam laporan tersebut, realisasi pendapatan daerah tercatat melampaui target yang telah ditetapkan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa […]

    Bagikan
expand_less