MPFC Bekuk PSIL Lumajang, Uji Coba Jelang Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
- visibility 11
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dukungan penuh dari suporter Great Bull Boys menggema di Stadion Wilis dan menjadi energi tambahan bagi Madiun Putra FC (MPFC). Tim berjuluk Blue Force itu sukses meraih kemenangan meyakinkan 2–0 atas PSIL Lumajang dalam laga uji coba jelang bergulirnya Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur. Dua gol MPFC masing-masing dicetak oleh Adida Cahyono Putra dan Septian Randi.
Meski mencatat hasil positif, Asisten Pelatih MPFC Rendi Dwi Ardiyana menilai performa tim masih jauh dari kata sempurna. Menurutnya, sejumlah peluang emas terbuang sia-sia akibat lemahnya penyelesaian akhir. “Finishing masih harus kami poles. Latihan bersama coach Maura Hally akan difokuskan ke situ,” ungkap Rendi, Minggu (23/11/2025).
Ia menambahkan, tim masih membutuhkan rangkaian uji coba tambahan untuk menyempurnakan strategi sebelum memasuki kompetisi resmi. Saat ini manajemen tengah menjajaki beberapa opsi lawan yang dinilai cocok. “Persiapan kami terus dimatangkan agar saat kompetisi dimulai, tim sudah benar-benar siap,” jelas mantan gelandang MPFC itu.
Manajer MPFC, Unggul Akbar mengapresiasi kemenangan sekaligus catatan tanpa kebobolan. Namun, ia menegaskan evaluasi tetap menjadi bagian penting dari persiapan tim. “Skor memang memuaskan, tapi dari sisi permainan masih ada yang perlu dibenahi. Mental bertanding pemain juga harus diperkuat karena nantinya kita menjadi tuan rumah dalam home tournament,” ujarnya.
Unggul menambahkan, komposisi skuad masih dalam tahap penyempurnaan. Seleksi pemain inti maupun pelapis dilakukan secara berkelanjutan untuk menemukan formasi paling ideal. “Kami terus memilah pemain terbaik agar mendapatkan susunan yang paling solid,” tambahnya.
Di sisi lain, Pelatih PSIL Lumajang, Nanang Kurniawan, mengakui timnya belum tampil maksimal. Minimnya penyelesaian akhir serta belum terbentuknya chemistry antarpemain menjadi faktor kekalahan. “Persiapan kami cukup singkat, jadi kekompakan belum terlihat optimal,” terangnya. (Sur/Krs)
- Penulis: Kriswanto


