
Sinergia | Kab.Madiun – Kasus dugaan penipuan pembelian gabah terjadi di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jumat malam (21/11/2025). Marjoko, anak dari korban bernama Katiyem, membeberkan kronologi lengkap kejadian yang membuat gabah milik ibunya raib dibawa truk tanpa pembayaran.
Menurut Marjoko, ibunya dijanjikan transaksi pembelian gabah oleh seseorang yang mengaku bernama Heru. Keduanya sempat berkomunikasi melalui telepon sekitar pukul 13.00 WIB. Heru kemudian mengarahkan orang suruhannya, Dwi, untuk datang ke lokasi gabah pada pukul 19.00 WIB.
“Saat tiba, orangnya Pak Heru sudah diberi tahu bahwa gabah bisa dibawa setelah uang dibayar lunas ke ibu saya. Dia jawab ‘iya’,” ujar Marjoko Senin (24/11/2025).
Namun, setelah proses penimbangan selesai, truk yang mengangkut gabah seberat 10 ton 7 kuintal 24 kilogram justru langsung melaju tanpa menyelesaikan pembayaran. Marjoko dan keluarga sempat mencoba menghentikan truk bernopol AG 8510 AJ tersebut, tetapi dihalangi oleh Dwi.
“Truk sudah penuh ditimbang, tapi uang belum ditransfer. Saat kami hentikan, orangnya Pak Heru menghadang, bilang tidak perlu khawatir karena dia masih di sini,” jelasnya.
Meski terjadi ketegangan, truk tetap tancap gas meninggalkan lokasi. Sekitar 15 menit kemudian, keluarga berusaha mengejar hingga ke pintu tol, namun truk sudah tak ditemukan.
Marjoko menduga Dwi berusaha membuat alibi seolah-olah ia juga menjadi korban untuk lepas dari tanggung jawab.
“Ini modus. Di saat truk hendak kami hentikan, kami justru dihalangi,” tegasnya.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga melapor ke Polsek Wonoasri, sebelum akhirnya kasus ditangani lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Madiun.
“Iya, betul. Ini penipuan segitiga. Masih dalam penyelidikan. Kami sudah mintai keterangan pelapor dan saksi-saksi. Untuk pelaku masih dalam lidik,” ujar Kanit Pidum Polres Madiun, Ipda Ichsan Novianto.
Keluarga berharap gabah milik Katiyem dapat ditemukan dan pelaku bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
Korban diketahui berasal dari Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, sementara lokasi kejadian berada di Purwosari, Wonoasri, tepat di barat kompleks Pemerintah Kabupaten Madiun.
Tova Pradana – Sinergia