Berita Terkini
Trending Tags

Usai Insiden Dugaan Keracunan MBG, Wali Murid Minta Program MBG Dievaluasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Salah Satu Siswi Masih Dilakukan Perawatan Pasca Insiden Dugaan Keracunan, Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Rabu (26/11/2025). Kejadian yang berulang ini memicu kekhawatiran mendalam dari para wali murid. Kecemasan muncul terutama dari para orang tua siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Gemarang.

Mereka menilai insiden keracunan tak lagi bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan anak-anak. Muntiani, wali murid SMPN 2 Kedunggalar, mengaku terpukul setelah dua anaknya mengalami sakit perut dan muntah-muntah usai menyantap hidangan MBG di sekolah. Ia tak menyangka program yang disebut-sebut memberi nutrisi tambahan justru memunculkan persoalan baru.

“Menurut saya, program ini lebih baik dihentikan dulu. Untuk urusan makanan, saya bisa memastikan anak-anak saya mendapatkan bekal yang layak setiap hari,” tuturnya dengan suara cemas.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak awal sudah kurang setuju dengan pelaksanaan MBG, terlebih setelah mendengar kasus keracunan di sejumlah daerah. Karena itu, ia menegaskan tidak akan mengizinkan anak-anaknya kembali mengonsumsi hidangan MBG jika program tersebut tetap diterapkan.

“Kalau program ini berjalan lagi, anak-anak saya tidak akan saya perbolehkan ikut makan. Soal pilihan wali murid lain, itu urusan masing-masing,” katanya.

Kecemasan juga dirasakan Husen, wali murid lain yang anaknya masih duduk di kelas I SD. Ia baru mengetahui kondisi putrinya setelah mendapat kabar dari pihak sekolah bahwa anaknya sedang ditangani tenaga medis.

“Waktu diberi tahu kalau anak saya sampai harus diinfus, saya benar-benar kaget. Sebagai orang tua tentu saja saya merasa takut. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan di Puskesmas Gemarang, beberapa siswa sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Namun, sebagian lainnya masih mendapatkan perawatan intensif, termasuk pemberian oksigen dan obat-obatan untuk mengatasi gejala keracunan yang muncul.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembentukan Satgas TPPO, Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

    Pembentukan Satgas TPPO, Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kabupaten Magetan terus diperkuat. Polres Magetan menggandeng Pemerintah Kabupaten Magetan bersama sejumlah instansi terkait dalam kegiatan Advokasi Satgas TPPO yang digelar di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan Rabu (17/12/2025). Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menyampaikan bahwa kasus perdagangan orang perlu mendapat perhatian serius. […]

    Bagikan
  • Realisasi PBB Kabupaten Madiun Tembus 97 Persen, Sisa Rp700 Juta Masih Menunggak

    Realisasi PBB Kabupaten Madiun Tembus 97 Persen, Sisa Rp700 Juta Masih Menunggak

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun mencatat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 30 September 2025 mencapai Rp29,2 miliar. Angka itu sudah menyentuh 97,7 persen dari target tahun ini sebesar Rp30 miliar. “Ini capaian sementara karena input data masih berjalan. Kami optimis bisa mengamankan target PBB […]

    Bagikan
  • UNIPMA Luluskan 1.165 Wisudawan, Jadi Generasi Adaptif dan Inovatif

    UNIPMA Luluskan 1.165 Wisudawan, Jadi Generasi Adaptif dan Inovatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali menorehkan prestasi dengan meluluskan 1.165 wisudawan dalam Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Sekolah Pascasarjana Periode XVII, yang digelar di Graha Cendekia UNIPMA, Sabtu (25/10/2025). Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional yang sesungguhnya. Dalam sambutannya, Rektor […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal photo_camera 3

    Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Menjelang bulan Ramadan, berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Ngawi mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Cabai rawit menjadi komoditas dengan lonjakan paling drastis dan menjadi sorotan para pedagang maupun pembeli. Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Kamis (5/2/2026), harga cabai rawit kini menembus Rp95 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Jadi Tuan Rumah Pertama UI GreenCityMetric 2025, Raih Empat Penghargaan Sekaligus

    Kota Madiun Jadi Tuan Rumah Pertama UI GreenCityMetric 2025, Raih Empat Penghargaan Sekaligus

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun mencatat sejarah baru dengan menjadi tuan rumah pertama ajang UI GreenCityMetric 2025, sebuah forum penilaian kota berkelanjutan yang digagas Universitas Indonesia. Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan dilaksanakan di Hotel Mercure, Kamis (02/10/2025), diikuti oleh 71 pemerintah daerah dari berbagai penjuru tanah air. Wali Kota Madiun, Maidi, mendapat kesempatan membuka […]

    Bagikan
  • 1.823 Honorer Ponorogo Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu

    1.823 Honorer Ponorogo Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harapan ribuan tenaga honorer di Ponorogo akhirnya terwujud. Sebanyak 1.823 orang dipastikan segera berubah status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Jumlah tersebut sudah diverifikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) setelah diusulkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo. Dengan begitu, para honorer yang sebelumnya gagal […]

    Bagikan
expand_less