Berita Terkini
Trending Tags

Pemkab Magetan Luncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah untuk Tekan Timbunan 260 Ton Per Hari

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 93
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan resmi meluncurkan gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” sebagai langkah strategis menekan lonjakan sampah harian. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan resmi meluncurkan gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” sebagai langkah strategis menekan lonjakan sampah harian yang mencapai 260 ton per hari. Inisiatif ini sekaligus menjadi respons terhadap instruksi pemerintah pusat yang menyoroti meningkatnya ancaman darurat sampah di berbagai daerah.

Program ini menekankan kewajiban warga untuk memisahkan sampah organik dan anorganik langsung dari rumah tangga. Pemkab menilai, cara ini mampu mengurangi beban pengangkutan dan memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kini makin kritis.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa pemilahan sampah adalah langkah mutlak.

“Ada instruksi dari Presiden untuk menangani persoalan sampah secara serius. Karena itu kami membuat gerakan pilah sampah dari rumah, terutama untuk memisahkan sampah organik dan anorganik,” ujarnya.

Menurutnya, pemilahan sejak dari sumber akan mempermudah proses pengolahan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya melalui bank sampah.

“Jika berjalan baik, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat disetorkan ke bank sampah agar memiliki nilai ekonomi,” ungkap Bupati.

Image Not Found
Pemkab Magetan resmi meluncurkan gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” sebagai langkah strategis menekan lonjakan sampah harian. Foto : Kusnanto-Sinergia

Bupati Nanik menyebutkan bahwa kondisi TPA saat ini sudah mendekati penuh. Bila pola lama terus dipertahankan, kapasitas tambahan pun tidak akan bertahan lama.

“TPA kita sudah sesak. Kalau sampah masih tercampur seperti sekarang, sekalipun dibangun TPA baru, pasti cepat penuh. Padahal 70–80 persen sampah rumah tangga adalah organik dan seharusnya tidak masuk TPA,” jelasnya.

Dengan pemilahan konsisten, sampah organik dapat langsung diarahkan ke rumah kompos di tingkat kecamatan, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan, Saif Muchlisun, menegaskan bahwa program ini terintegrasi hingga tingkat desa dan kelurahan melalui pembentukan pokja kebersihan.

“Setiap desa dan kelurahan wajib memiliki pokja kebersihan. Untuk pilot project, kami prioritaskan wilayah yang sudah memiliki KSM dan pokja,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab mulai menerapkan aturan tegas terkait pengambilan sampah.

“Mulai sekarang pengambilannya terjadwal, dan warga wajib memilah. Kalau tidak terpilah, tidak kami ambil. Ini untuk memudahkan pengelolaan sekaligus mengurangi sampah yang masuk TPA,” tambahnya.

Saat ini petugas kebersihan sudah melakukan pemilahan di lapangan, namun pemerintah menilai hal tersebut tidak cukup karena pemisahan harus dimulai dari warga.

Saif memaparkan bahwa volume sampah di Magetan cukup besar. “Lima puluh ton per hari masuk TPA, sementara total produksinya mencapai dua ratus enam puluh ton per hari. Area kota sudah terkelola 99,9 persen, tetapi di tingkat kabupaten baru sekitar 70 persen. Sisanya 30 persen belum terkelola dan masih dibuang sembarangan,” tandasnya.

Pemkab menargetkan seluruh desa dan kelurahan segera mengaktifkan pokja kebersihan dan menerapkan pemilahan sampah agar target nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dapat tercapai.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocah 4 Tahun Hilang Saat Istirahat Sekolah, Ditemukan Meninggal di Bengawan Madiun

    Bocah 4 Tahun Hilang Saat Istirahat Sekolah, Ditemukan Meninggal di Bengawan Madiun

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Peristiwa tragis menimpa seorang anak berusia empat tahun di Kabupaten Madiun. Bocah bernama Arya Najmut Sakieb Hamdiyya ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Bengawan Madiun, tepatnya di Desa Banget Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi pada Jumat (08/08/2025), setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya. Lokasi penemuan jasad korban berjarak sekitar lima kilometer dari […]

    Bagikan
  • Terjebak Di Dalam Sumur Sawah Sedalam 5 Meter, Kakek 66 Tahun Di Ngawi Ditemukan Selamat

    Terjebak Di Dalam Sumur Sawah Sedalam 5 Meter, Kakek 66 Tahun Di Ngawi Ditemukan Selamat

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Peristiwa penuh haru sekaligus menegangkan terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seorang kakek berusia 66 tahun yang sempat dinyatakan hilang sejak Kamis (15/1/2026) sore, ditemukan selamat pada Jum’at (16/1/2026) pagi. Harjo Suwito terjebak semalaman di dasar sumur sawah sedalam sekitar lima meter. Warga yang menyaksikan evakuasi dibuat terkejut karena sebelumnya mengira […]

    Bagikan
  • Pengendara Motor di Ngawi Tewas Usai Bertabrakan dengan Truk

    Pengendara Motor di Ngawi Tewas Usai Bertabrakan dengan Truk

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Nasib naas dialami oleh pengendara motor M.R Heri Santoso (48), warga Gaya Baru VIII, Kabupaten Lampung Tengah di Jalan Raya Ngawi – Karangjati, tepatnya wilayah Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman pada Jumat (04/07/2025). Korban tewas seketika usai bertabrakan dengan truk Hino boks bernomor polisi L-9498-UO yang dikemudikan Hendi Hendroyono (44), warga […]

    Bagikan
  • Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Madiun mengalami kekurangan murid. Fenomena ini disorot oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi, yang menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menurut Slamet, fenomena tersebut bukanlah persoalan serius selama anak-anak […]

    Bagikan
  • Estafet Kepemimpinan di Polres Madiun Bergulir, Sejumlah Perwira Diganti

    Estafet Kepemimpinan di Polres Madiun Bergulir, Sejumlah Perwira Diganti

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Rotasi jabatan kembali bergulir di tubuh Polres Madiun. Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama di Lapangan Tri Brata, Mapolres Madiun, Jumat (11/4/2025). Wakapolres Madiun kini dijabat oleh Kompol Mukhamad Lutfi yang sebelumnya menjabat Wakapolres Probolinggo Kota, menggantikan Kompol Mohammad Asrori […]

    Bagikan
  • Ribuan Pengunjung Nikmati Liburan di Kawasan PSC

    Ribuan Pengunjung Nikmati Liburan di Kawasan PSC

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun kini menjadi salah satu tempat wisata yang di padati pengunjung dari berbagai daerah. Terlebih pada momen libur lebaran saat ini, ribuan pengunjung menikmati suasana malam PSC dengan lampu-lampu hiasnya. Di PSC para wisatawan di manjakan dengan miniatur ikon dunia seperti Patung Liberty, Patung […]

    Bagikan
expand_less