Kamis, 29 Okt 2026
Trending Tags

Gara-Gara Regulasi Baru Kemenkeu (PMK 81/2025), 22 Desa di Magetan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 281
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Imbas regulasi baru kemenkeu, 22 desa di Magetan terhambat cairkan dana desa tahap II, Foto: Istimewa

Sinergia | Magetan – Menjelang akhir tahun 2025, sebanyak 22 desa di Kabupaten Magetan menghadapi hambatan serius. Mereka belum dapat mencairkan Dana Desa (DD) Tahap II Non Earmark. Persoalan ini muncul setelah pemerintah pusat, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menerbitkan regulasi baru tentang penyaluran dana desa.

Regulasi yang menjadi biang masalah ini adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Aturan tersebut, secara spesifik Pasal 29B, menetapkan bahwa penyaluran Dana Desa Non Earmark dihentikan per tanggal 17 September 2025. Dampak dari regulasi ini langsung terasa hingga tingkat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Magetan, Eko Muryanto, membenarkan adanya persoalan ini. Ia menyebut sekitar dua lusin desa belum dapat melanjutkan proses pencairan Dana Desa Non Earmark. “Totalnya ada 22 desa yang masih terkendala pencairan DD Non Earmark. Mereka tersebar di sepuluh kecamatan,” ujar Eko Muryanto, Jumat (5/12/2025).

Desa-desa yang terdampak oleh PMK 81/2025 antara lain: Banjarejo, Banyudono, Ngariboyo, Selopanggung, Bedagung, Ngiliran, Bulu, Pojoksari, Truneng, Ngunut, Jambangan, Ngadirejo, Bogem, Candirejo, Purwosari, Klagen, Kartoharjo, Sidorejo, Getasanyar, dan Taji.

Kecamatan yang mencakup desa-desa bermasalah tersebut yakni Ngariboyo, Magetan, Karas, Sidorejo, Parang, Sukomoro, Panekan, Kawedanan, Barat, dan Kartoharjo.

Eko menjelaskan bahwa dalam struktur Dana Desa terdapat dua jenis alokasi: Earmark dan Non Earmark. “Dana Earmark itu sifatnya wajib karena sudah diarahkan oleh pemerintah pusat, misalnya untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), penanganan stunting, atau ketahanan pangan (sekitar 30-40% dari total DD). Sementara Non Earmark (sekitar 60-70%) lebih lentur karena diserahkan ke desa sesuai kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan lokal,” terangnya.

Jenis Non Earmark inilah yang terdampak langsung oleh aturan baru Kemenkeu. Padahal, dana ini merupakan sumber fleksibel yang vital bagi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Eko menambahkan bahwa Dinas PMD Magetan akan segera mengambil langkah proaktif untuk membantu desa menyesuaikan diri dengan regulasi yang baru agar urusan administrasi tidak lagi menjadi penghambat.

“Kami akan mendampingi supaya desa dapat menata ulang perencanaan dan realisasi anggarannya sesuai ketentuan terbaru,” katanya.

Dengan adanya perubahan sistem penyaluran ini, Pemerintah Desa di Magetan kini harus melakukan penyesuaian cepat agar program pembangunan lokal yang telah direncanakan tidak terbengkalai menjelang penutupan tahun anggaran. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD dan Pemkot Madiun Bahas APBD 2026, Walikota Maidi Tetap Optimistis Hadapi Penurunan TKD Rp183,4 Miliar

    DPRD dan Pemkot Madiun Bahas APBD 2026, Walikota Maidi Tetap Optimistis Hadapi Penurunan TKD Rp183,4 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, Jumat (31/10/2025). Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD menyoroti penurunan signifikan pada transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai Rp. 183,4 miliar. […]

    Bagikan
  • Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Ngawi Kerahkan 460 Personel Amankan Pengesahan Warga Baru IKSPI

    Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Ngawi Kerahkan 460 Personel Amankan Pengesahan Warga Baru IKSPI

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Polres Ngawi Polda Jawa Timur menurunkan sebanyak 460 personel untuk mengamankan jalannya kegiatan pengesahan warga baru perguruan silat Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti yang akan melintas menuju Kabupaten Madiun, Kamis (31/07/2025). Langkah pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi […]

    Bagikan
  • Jika Nekad Beroperasi, Satpol PP Pemkab Madiun Ancam Segel PT Wah Lung Indonesia

    Jika Nekad Beroperasi, Satpol PP Pemkab Madiun Ancam Segel PT Wah Lung Indonesia

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dugaan pembangkangan terhadap perintah pemerintah daerah mencuat dalam aktivitas pembangunan yang dilakukan PT Wah Lung Indonesia di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Satpol PP bahkan mengancam siap menyegelnya. Kepala Satpol PP Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. “Nanti kami akan turun untuk memastikan kondisi […]

    Bagikan
  • Ditinggal ke Pasar, Empat Rumah Perajin Tempe di Ngawi Terbakar Hebat

    Ditinggal ke Pasar, Empat Rumah Perajin Tempe di Ngawi Terbakar Hebat

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran menghanguskan empat rumah semi permanen milik perajin tempe di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026) pagi. Kebakaran terjadi saat rumah dalam kondisi kosong karena para penghuninya pergi ke pasar untuk berjualan tempe. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan […]

    Bagikan
  • Soal Kepala Daerah Tak Ikut Retreat, Budiman Sudjatmiko : Kesetiaan Pada Partai Akan Berakhir, Ketika Kesetiaan Pada Negara Dimulai

    Soal Kepala Daerah Tak Ikut Retreat, Budiman Sudjatmiko : Kesetiaan Pada Partai Akan Berakhir, Ketika Kesetiaan Pada Negara Dimulai

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ketidak ikut sertaan sejumlah kepala daerah di Indonesia dalam acara orientasi atau retreat di Akmil Magelang Jawa Tengah mendapat sorotan sejumlah tokoh. Mantan Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, juga menyayangkan para kepala daerah dari PDIP yang tidak mengikuti instruksi Presiden Prabowo tersebut.  Mantan Aktivis era 98 itu menyebut  ketidakhadiran mereka […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Motor Vs Truk Boks di Takeran Magetan, Pemotor Meninggal Dunia

    Kecelakaan Motor Vs Truk Boks di Takeran Magetan, Pemotor Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk boks terjadi di Jalan Raya Kawedanan–Takeran, tepatnya di depan Bidan Palupi Cahyorini, Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor Honda Supra, DRS (21), warga Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, meninggal dunia. Korban […]

    Bagikan
expand_less