Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Gara-Gara Regulasi Baru Kemenkeu (PMK 81/2025), 22 Desa di Magetan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Imbas regulasi baru kemenkeu, 22 desa di Magetan terhambat cairkan dana desa tahap II, Foto: Istimewa

Sinergia | Magetan – Menjelang akhir tahun 2025, sebanyak 22 desa di Kabupaten Magetan menghadapi hambatan serius. Mereka belum dapat mencairkan Dana Desa (DD) Tahap II Non Earmark. Persoalan ini muncul setelah pemerintah pusat, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menerbitkan regulasi baru tentang penyaluran dana desa.

Regulasi yang menjadi biang masalah ini adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Aturan tersebut, secara spesifik Pasal 29B, menetapkan bahwa penyaluran Dana Desa Non Earmark dihentikan per tanggal 17 September 2025. Dampak dari regulasi ini langsung terasa hingga tingkat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Magetan, Eko Muryanto, membenarkan adanya persoalan ini. Ia menyebut sekitar dua lusin desa belum dapat melanjutkan proses pencairan Dana Desa Non Earmark. “Totalnya ada 22 desa yang masih terkendala pencairan DD Non Earmark. Mereka tersebar di sepuluh kecamatan,” ujar Eko Muryanto, Jumat (5/12/2025).

Desa-desa yang terdampak oleh PMK 81/2025 antara lain: Banjarejo, Banyudono, Ngariboyo, Selopanggung, Bedagung, Ngiliran, Bulu, Pojoksari, Truneng, Ngunut, Jambangan, Ngadirejo, Bogem, Candirejo, Purwosari, Klagen, Kartoharjo, Sidorejo, Getasanyar, dan Taji.

Kecamatan yang mencakup desa-desa bermasalah tersebut yakni Ngariboyo, Magetan, Karas, Sidorejo, Parang, Sukomoro, Panekan, Kawedanan, Barat, dan Kartoharjo.

Eko menjelaskan bahwa dalam struktur Dana Desa terdapat dua jenis alokasi: Earmark dan Non Earmark. “Dana Earmark itu sifatnya wajib karena sudah diarahkan oleh pemerintah pusat, misalnya untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), penanganan stunting, atau ketahanan pangan (sekitar 30-40% dari total DD). Sementara Non Earmark (sekitar 60-70%) lebih lentur karena diserahkan ke desa sesuai kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan lokal,” terangnya.

Jenis Non Earmark inilah yang terdampak langsung oleh aturan baru Kemenkeu. Padahal, dana ini merupakan sumber fleksibel yang vital bagi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Eko menambahkan bahwa Dinas PMD Magetan akan segera mengambil langkah proaktif untuk membantu desa menyesuaikan diri dengan regulasi yang baru agar urusan administrasi tidak lagi menjadi penghambat.

“Kami akan mendampingi supaya desa dapat menata ulang perencanaan dan realisasi anggarannya sesuai ketentuan terbaru,” katanya.

Dengan adanya perubahan sistem penyaluran ini, Pemerintah Desa di Magetan kini harus melakukan penyesuaian cepat agar program pembangunan lokal yang telah direncanakan tidak terbengkalai menjelang penutupan tahun anggaran. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Rp. 313 Juta untuk Seragam DPRD Magetan di Tengah Efisiensi

    Anggaran Rp. 313 Juta untuk Seragam DPRD Magetan di Tengah Efisiensi

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan tetap mengalokasikan dana ratusan juta rupiah untuk pengadaan seragam dinas anggota dewan. Tahun ini, sebanyak 45 anggota DPRD Magetan kembali menerima seragam dinas baru dengan total anggaran mencapai Rp. 313,4 juta. Meski jumlah stel […]

    Bagikan
  • Longsor di Kawasan Wisata Telaga Sarangan, Tutup Akses Jalan

    Longsor di Kawasan Wisata Telaga Sarangan, Tutup Akses Jalan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Telaga Sarangan sejak Rabu sore (14/1/2026) hingga Kamis dini hari memicu terjadinya tanah longsor di jalur utama objek wisata tersebut. Peristiwa yang terjadi menjelang subuh itu diduga kondisi tanah tebing sudah jenuh air dan diperparah hembusan angin kencang. Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sarangan, Supriyanto, […]

    Bagikan
  • Ini Cara Unik Jemaah Haji di Ponorogo untuk Mengenali Koper

    Ini Cara Unik Jemaah Haji di Ponorogo untuk Mengenali Koper

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang keberangkatan ibadah haji, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Ponorogo mulai menyerahkan koper mereka ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo pada Rabu (14/05/2025). Suasana pengumpulan koper berlangsung unik, lantaran banyak koper yang dihiasi dengan berbagai aksesori, mulai dari boneka hingga foto diri bersama keluarga. Inisiatif ini datang dari Kelompok […]

    Bagikan
  • Dugaan Korupsi Dana BOS, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Ditahan

    Dugaan Korupsi Dana BOS, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Ditahan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo — Tabir dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SMK PGRI 2 Ponorogo akhirnya tersingkap. Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo resmi menahan Syamhudi Arifin, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Senin (28/04/2025). Penahanan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan maraton sejak pukul 10.00 WIB. Penyidik akhirnya memutuskan untuk menahan Syamhudi Arifin […]

    Bagikan
  • Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

    Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Setelah sempat dinyatakan hilang selama dua hari karena hanyut terbawa arus sungai, Sri Wahyuni (53), warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Jumat (24/10/2025) pagi. Ia ditemukan tergeletak lemas di area kebun tebu, sekitar 300 meter dari titik awal dilaporkan hanyut. Pencarian yang dilakukan oleh tim […]

    Bagikan
  • Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Baru Magetan Lantai 2 Bertahan Ditengah Ekonomi Lesu

    Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Baru Magetan Lantai 2 Bertahan Ditengah Ekonomi Lesu

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi lantai dua Pasar Baru Magetan kian memprihatinkan. Deretan los tampak tertutup rapat dengan gembok, sementara sebagian lainnya kosong tanpa penghuni. Situasi tersebut menjadi potret suram dari perputaran ekonomi yang tak kunjung bergairah di pusat perdagangan milik pemerintah daerah ini. Sejumlah pedagang mengaku hanya bisa bertahan meski pembeli jarang terlihat naik […]

    Bagikan
expand_less