Berita Terkini
Trending Tags

Gara-Gara Regulasi Baru Kemenkeu (PMK 81/2025), 22 Desa di Magetan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Imbas regulasi baru kemenkeu, 22 desa di Magetan terhambat cairkan dana desa tahap II, Foto: Istimewa

Sinergia | Magetan – Menjelang akhir tahun 2025, sebanyak 22 desa di Kabupaten Magetan menghadapi hambatan serius. Mereka belum dapat mencairkan Dana Desa (DD) Tahap II Non Earmark. Persoalan ini muncul setelah pemerintah pusat, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menerbitkan regulasi baru tentang penyaluran dana desa.

Regulasi yang menjadi biang masalah ini adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Aturan tersebut, secara spesifik Pasal 29B, menetapkan bahwa penyaluran Dana Desa Non Earmark dihentikan per tanggal 17 September 2025. Dampak dari regulasi ini langsung terasa hingga tingkat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Magetan, Eko Muryanto, membenarkan adanya persoalan ini. Ia menyebut sekitar dua lusin desa belum dapat melanjutkan proses pencairan Dana Desa Non Earmark. “Totalnya ada 22 desa yang masih terkendala pencairan DD Non Earmark. Mereka tersebar di sepuluh kecamatan,” ujar Eko Muryanto, Jumat (5/12/2025).

Desa-desa yang terdampak oleh PMK 81/2025 antara lain: Banjarejo, Banyudono, Ngariboyo, Selopanggung, Bedagung, Ngiliran, Bulu, Pojoksari, Truneng, Ngunut, Jambangan, Ngadirejo, Bogem, Candirejo, Purwosari, Klagen, Kartoharjo, Sidorejo, Getasanyar, dan Taji.

Kecamatan yang mencakup desa-desa bermasalah tersebut yakni Ngariboyo, Magetan, Karas, Sidorejo, Parang, Sukomoro, Panekan, Kawedanan, Barat, dan Kartoharjo.

Eko menjelaskan bahwa dalam struktur Dana Desa terdapat dua jenis alokasi: Earmark dan Non Earmark. “Dana Earmark itu sifatnya wajib karena sudah diarahkan oleh pemerintah pusat, misalnya untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), penanganan stunting, atau ketahanan pangan (sekitar 30-40% dari total DD). Sementara Non Earmark (sekitar 60-70%) lebih lentur karena diserahkan ke desa sesuai kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan lokal,” terangnya.

Jenis Non Earmark inilah yang terdampak langsung oleh aturan baru Kemenkeu. Padahal, dana ini merupakan sumber fleksibel yang vital bagi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Eko menambahkan bahwa Dinas PMD Magetan akan segera mengambil langkah proaktif untuk membantu desa menyesuaikan diri dengan regulasi yang baru agar urusan administrasi tidak lagi menjadi penghambat.

“Kami akan mendampingi supaya desa dapat menata ulang perencanaan dan realisasi anggarannya sesuai ketentuan terbaru,” katanya.

Dengan adanya perubahan sistem penyaluran ini, Pemerintah Desa di Magetan kini harus melakukan penyesuaian cepat agar program pembangunan lokal yang telah direncanakan tidak terbengkalai menjelang penutupan tahun anggaran. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Beruntun di Tol Solo–Ngawi, Satu Tewas dan Satu Luka

    Kecelakaan Beruntun di Tol Solo–Ngawi, Satu Tewas dan Satu Luka

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi Km 564+600 A wilayah Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 04.45 WIB. Insiden pada dini hari itu menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya luka-luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, membenarkan adanya peristiwa tersebut. […]

    Bagikan
  • Apel Pagi, Bupati Madiun Singgung Program Sehat, Resik, dan Indah Bukan Hanya Slogan

    Apel Pagi, Bupati Madiun Singgung Program Sehat, Resik, dan Indah Bukan Hanya Slogan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemkab Madiun kembali menggelar apel pagi di halaman pusat pemerintahan (Puspem), Mejayan. Dalam arahannya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto sempat menyingung terkait tata kelola kebersihan.  Bupati juga mengingatkan kaitannya dengan Progam Selasa Jumat, Aman, Sehat, Resik dan Indah (Selamat ASRI) hendaknya bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan harus menjadi sebuah budaya.  “Namanya […]

    Bagikan
  • Toko Emas dan Kosmetik di Magetan Dibobol Pencuri, Gasak Uang dan Emas Senilai Rp1 Miliar

    Toko Emas dan Kosmetik di Magetan Dibobol Pencuri, Gasak Uang dan Emas Senilai Rp1 Miliar

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pencurian terjadi di sebuah toko emas dan kosmetik yang berada di Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, pada Rabu (14/1/2026) dini hari. Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp30 juta serta perhiasan emas dengan estimasi berat mencapai satu kilogram. Peristiwa ini terungkap saat salah satu karyawan, Anggi, membuka toko […]

    Bagikan
  • Plafon Roboh, Rapat Paripurna DPRD Ponorogo Dipindah ke Aula Bappeda

    Plafon Roboh, Rapat Paripurna DPRD Ponorogo Dipindah ke Aula Bappeda

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Rapat paripurna DPRD Ponorogo, Senin (24/03/2025), digelar di aula Bappeda Litbang Pemkab Ponorogo. Pemindahan lokasi dilakukan karena ruang rapat paripurna di gedung dewan mengalami kerusakan pada bagian plafon. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno menjelaskan kerusakan terjadi akibat usia bangunan yang telah mencapai 12 tahun. Penyangga plafon yang mulai aus […]

    Bagikan
  • Pria di Magetan Tewas Disengat Tawon Vespa saat Bersih-Bersih Kebun

    Pria di Magetan Tewas Disengat Tawon Vespa saat Bersih-Bersih Kebun

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Nasib nahas dialami Lestari Widodo warga Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Pria 49 tahun itu meninggal dunia setelah disengat tawon vespa pada Selasa (4/2/2025). Kapolsek Barat, AKP Bayu Nirbaya Bhakti mengatakan korban sebelumnya diketahui sedang membersihkan kebun di belakang rumahnya.  “Korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Madiun, namun […]

    Bagikan
  • Bagikan Bendera Merah Putih, Kapolsek Wungu Ajak Warga Tingkatkan Rasa Nasionalis Jelang HUT ke-80 RI

    Bagikan Bendera Merah Putih, Kapolsek Wungu Ajak Warga Tingkatkan Rasa Nasionalis Jelang HUT ke-80 RI

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Wungu menggelar aksi pembagian bendera Merah Putih kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 7 Agustus 2025 bersama jajaran TNI dan Kecamatan Wungu di Jalan Raya Perbatasan Kota- Kabupaten Madiun. Kapolsek […]

    Bagikan
expand_less