Pemkot Madiun Percepat Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- visibility 16
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Upaya pemerintah Kota Madiun dalam meminimalkan risiko banjir kembali dilakukan melalui program normalisasi sungai. Langkah tersebut digencarkan sebagai bagian dari mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat dalam waktu dekat.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPUPR Kota Madiun, Dwi Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa pekerjaan utama pada program ini adalah pengerukan endapan di dasar sungai. “Fokusnya adalah mengurangi sedimentasi. Dengan begitu, penampang basah sungai bisa lebih lebar sehingga aliran air lebih lancar dan risiko luapan menurun,” terang Inug, sapaan akrabnya, Senin (08/12/2025).
Tahun ini, normalisasi dilakukan di beberapa titik aliran sungai. Salah satunya di jalur Pilangbango menuju perbatasan Rejomulyo dengan jarak hampir dua kilometer. Selain itu, pengerukan juga dikerjakan di wilayah Banjarejo serta Manguharjo. “Setiap kecamatan kami alokasikan dua paket pekerjaan. Nilainya sekitar Rp. 200 juta untuk proses pengedukan,” ujarnya.
Target penyelesaian seluruh pekerjaan ditetapkan antara dua hingga tiga minggu. Menurut Inug, penentuan lokasi setiap tahun dilakukan berdasarkan analisis pola aliran sungai. “Normalisasi memang rutin kami laksanakan. Prinsipnya dimulai dari bagian hilir. Tahun lalu dari Tawangrejo, lalu berlanjut ke Pilangbango untuk Kartoharjo. Di Banjarejo dimulai dari hilir Jalan Diponegoro hingga Selarangan, sedangkan Manguharjo dikerjakan dari Apotek Sugihwaras–Sogaten hingga wilayah Manguharjo,” jelasnya.
Ia menambahkan, percepatan normalisasi juga menjadi arahan langsung dari wali kota dalam rapat koordinasi penanganan bencana. Pemerintah diminta bergerak cepat membersihkan drainase serta memantau timbunan sedimen di sungai. “Ada potensi siklon dan cuaca hidrometeorologi. Karena itu beberapa drainase harus segera dibersihkan dan proses pengerukan sedimen sungai dipercepat,” tegasnya. (Sur/Krs)
- Penulis: Kriswanto

