Berita Terkini
Trending Tags

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Magetan Jelang Nataru, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Sayur Magetan mengalami kenaikan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Sayur Magetan mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Para pedagang menyebut lonjakan ini dipicu oleh intensitas hujan yang mulai tinggi, menyebabkan banyak tanaman rusak dan gagal panen.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit dari sebelumnya berkisar Rp. 45–50 ribu per kilogram kini melambung menjadi Rp. 95–100 ribu per kilogram. Sementara harga cabai keriting yang awalnya Rp35–40 ribu per kilogram naik menjadi Rp65–70 ribu per kilogram.

Komoditas bawang merah juga tak luput dari kenaikan. Dari harga awal Rp40–45 ribu per kilogram, kini menjadi Rp55–60 ribu per kilogram. Lonjakan ini terjadi sejak sepekan terakhir, bahkan sebelum memasuki Desember.

Warsi, salah satu pedagang di Pasar Sayur Magetan, membenarkan tingginya harga-harga tersebut. “Harga cabai rawit sekarang untuk eceran sekitar 95 sampai 100 ribu rupiah per kilogram. Dari tengkulak harganya sudah mahal. Cabai keriting juga 65 sampai 70 ribu rupiah. Bawang merah sekarang 60 ribu rupiah per kilogram. Memang menjelang Natal dan tahun baru biasanya naik, tapi tingginya harga ini juga karena hujan, banyak petani gagal panen,” tuturnya, Senin (08/12/2025).

Ia menambahkan bahwa pasokan untuk pedagang kecil di Magetan mayoritas berasal dari tengkulak lokal, sementara pasokan besar biasanya diambil dari daerah lain seperti Kediri. Tak hanya cabai dan bawang merah, wortel turut mengalami kenaikan harga dan kini berada di kisaran Rp20–25 ribu per kilogram.

Parti, pedagang lainnya, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut membuat perilaku belanja pembeli berubah. “Biasanya beli satu kilogram, sekarang setengahnya saja. Mereka bilang harus hemat karena harga yang lain juga ikut naik. Yang masih stabil hanya bawang putih,” jelasnya.

Meski beberapa komoditas melonjak, sejumlah bahan dapur lain justru mengalami penurunan harga. Buncis yang sebelumnya Rp10–15 ribu per kilogram kini hanya sekitar Rp8 ribu. Kentang turun dari Rp17 ribu menjadi Rp15 ribu, sementara tomat merosot dari Rp15 ribu ke Rp12 ribu per kilogram.

Di tengah fluktuasi harga, pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi. Mereka berharap harga segera stabil, namun tetap memprediksi bahwa lonjakan akan berlanjut hingga puncak libur Natal dan pergantian tahun. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Ngrayun Seberangi Sungai Naik Gondola, Pemkab Usulkan Pembangunan Jembatan Permanen

    Warga Ngrayun Seberangi Sungai Naik Gondola, Pemkab Usulkan Pembangunan Jembatan Permanen

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aksi warga Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo yang menyeberangi sungai menggunakan gondola sempat viral di media sosial. Aktivitas tersebut dilakukan setiap hari, termasuk oleh anak-anak sekolah, meski dinilai berisiko dan membahayakan keselamatan. Kondisi ini terjadi setelah jembatan penghubung menuju wilayah Kabupaten Trenggalek putus. Warga terpaksa menggunakan gondola sebagai akses tercepat […]

    Bagikan
  • Didik Haryono Secara Aklamasi Pimpin Golkar Magetan, Targetkan 7 Kursi di Pemilu Mendatang

    Didik Haryono Secara Aklamasi Pimpin Golkar Magetan, Targetkan 7 Kursi di Pemilu Mendatang

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar akhirnya menutup proses pemilihan ketua DPD Magetan dengan keputusan aklamasi. Dalam agenda yang digelar di Surabaya pada Senin (08/12/2025), Didik Haryono resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Magetan periode 2025–2030. Dalam keterangannya, Didik mengungkapkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar yang kini ia emban. […]

    Bagikan
  • Sambut Bulan Suci Ramadan, Plt Wali Kota : Mari Saling Menghormati dan Jangan Main Petasan

    Sambut Bulan Suci Ramadan, Plt Wali Kota : Mari Saling Menghormati dan Jangan Main Petasan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seluruh umat muslim kini tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tak terkecuali bagi umat Islam di Kota Madiun. Menyambut awal bulan Ramadan, masyarakat menjalankan ibadah Sholat Tarawih di Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun pada Rabu (18/02/2026) malam. Dalam sholat Tarawih ini pun juga dihadiri oleh […]

    Bagikan
  • Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi berani seorang pengendara sepeda motor yang viral di media sosial berujung apresiasi dari kepolisian. Sri, perempuan yang terekam menghadang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) karena diduga hendak menerobos lampu merah, kini dianugerahi gelar “Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026”. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, […]

    Bagikan
  • Meledak, 4 Pelajar di Magetan Alami Luka Bakar saat Meracik Petasan

    Meledak, 4 Pelajar di Magetan Alami Luka Bakar saat Meracik Petasan

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Empat bocah usia SD dan SMP warga Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan mengalami luka bakar. Hal itu terjadi saat mereka meracik petasan pada Sabtu petang (05/04/2025). Para korban dengan luka bakar parah di sekujur tubuhnya, kini dalam perawatan intensif di RSUD dr. Sayidiman, Magetan. Menurut Hermanto, warga setempat, mulanya […]

    Bagikan
  • Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama photo_camera 3

    Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Awal tahun 2026, Kabupaten Magetan kembali menghadapi tingginya frekuensi kejadian bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 50 kejadian bencana dan peristiwa sepanjang 1–31 Januari 2026. Mayoritas di antaranya dipicu oleh cuaca ekstrem. BPBD melaporkan bahwa kejadian bencana terjadi hampir merata di seluruh kecamatan. Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah […]

    Bagikan
expand_less