Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Angka Kemiskinan Madiun Turun, Kok Jumlah Penduduk Miskin Bertambah ?

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 257
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penyaluran Bantuan Pangan terhadap keluarga miskin di Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu, Foto : Dok Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab.Madiun — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun merilis perkembangan terbaru indikator kemiskinan. Meski persentase penduduk miskin kembali turun, jumlah penduduk miskin justru meningkat. Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menjelaskan faktor di balik dinamika tersebut.

Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun tercatat 10,40 %, menurun dari 10,63 % pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun secara absolut, jumlah penduduk miskin naik menjadi 71,59 ribu jiwa, dibanding 73,15 ribu jiwa pada Maret 2024.

“Penurunan persentase terjadi, tetapi jumlah penduduk miskin bertambah karena populasi Kabupaten Madiun juga meningkat,” ujar Wisma Eka saat ditemui di ruangannya Rabu, (19/11/2025).

BPS juga mencatat kenaikan garis kemiskinan. Pada Maret 2025, garis kemiskinan di Kabupaten Madiun mencapai Rp. 476.506 per kapita per bulan, naik 3,4% dari Rp. 460.205 pada Maret 2024. Kenaikan ini mencerminkan naiknya kebutuhan dasar masyarakat.

Selain persentase dan jumlah penduduk miskin, dua indikator lain ikut dirilis yakni Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik dari 1,40 menjadi 1,71 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,25 menjadi 0,32.

Kenaikan kedua indeks ini menunjukkan bahwa sebagian penduduk miskin berada semakin jauh dari garis kemiskinan.

Jika dilihat sejak 2005,  Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka  menilai tren penurunan kemiskinan di Madiun relatif konsisten. Lonjakan terjadi pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020 ketika angka kemiskinan menembus 11,46%. Namun setelah itu, grafik berangsur turun hingga mencapai titik terendah pada 2025.

“Angka 10,40 persen ini adalah yang terendah sejak pandemi. Melihat tren jangka panjang, kita masih punya optimisme angka ini akan terus menurun,” katanya.

Menurutnya, penurunan persentase kemiskinan tak lepas dari program Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pendapatan warga.

“Cara paling efektif untuk keluar dari kemiskinan adalah meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena status miskin dihitung berdasarkan pengeluaran per kapita, yang seluruhnya dinilai dalam rupiah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak hanya menjadi tugas pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan dukungan instansi data seperti BPS agar kebijakan tepat sasaran.

Dibandingkan daerah sekitar, tingkat kemiskinan Madiun masih relatif tinggi. Wisma mencontohkan Kabupaten Ponorogo yang kini berada di angka 8,86%, lebih rendah dari Madiun.

“Ini pekerjaan rumah bersama. Pemerintah daerah menyusun program, dan kami bertugas memotret kondisi masyarakat agar kebijakan bisa diarahkan dengan tepat,” tutupnya.(Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD-Pemkot Madiun Sepakati LPJ Pelaksanaan APBD 2024, Ini Sejumlah Catatan Fraksi

    DPRD-Pemkot Madiun Sepakati LPJ Pelaksanaan APBD 2024, Ini Sejumlah Catatan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun kembali menggelar rapat paripurna pada Rabu (28/05/2025), dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Fraksi-Fraksi DPRD Kota Madiun tetap kritis dalam pandangan akhir terhadap LPJ Pelaksanaan APBD […]

    Bagikan
  • Mobil Damkar Tertua Magetan Simpan Cerita Unik, Setiap Dicuci Disebut Kerap Disusul Laporan Kebakaran

    Mobil Damkar Tertua Magetan Simpan Cerita Unik, Setiap Dicuci Disebut Kerap Disusul Laporan Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di balik deretan armada milik Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tersimpan sebuah kendaraan lawas yang memiliki kisah tersendiri. Mobil pemadam kebakaran berusia lebih dari empat dekade itu tak hanya menjadi saksi berbagai peristiwa besar, tetapi juga dikenal di kalangan petugas karena cerita unik yang terus diwariskan dari […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT Senilai Rp. 313 Juta

    Pemkab Magetan Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT Senilai Rp. 313 Juta

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan oleh Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dari halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Rabu (26/8/2026). Bantuan senilai sekitar Rp313 juta tersebut merupakan hasil penghimpunan selama kurang lebih […]

    Bagikan
  • Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

    Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat. Curah hujan yang tinggi pada awal musim tanam menyebabkan banyak bibit gagal tumbuh sehingga petani harus melakukan penyulaman berulang kali. Kondisi tersebut mendorong sebagian petani beralih ke komoditas lain, mengakibatkan luas areal tanam tembakau turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Sub Koordinator […]

    Bagikan
  • TPS3R Diperbanyak, Pemkab Madiun Tekan Ancaman Gunung Sampah di TPA Kaliabu

    TPS3R Diperbanyak, Pemkab Madiun Tekan Ancaman Gunung Sampah di TPA Kaliabu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mempercepat pengurangan volume sampah rumah tangga yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu Kecamatan Mejayan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian operasional TPS3R di […]

    Bagikan
  • Lolos Dari Pengawasan, Anak Empat Tahun di Ponorogo Terperosok Selokan Saat Hujan Deras

    Lolos Dari Pengawasan, Anak Empat Tahun di Ponorogo Terperosok Selokan Saat Hujan Deras

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang anak perempuan berinisial M.A.S berusia empat tahun, warga Jenangan, Ponorogo, mengalami peristiwa naas setelah terperosok ke dalam selokan saat hujan deras. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, di Jalan Pramuka, masuk Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan. Kejadian bermula saat korban bersama ibunya berinisial T tengah […]

    Bagikan
expand_less