
Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun memfasilitasi warga Kabupaten Madiun mengikuti program transmigrasi dari Kementerian Transmigrasi RI. Seperti dalam pemberangkatan keluarga Anton Wibowo (35) warga Desa Tanjungrejo Kecamatan Kebonsari di Ruang Graha Praja Mukti Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun pada Senin (15/12/2025). Yang bersangkutan menjadi transmigran dengan tujuan UPT. Lagading Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto mengungkapkan program transmigrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wilayah dan peningkatan kualitas hidup. Selain itu juga mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran melalui pengembangan usaha.
“Pak Anton dan istrinya ini telah mengikuti tahapan seleksi hingga pelatihan keterampilan berbasis kompetensi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Juga ada pelatihan dasar militer Komcad (Komponen Cadangan) dari Kementrans dan Kemenhan RI,” terang Arik.
Lebih lanjut, Pemkab Madiun juga memberikan bantuan bagi transmigran berupa uang tunai sebesar Rp. 7,5 juta dan benih tanaman. Bahkan, di Kabupaten Sidrap telah disediakan rumah serta lahan garapan untuk bercocok tanam. “Rumah dan pekarangannya itu ada 1.000 meter persegi. Kemudian lahan garapan tahap pertama itu 4.000 meter persegi dan berikutnya 5.000 meter persegi. Jadi secara bertahap totalnya 1 hektar,” imbuhnya.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto yang diwakili oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Soedjiono menegaskan program dari Pemerintah Pusat ini bagian untuk mengurangi kesenjangan wilayah. Dirinya turut berpesan agar Anton dan keluarga bisa betah dan lebih sejahtera kedepannya.
“Mereka sudah dibekali banyak pelatihan maupun keterampilan kerja. Pesan kita, harus semangat ditempat yang baru. Inikan berikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Soedjiono.

Foto : Istimewa
Sementara itu, Anton Wibowo mengaku telah mempersiapkan diri baik fisik maupun mental. Terlebih sudah banyak pelatihan yang diberikan mulai tahap seleksi hingga akhirnya diberangkatkan.
“Perasaanya senang sekali. Bisa menempati lokasi yang baru, kehidupan yang baru, semoga menjadi sukses. Sama anak dan istri. Ya siap mental aja,” pungkasnya.
Dari Jawa Timur tahun ini terdapat 16 KK yang mengikuti program transmigrasi, termasuk 1 KK dari Kabupaten Madiun. Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Soedjiono secara resmi memberangkatkan transmigran asal Kabupaten Madiun menuju ke Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. Diharapkan, melalui program ini dapat meningkatkan produktivitas hingga pemerataan pembangunan. (Krs).