
Sinergia | Ponorogo — Puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Kota Surakarta, Jawa Tengah, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Lapangan Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kegiatan ini digelar sebagai upaya menguri-uri budaya wayang kulit di kalangan generasi muda.
Pagelaran tersebut menjadi istimewa karena seluruh pengisi acara merupakan pelajar sekolah menengah. Mulai dari penabuh gamelan atau wiyogo, sinden, hingga dalang, seluruhnya dibawakan oleh anak-anak muda yang masih duduk di bangku sekolah.
Pembina kegiatan, Prasetyo, mengatakan pagelaran wayang kulit ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian tradisional. Menurutnya, keterlibatan langsung para pelajar sebagai pelaku seni diharapkan mampu menghapus anggapan bahwa wayang merupakan kesenian kuno dan membosankan.
“Wayang kulit bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Kami ingin generasi muda tahu bahwa wayang itu keren dan memiliki nilai budaya yang tinggi,” ujar Prasetyo.
Sementara itu, Kepala Desa Wotan, Tumingan, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada para pelajar yang telah memilih Desa Wotan sebagai lokasi pagelaran.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena selain melestarikan budaya, juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda di desa,” kata Tumingan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesenian wayang kulit tetap lestari dan terus dikenal oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.(Ega/Krs).