
Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tampak menurun. Kondisi cuaca yang tak stabil serta padatnya aktivitas pendaki dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama.
Data Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan menunjukkan penurunan tersebut. Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menyampaikan bahwa hingga Rabu (31/12/2025) sore, jumlah pendaki yang melakukan registrasi lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
“Biasanya dalam sepuluh hari terakhir jumlah pendaki berkisar di angka 300 orang per hari. Namun hari ini baru sekitar 200 yang terdata. Memang terlihat ada penurunan,” tutur Mulyadi.

Menurutnya, cuaca di kawasan Gunung Lawu yang berubah-ubah turut memengaruhi minat pendaki. Selain itu, sejumlah pendaki memilih naik lebih awal sebelum malam pergantian tahun, sehingga puncak aktivitas justru terjadi beberapa hari sebelumnya. Kendati demikian, potensi peningkatan jumlah pendaki yang melakukan pendakian tektok pada tengah malam masih terbuka.
“Kami masih menunggu perkembangan nanti malam. Apakah ada pendaki tektok atau justru tetap landai, informasinya akan kami update,” jelasnya.
Dalam rangka menjaga situasi malam Tahun Baru tetap kondusif, pengelola jalur pendakian bersama TNI-Polri dan relawan Pecinta Gunung Lawu (PGL) telah melakukan sweeping sejak 24 Desember. Pemeriksaan difokuskan pada pendaki yang berencana camping untuk memastikan tidak ada yang membawa kembang api atau barang terlarang lainnya.
Langkah tersebut sejalan dengan surat edaran Bupati Magetan yang mengimbau masyarakat tidak menyalakan kembang api di malam Tahun Baru 2025–2026. “Kami memastikan pendaki yang bermalam mematuhi aturan. Larangan membawa dan menyalakan kembang api tetap diberlakukan di kawasan gunung,” tegas Mulyadi.
Ia menambahkan, pengelola terus mengajak pendaki merayakan malam pergantian tahun dengan tertib, aman, dan menaati aturan. Pemantauan akan berlangsung hingga dini hari. “Kami masih memonitor sampai sekitar pukul satu dini hari untuk melihat apakah ada peningkatan jumlah pendaki,” pungkasnya.(Nan/Kris).