Berita Terkini
Trending Tags

Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 556
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Foto : jalur Pendakian Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan

Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tampak menurun. Kondisi cuaca yang tak stabil serta padatnya aktivitas pendaki dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama.

Data Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan menunjukkan penurunan tersebut. Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menyampaikan bahwa hingga Rabu (31/12/2025) sore, jumlah pendaki yang melakukan registrasi lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.

“Biasanya dalam sepuluh hari terakhir jumlah pendaki berkisar di angka 300 orang per hari. Namun hari ini baru sekitar 200 yang terdata. Memang terlihat ada penurunan,” tutur Mulyadi.

Image Not Found
Foto : Aktifitas dijalur pendakian cemoro sewu

Menurutnya, cuaca di kawasan Gunung Lawu yang berubah-ubah turut memengaruhi minat pendaki. Selain itu, sejumlah pendaki memilih naik lebih awal sebelum malam pergantian tahun, sehingga puncak aktivitas justru terjadi beberapa hari sebelumnya. Kendati demikian, potensi peningkatan jumlah pendaki yang melakukan pendakian tektok pada tengah malam masih terbuka.

“Kami masih menunggu perkembangan nanti malam. Apakah ada pendaki tektok atau justru tetap landai, informasinya akan kami update,” jelasnya.

Dalam rangka menjaga situasi malam Tahun Baru tetap kondusif, pengelola jalur pendakian bersama TNI-Polri dan relawan Pecinta Gunung Lawu (PGL) telah melakukan sweeping sejak 24 Desember. Pemeriksaan difokuskan pada pendaki yang berencana camping untuk memastikan tidak ada yang membawa kembang api atau barang terlarang lainnya.

Langkah tersebut sejalan dengan surat edaran Bupati Magetan yang mengimbau masyarakat tidak menyalakan kembang api di malam Tahun Baru 2025–2026. “Kami memastikan pendaki yang bermalam mematuhi aturan. Larangan membawa dan menyalakan kembang api tetap diberlakukan di kawasan gunung,” tegas Mulyadi.

Ia menambahkan, pengelola terus mengajak pendaki merayakan malam pergantian tahun dengan tertib, aman, dan menaati aturan. Pemantauan akan berlangsung hingga dini hari. “Kami masih memonitor sampai sekitar pukul satu dini hari untuk melihat apakah ada peningkatan jumlah pendaki,” pungkasnya.(Nan/Kris).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerap Dihantui Banjir Tahunan, 52 KK di Dusun Kebonduren bakal Direlokasi

    Kerap Dihantui Banjir Tahunan, 52 KK di Dusun Kebonduren bakal Direlokasi

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 52 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, bakal direlokasi akibat banjir tahunan yang terus menghantui wilayah tersebut. Rencana relokasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat audiensi dengan warga dan perangkat desa, Rabu (09/07/2025). Banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 170 […]

    Bagikan
  • Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Koloni ulat bulu kembali meneror sekolah di wilayah Kabupaten Madiun. Kali ini ratusan ulat bulu menyerang 2 Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Madiun di Kecamatan Jiwan. Bahkan tak sedikit dari siswa dan guru merasakan gatal gatal di sekujur tubuhnya. “Sudah hampir sebulanan ini. Dampaknya para siswa bahkan guru terkena bulu ulat […]

    Bagikan
  • PDI Perjuangan Magetan Desak Pembentukan Satgasus dan Buka–Tutup Jalur di Area Rawan Longsor Sarangan

    PDI Perjuangan Magetan Desak Pembentukan Satgasus dan Buka–Tutup Jalur di Area Rawan Longsor Sarangan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dua kejadian tanah longsor yang terjadi berdekatan di kawasan Wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, pada Kamis (15/1/2026) dan Sabtu (17/1/2026). Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa meminta Pemerintah Kabupaten Magetan mengambil langkah cepat dan terukur untuk menjamin keselamatan warga maupun wisatawan. Menurutnya, kawasan Sarangan memasuki periode rawan bencana seiring tingginya […]

    Bagikan
  • PT Pupuk Indonesia Lakukan Pemantauan Lapangan Terkait Distribusi Pupuk Subsidi

    PT Pupuk Indonesia Lakukan Pemantauan Lapangan Terkait Distribusi Pupuk Subsidi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Menjelang akhir 2025, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan distribusi dan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pemantauan dilakukan langsung di sejumlah kios resmi, salah satunya di Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kamis (13/11/2025). Assistant Account Executive PT Pupuk Indonesia wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, Danang Priansyah, […]

    Bagikan
  • Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di bawah langit Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, semangat Madiun Kampung Pesilat bukan sekadar slogan yang terpajang di spanduk atau baliho. Di tangan para guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), semangat itu menjelma jadi gerakan nyata yakni mencetak bibit pesilat sejak bangku sekolah dasar. Melalui program fasilitasi pencak silat seni […]

    Bagikan
  • Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan jamaah Pondok Pesantren Daarul Islaam Liahlissunnah Waljamaah, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merayakan Hari Raya Idul Fitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Penetapan 1 Syawal tersebut didasarkan pada metode perhitungan yang digunakan oleh jamaah Thariqah Syattariyah. Mereka diketahui telah lebih dahulu memulai ibadah puasa, sehingga pada […]

    Bagikan
expand_less