
Sinergia | Kab Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto membuat gebrakan. Program Bhakti Sosial Terpadu, yang biasa dikenal dengan sebutan BST, telah tamat.
Mulai tahun 2026 ini, program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun, yaitu BST, berubah nama menjadi Bhakti Harmoni atau Bahana Bersahaja.
Perubahan ini merupakan kelanjutan dari program unggulan yang telah dimulai sejak jaman Bupati Madiun, Junaedi Mahendra.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) Kabupaten Madiun, Sodik Heri Purnomo, mengatakan BST tahun ini bertransformasi menjadi Bhakti Harmoni Bersahaja.
“Perubahan ini merupakan keinginan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dan Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi,” kata Sodik, Kamis (15/01/2026).

Tahun ini, dari 15 kecamatan di Kabupaten Madiun, hanya 4 yang tidak mendapatkan jatah kegiatan Bhakti Harmoni Bersahaja, yaitu Kecamatan Pilangkenceng, Gemarang, Dagangan, dan Geger.
Dengan demikian, kegiatan Bhakti Harmoni Bersahaja hanya melibatkan 11 desa di 11 kecamatan saja. Program terbaru rencana akan di launching kali pertama pada tanggal 21 dan 22 Januari 2026 di Desa Karangrejo Kecamatan Wungu.

Sodik Heri Purnomo menjelaskan perubahan nama dan format program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas bantuan sosial kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dengan adanya program Bhakti Harmoni Bersahaja, pemerintah daerah Kabupaten Madiun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. (Ndor).