Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Dinkes Magetan Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan Usai Santap MBG

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Pemerintah DinKes Kab.Magetan. Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi. Kali ini menimpa belasan siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Dilaporkan sebanyak 11 siswa SDN Kediren 2 dan 1 siswa MI Nurul Dholam dilarikan ke Puskesmas setempat, Jumat (17/10/2025). Itu setelah mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, dr. Rohmat Hidayat, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan, rata – rata siswa datang dengan keluhan yang sama, namun seluruhnya dalam kondisi ringan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada gejala berat. Semua siswa mendapat observasi rawat jalan dan sudah diperbolehkan pulang,” ujar Rohmat.

Dinkes Magetan langsung menurunkan tim untuk menangani kasus ini. Petugas kesehatan melakukan observasi terhadap pasien dan memastikan tidak ada penambahan kasus serupa di sekolah tersebut hingga Jumat sore. Pemeriksaan juga dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Gholam yang dilaporkan beberapa murid mengalami kejadian serupa, meskipun jumlah siswa terdampak masih sama, yaitu 12 anak.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Kesehatan kemudian mengambil sampel makanan MBG serta muntahan siswa untuk diuji kandungannya di Balai Besar Layanan Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya. Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti peristiwa tersebut.

“Kami belum dapat memastikan apakah makanan MBG menjadi penyebabnya. Sampel sudah kami kirim ke laboratorium di Surabaya untuk diperiksa,” jelas Rohmat.

Tim surveilans Dinkes juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi di lapangan untuk menelusuri sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. Dinas berharap hasil laboratorium dapat segera keluar agar tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan tepat.

Kasus ini turut membuka fakta baru tentang pelaksanaan program MBG di Kabupaten Magetan. Dari 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program, belum satu pun memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi (SLHS) yang wajib dimiliki penyedia makanan untuk menjamin keamanan pangan siswa.

“Dari 18 SPPG, baru 15 yang aktif. Namun, seluruhnya belum memiliki sertifikat SLHS. Kami mendorong mereka segera memenuhi standar tersebut,” tegas Rohmat.

Selain sertifikat SLHS, tenaga penjamah makanan juga diwajibkan memiliki sertifikat penjamah makanan serta memastikan tempat pengolahan memenuhi standar Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Langkah ini dinilai penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi kedepannya.

“Kami berharap ini jadi kejadian pertama dan terakhir. Keamanan pangan harus benar-benar diperhatikan, bukan hanya nilai gizinya,” pungkas Rohmat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pelaksana program MBG untuk memperkuat aspek keamanan pangan di sekolah-sekolah. Pemerintah daerah diharapkan memperketat pengawasan, memastikan setiap penyedia makanan memenuhi standar kesehatan, agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar aman dan memberi manfaat bagi siswa.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Ketupat 2025, 17 Kasus Kecelakaan, 26 Orang Luka-Luka

    Operasi Ketupat 2025, 17 Kasus Kecelakaan, 26 Orang Luka-Luka

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kabupaten Madiun – Lonjakan arus kendaraan selama masa mudik dan balik Lebaran 2025 di Kabupaten Madiun berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Tercatat, dalam kurun waktu hampir dua pekan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025, sedikitnya 17 kejadian kecelakaan terjadi di wilayah hukum Polres Madiun. Kasatlantas Polres Madiun, AKP Andrian Pratama, mengungkapkan dari […]

    Bagikan
  • Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski sudah lewat jatuh tempo pembayaran per 31 September, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus mengejar realisasi Pajak Bumi Bangunan (PBB). Realisasi PBB di Kota Madiun hingga 16 Oktober 2025 menyentuh 97,5 persen dari target tahun ini. Bapenda Kota Madiun menargetkan realisasi PBB bisa tuntas 100 persen bulan depan. […]

    Bagikan
  • Tuntut Reklamasi Tambang Pasir Mangkrak, Warga Dua Desa di Magetan Luruk Dewan

    Tuntut Reklamasi Tambang Pasir Mangkrak, Warga Dua Desa di Magetan Luruk Dewan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Warga Desa Sobontoro dan Desa Sumursongo, Kecamatan Karas luruk Gedung DPRD Magetan, Senin (17/02/2025) pukul 12.00 WIB. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini dihadiri Komisi D, Ketua DPRD Kabupaten Magetan Suratno, pemilik tambang, dan sejumlah OPD terkait. Warga 2 desa itu mengeluhkan keberadaan bekas tambang pasir yang dinilai mangkrak. Perwakilan […]

    Bagikan
  • Potret Pilu SDN Nailan Ponorogo, Hanya Tersisa 13 Siswa, Kelas 1 dan 2 Tanpa Murid

    Potret Pilu SDN Nailan Ponorogo, Hanya Tersisa 13 Siswa, Kelas 1 dan 2 Tanpa Murid

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana hari pertama masuk sekolah yang biasanya diwarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tak terlihat di SD Negeri Nailan, Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Senin (13/7/2026). Sekolah dasar negeri satu-satunya di Desa Nailan itu kembali tidak menerima satu pun peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menjadi […]

    Bagikan
  • Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar razia penegakan peraturan daerah di sejumlah titik pada Senin (22/09/2025). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) serta menyita minuman beralkohol dari beberapa warung dan tempat kos. Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Perwosi Kota Madiun Gelar Single Event Pencak Silat Solo Kreatif untuk Atlet Muda

    Perwosi Kota Madiun Gelar Single Event Pencak Silat Solo Kreatif untuk Atlet Muda

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dalam upaya menjaring dan membina atlit-atlit pencak silat sejak usia dini, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kota Madiun menggelar ajang Single Event Pencak Silat Solo Kreatif di GOR Tenis Kota Madiun, Sabtu (19/07/2025). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi bagi anak-anak pecinta silat yang terbagi dalam dua kategori usia, yaitu […]

    Bagikan
expand_less