
Sinergia | Magetan – Upaya penanganan jangka panjang pasca longsor di jalur lingkar selatan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, mulai digarap serius. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Senin (19/1/2026), menurunkan tim teknis untuk melakukan survei dan pengambilan data topografi di titik longsoran sebagai bahan perencanaan pemulihan permanen.
Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Telaga Sarangan, Krisna Sulistia, menjelaskan bahwa tim BBWS bersama PPK OP3 kini tengah memetakan kondisi lapangan secara rinci. Ia menyebut survei dilakukan pada seluruh bagian jalur yang ambrol, termasuk area yang berada di bawah permukaan air.
“Dalam dua hari pascakejadian, kami langsung melakukan pengukuran topografi. Elevasi badan jalan yang runtuh kami detailkan, termasuk bagian yang masuk ke dalam telaga. Data teknis ini menjadi fondasi penentuan pola penanganan,” ungkapnya.
Selain elevasi, tim juga memetakan perubahan kontur tanah, tingkat kemiringan, panjang area rusak, hingga kedalaman material yang longsor. Temuan awal menunjukkan jalur yang ambrol mencapai sekitar 70 meter, dengan tinggi tebing yang runtuh mencapai sekitar 7 meter. Area terdampak diperkirakan mencapai 100 meter.

Menurut Krisna, sejumlah opsi penanganan telah masuk dalam rencana awal. Di antaranya, pelandaian badan jalan serta pelebaran jalur dengan mengikis tebing di sisi kanan. Namun, semua opsi masih akan diputuskan setelah keseluruhan data lapangan dinyatakan lengkap.
“Prioritas kami sekarang adalah memastikan lereng tetap stabil. Untuk pencegahan darurat, lereng kami tutup dengan plastik supaya tidak semakin turun saat hujan. Untuk penanganan permanennya akan dibahas bersama Pemkab Magetan dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.
BBWS juga terus menjalin koordinasi dengan Dinas PUPR bidang Sumber Daya Air, Perhutani, serta sejumlah instansi lain. Hal ini dilakukan mengingat sebagian titik yang terdampak berada di luar kewenangan BBWS.
Hingga saat ini, jalur lingkar selatan Telaga Sarangan masih ditutup dari dua arah untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Pengunjung maupun kendaraan dilarang melintas dan diarahkan menggunakan jalur lingkar utara.
“Kami belum mengizinkan akses apa pun melewati jalur tersebut sampai kondisi dinyatakan aman,” tegas Krisna.