Damkar Magetan Masuk Sekolah, SDN Bogoarum 2 Jadi Pelopor Edukasi Kebakaran di Plaosan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Upaya memperluas edukasi keselamatan kebakaran kini mulai menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Magetan. Sejumlah personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Magetan menggelar sosialisasi dan pelatihan dasar pemadaman di SDN Bogoarum 2 Kecamatan Plaosan. Sekolah ini tercatat sebagai yang pertama mengundang petugas Damkar untuk edukasi keselamatan di lingkup sekolahan.
Kegiatan itu diikuti 46 siswa dan melibatkan demonstrasi alat pemadaman, edukasi bahaya kebakaran, hingga praktik memadamkan api untuk guru dan wali murid.
Kepala Seksi Pemadaman Damkar Magetan, Jarot Eka Saputra, mengatakan bahwa kegiatan turun langsung ke desa seperti ini sebenarnya sudah berjalan, namun belum banyak diketahui publik. Menurutnya, masyarakat cenderung hanya melihat aktivitas kunjungan ke markas Damkar.
“Kami ingin memperluas edukasi, terutama ke sekolah di wilayah pedesaan. Siswa, guru, dan wali murid perlu tahu peran Damkar dan memahami dasar pencegahan kebakaran,” ujar Jarot, Jumat (23/1/2026).
Damkar Magetan mencatat 65 kasus kebakaran sepanjang 2025, terdiri dari 36 kebakaran bangunan, 26 kebakaran lahan, dan 3 kejadian melibatkan kendaraan. Angka tersebut menjadi dasar perlunya edukasi yang lebih menyentuh kelompok masyarakat terkecil, termasuk pelajar sekolah dasar.
Selain pengenalan alat dan peran Damkar, petugas juga menyampaikan risiko sehari-hari yang sering memicu kebakaran rumah tangga. Pada sesi akhir, guru dan wali murid mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadaman ringan.
Inisiatif SDN Bogoarum 2 ini dinilai penting karena membuka ruang bagi pelajar di wilayah tidak terjangkau untuk mendapatkan literasi kebencanaan yang selama ini hanya populer di sekolah perkotaan. Damkar berharap sekolah lain di Plaosan dan kecamatan sekitar dapat mengadopsi program serupa. Kegiatan tersebut pada akhirnya bukan hanya mengenalkan profesi Damkar, tetapi juga menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini, upaya yang dianggap krusial melihat tren kebakaran di Magetan yang masih tinggi.(Kus/Krs).
- Penulis: Kusnanto

