Berita Terkini
Trending Tags

Soal Viral Pedagang Tegur Wisatawan di Telaga Sarangan, Disbudpar Magetan: Miskomunikasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Screenshot video yang memperlihatkan teguran dari seorang pedagang kepada wisatawan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Sebuah video yang memperlihatkan teguran dari seorang pedagang kepada wisatawan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, viral di media sosial. Video tersebut memicu perhatian publik terkait aturan jual beli di destinasi wisata unggulan Jawa Timur tersebut.

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat sekelompok wisatawan perempuan yang tengah menyantap nasi pecel di tepi danau. Tiba-tiba, seorang diduga pedagang menghampiri mereka dan mempertanyakan asal-usul makanan yang mereka beli.

Meski waktu kejadian tidak disebutkan secara pasti, percakapan dalam bahasa Jawa mengindikasikan adanya keberatan dari pedagang karena wisatawan membeli makanan dari penjual keliling, bukan dari kios resmi.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, Eka Raditya, mengonfirmasi bahwa insiden itu memang terjadi di kawasan Telaga Sarangan. Ia menyebut bahwa situasi tersebut merupakan dampak dari kompleksitas sosial-ekonomi yang ada di kawasan wisata tersebut.

“Telaga Sarangan ini kawasan yang kompleks. Di dalamnya ada wisata, pemukiman, dan ribuan pelaku usaha. Jadi wajar jika terjadi gesekan,” ungkap Eka saat dihubungi pada Senin (04/08/2025).

Menurut Eka, lebih dari 4.000 orang bergantung pada sektor ekonomi di Sarangan, baik sebagai pedagang tetap, pedagang keliling, maupun pelaku jasa wisata lainnya. Namun, tidak semua aktivitas ekonomi diatur melalui regulasi pemerintah daerah. Banyak aturan yang hanya berdasar pada kesepakatan komunitas.

“Kejadian kemarin itu lebih karena miskomunikasi. Setiap pelaku usaha punya kebutuhan masing-masing. Kami akan menindaklanjutinya dengan musyawarah antar paguyuban supaya tidak mengganggu kenyamanan pengunjung,” tegasnya.

Disbudpar Magetan berkomitmen melakukan mediasi melalui musyawarah rutin yang melibatkan seluruh elemen pelaku usaha di kawasan Telaga Sarangan. Ini termasuk pedagang, pengelola perahu wisata, hingga jasa transportasi lokal.

Tujuannya, lanjut Eka, agar seluruh pihak memahami perannya masing-masing dan kejadian serupa tak terulang kembali. “Kami ingin menciptakan iklim wisata yang nyaman untuk semua pihak, terutama bagi wisatawan yang datang ke Sarangan,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terduga Pelaku Pembunuhan Diamankan, Pisau Ditemukan Dibuang di Selokan

    Terduga Pelaku Pembunuhan Diamankan, Pisau Ditemukan Dibuang di Selokan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satreksrim Polres Madiun Kota bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pembunuhan yang menimpa Verind Wibowo Putra (19), seorang pelajar asal Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada (01/01/2026). Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Jolorante Nomor 8, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, pada sekitar pukul 02.30 WIB. Korban […]

    Bagikan
  • Sepasma 2026 Resmi Dibuka, Madiun Selatan Jadi Etalase Awal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun

    Sepasma 2026 Resmi Dibuka, Madiun Selatan Jadi Etalase Awal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten Madiun membuka gelaran Sepasar ing Madiun (Sepasma) 2026 di Lapangan Taman Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, Senin (22/6/2026) malam. Tahun ini, Sepasma mengusung tema Festival Budaya dan Kampung Pesilat. Madiun Selatan dipilih sebagai lokasi pembuka dengan melibatkan lima kecamatan, […]

    Bagikan
  • Pria di Magetan Tewas Disengat Tawon Vespa saat Bersih-Bersih Kebun

    Pria di Magetan Tewas Disengat Tawon Vespa saat Bersih-Bersih Kebun

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Nasib nahas dialami Lestari Widodo warga Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Pria 49 tahun itu meninggal dunia setelah disengat tawon vespa pada Selasa (4/2/2025). Kapolsek Barat, AKP Bayu Nirbaya Bhakti mengatakan korban sebelumnya diketahui sedang membersihkan kebun di belakang rumahnya.  “Korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Madiun, namun […]

    Bagikan
  • BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Madiun Raya akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang membawa massa udara kering serta potensi kemunculan fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. Pengamat Meteorologi dan Geofisika […]

    Bagikan
  • Kasus Korupsi Pokir Magetan Seret Elite Lintas Partai, Peta Politik DPRD Ikut Tersorot

    Kasus Korupsi Pokir Magetan Seret Elite Lintas Partai, Peta Politik DPRD Ikut Tersorot

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Magetan tidak hanya mengungkap praktik penyimpangan anggaran, tetapi juga membuka sisi lain berupa keterlibatan elite politik lintas partai di tingkat legislatif daerah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan sebelumnya telah menetapkan enam tersangka dalam perkara ini, termasuk tiga anggota DPRD aktif. […]

    Bagikan
  • Okupansi Tembus 148 Persen, KA Bias Jadi Primadona Selama Nataru 2026

    Okupansi Tembus 148 Persen, KA Bias Jadi Primadona Selama Nataru 2026

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tren penggunaan transportasi publik kereta api di wilayah Madiun Raya mengalami lonjakan drastis. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat peningkatan layanan KA Lokal Bias (Bandara Adi Sumarmo) selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). ​Hingga penutupan periode libur pada 4 Januari 2026, total […]

    Bagikan
expand_less