Berita Terkini
Trending Tags

Soal Viral Pedagang Tegur Wisatawan di Telaga Sarangan, Disbudpar Magetan: Miskomunikasi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 74
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Screenshot video yang memperlihatkan teguran dari seorang pedagang kepada wisatawan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Sebuah video yang memperlihatkan teguran dari seorang pedagang kepada wisatawan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, viral di media sosial. Video tersebut memicu perhatian publik terkait aturan jual beli di destinasi wisata unggulan Jawa Timur tersebut.

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat sekelompok wisatawan perempuan yang tengah menyantap nasi pecel di tepi danau. Tiba-tiba, seorang diduga pedagang menghampiri mereka dan mempertanyakan asal-usul makanan yang mereka beli.

Meski waktu kejadian tidak disebutkan secara pasti, percakapan dalam bahasa Jawa mengindikasikan adanya keberatan dari pedagang karena wisatawan membeli makanan dari penjual keliling, bukan dari kios resmi.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, Eka Raditya, mengonfirmasi bahwa insiden itu memang terjadi di kawasan Telaga Sarangan. Ia menyebut bahwa situasi tersebut merupakan dampak dari kompleksitas sosial-ekonomi yang ada di kawasan wisata tersebut.

“Telaga Sarangan ini kawasan yang kompleks. Di dalamnya ada wisata, pemukiman, dan ribuan pelaku usaha. Jadi wajar jika terjadi gesekan,” ungkap Eka saat dihubungi pada Senin (04/08/2025).

Menurut Eka, lebih dari 4.000 orang bergantung pada sektor ekonomi di Sarangan, baik sebagai pedagang tetap, pedagang keliling, maupun pelaku jasa wisata lainnya. Namun, tidak semua aktivitas ekonomi diatur melalui regulasi pemerintah daerah. Banyak aturan yang hanya berdasar pada kesepakatan komunitas.

“Kejadian kemarin itu lebih karena miskomunikasi. Setiap pelaku usaha punya kebutuhan masing-masing. Kami akan menindaklanjutinya dengan musyawarah antar paguyuban supaya tidak mengganggu kenyamanan pengunjung,” tegasnya.

Disbudpar Magetan berkomitmen melakukan mediasi melalui musyawarah rutin yang melibatkan seluruh elemen pelaku usaha di kawasan Telaga Sarangan. Ini termasuk pedagang, pengelola perahu wisata, hingga jasa transportasi lokal.

Tujuannya, lanjut Eka, agar seluruh pihak memahami perannya masing-masing dan kejadian serupa tak terulang kembali. “Kami ingin menciptakan iklim wisata yang nyaman untuk semua pihak, terutama bagi wisatawan yang datang ke Sarangan,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perubahan KUA-PPAS 2025 Magetan Diteken, Dinilai Minim Pembahasan dan Terburu-buru

    Perubahan KUA-PPAS 2025 Magetan Diteken, Dinilai Minim Pembahasan dan Terburu-buru

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2025 akhirnya disahkan dalam rapat paripurna DPRD Magetan, Kamis (18/09/2025). Penandatanganan dilakukan bersama oleh Bupati Hj. Nanik Endang Rusminiarti dan pimpinan dewan. Namun, di balik pengesahan itu muncul kritik. Proses pembahasan dinilai terlalu cepat dan minim uji publik. Bahkan, […]

    Bagikan
  • Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Penanganan awal sebuah peristiwa kerap menentukan arah sebuah kasus. Polsek Geger pun menjadikan prioritas lewat coaching clinic First Responder yang melatih 65 petugas garda terdepan di Kecamatan Geger, Madiun, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 65 peserta dari unsur keamanan dan masyarakat mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat respons cepat terhadap insiden di lapangan. […]

    Bagikan
  • Ponorogo Siap Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Grebeg Suro 2025 Jadi Momentum Penting

    Ponorogo Siap Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Grebeg Suro 2025 Jadi Momentum Penting

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan warga memadati Alun-alun Ponorogo pada malam pembukaan Grebeg Suro 2025, Festival Reog Remaja (FRR) XXI, dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX, Selasa (17/06/2025). Antusiasme tinggi masyarakat terlihat jelas dari padatnya penonton yang datang dari berbagai daerah. Acara tahunan kebanggaan masyarakat Ponorogo ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri […]

    Bagikan
  • Hari Jadi ke-529 Ponorogo Diwarnai Panggung Budaya dan Kreativitas Pelajar Hidupkan Kota

    Hari Jadi ke-529 Ponorogo Diwarnai Panggung Budaya dan Kreativitas Pelajar Hidupkan Kota

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo memasuki malam kedua dengan suguhan seni yang menyala di dua titik pusat kota, Senin malam (04/08/2025). Dari panggung utama Alun-alun hingga Jalan Alun-alun Timur, budaya dan kreativitas pelajar tampil menyatu dalam semarak identitas Bumi Reog. Di Alun-alun, pentas Teatrikal Babad Ponorogo memikat perhatian penonton. […]

    Bagikan
  • BNPT Ingatkan Bahaya Radikalisme, Magetan Masuk Zona Rawan

    BNPT Ingatkan Bahaya Radikalisme, Magetan Masuk Zona Rawan

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Label zona merah potensi intoleransi dan radikalisme kini melekat pada Kabupaten Magetan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan daerah ini masuk kategori rawan, sehingga perlu langkah pencegahan lebih serius. Menanggapi kondisi tersebut, BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme. Kegiatan itu […]

    Bagikan
  • Penataan Kampung Jepang Madiun Dimatangkan, Disiapkan Jadi Wisata Edukasi dan Pusat Bahasa

    Penataan Kampung Jepang Madiun Dimatangkan, Disiapkan Jadi Wisata Edukasi dan Pusat Bahasa

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mematangkan rencana penataan kawasan Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo Kecamatan Taman dengan fokus pada pemanfaatan yang lebih jelas dan berkelanjutan. Proyek ini diarahkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pengembangan potensi lokal. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan […]

    Bagikan
expand_less