Berita Terkini
Trending Tags

Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 207
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
perajin genteng yang ada di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim penghujan yang terjadi sejak awal tahun menjadi tantangan berat bagi para perajin genteng tradisional di Kabupaten Magetan. Ketergantungan pada panas matahari untuk proses pengeringan membuat produksi genteng rentan terganggu ketika cuaca tiba-tiba berubah.

Kondisi itu dirasakan para perajin di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, salah satu sentra industri genteng rumahan di Magetan. Setiap kali mendung muncul, para pekerja harus sigap memindahkan cetakan genteng ke tempat aman agar tidak terkena hujan. Aktivitas yang dilakukan berulang-ulang ini bukan hanya memakan waktu, tetapi juga menghambat ritme produksi harian.

Tugiyo, salah satu perajin genteng yang sudah puluhan tahun menekuni profesi tersebut, mengaku paling merasakan dampaknya. Jika pada musim panas ia mampu menghasilkan hingga 250 genteng dalam sehari, kini produksinya hanya berkisar 200 genteng.

“Kalau mendung atau hujan, cetakan harus segera dipindah. Keluar masuk terus, itu menghambat proses pengeringan,” ujarnya, Jumat (6/2/2025).

Menurutnya, proses pengeringan yang biasanya selesai dalam dua hari saat cuaca panas, kini bisa membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau musim hujan dan matahari sulit muncul, bisa empat hari baru kering. Lebih lama dari biasanya,” tambah Tugiyo.

Meski demikian, Tugiyo memastikan kualitas genteng tidak berubah selama proses pengeringan tetap dilakukan dengan benar. Namun, ritme kerja menjadi lebih berat karena harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca.

Penurunan produksi ini secara otomatis mengurangi pendapatan para perajin. Padahal, permintaan genteng di wilayah Magetan dan sekitarnya relatif stabil.

“Biasanya bisa dapat 250 genteng per hari, tapi kalau hujan seperti sekarang paling hanya 200-an,” tutur Tugiyo.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu membuat para perajin kesulitan menentukan target produksi. ketika matahari tidak muncul seharian, proses penjemuran praktis berhenti total.

Meski menghadapi tekanan musim penghujan, para perajin berharap kondisi cuaca segera stabil. Bagi mereka, matahari merupakan faktor utama penentu kelancaran usaha, mengingat sebagian besar industri genteng tradisional masih mengandalkan proses pengeringan manual.

“Kami hanya bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Kalau cerah, produksi bisa kembali normal. Semoga musim hujan ini cepat berlalu,” pungkas Tugiyo.

Industri genteng tradisional di Magetan hingga kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Namun cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang makin tidak menentu terus menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para perajin demi menjaga kelangsungan usaha mereka.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Pick Up Bermuatan Pipa PVC Hangus Terbakar di Tol Ngawi

    Mobil Pick Up Bermuatan Pipa PVC Hangus Terbakar di Tol Ngawi

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Insiden kebakaran menimpa sebuah mobil pikap pengangkut pipa PVC dan lem di ruas Tol Ngawi, tepatnya KM 558+900 A, wilayah Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Kendaraan itu hangus terbakar hingga muatannya tak tersisa. Pengemudi pick up, Atep Jaka (21) asal Bandung, bersama seorang penumpang […]

    Bagikan
  • PSC dan PRC Resmi Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok, Pemkot Madiun Berlakukan Denda

    PSC dan PRC Resmi Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok, Pemkot Madiun Berlakukan Denda

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mulai memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2025 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC) menjadi kawasan bebas asap rokok yang sejak awal Januari 2026. Sosialisasi Perda Nomor 9 tahun 2025 tersebut mulai dimasifkan oleh Pemkot Madiun. Wakil […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun masuk dalam daftar daerah dengan status darurat sampah nasional. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2567 Tahun 2025. Status darurat ini diberikan kepada daerah yang tidak memiliki tempat pemrosesan akhir (TPA), masih melakukan open dumping, memiliki nilai Adipura […]

    Bagikan
  • Apa Kabar Kasus Koperasi MSI Magetan ? Nasib Ribuan Nasabah Masih Menggantung

    Apa Kabar Kasus Koperasi MSI Magetan ? Nasib Ribuan Nasabah Masih Menggantung

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan nasabah Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) di Kabupaten Magetan masih menanti kejelasan nasib dana mereka. Sejak mencuatnya kasus gagal bayar pada akhir April 2025 lalu, belum ada titik terang terkait besaran kerugian yang ditanggung koperasi tersebut. Audit eksternal yang tengah dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop & UKM) Magetan […]

    Bagikan
  • Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-54 di halaman Balai Kota, Rabu (03/12/2025). Kegiatan ini diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Korpri dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa Korpri merupakan tulang punggung […]

    Bagikan
  • Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global, Omzet Puluhan Juta per Bulan photo_camera 4

    Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global, Omzet Puluhan Juta per Bulan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan tak hanya dikenal dengan panorama alamnya, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor industri kreatif. Salah satunya datang dari kerajinan kulit bermotif ecoprint yang kini mulai mencuri perhatian pasar nasional hingga internasional. Teknik ecoprint yang lazim diterapkan pada kain, di tangan pengrajin Magetan justru dikembangkan pada media kulit sapi […]

    Bagikan
expand_less