Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
perajin genteng yang ada di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim penghujan yang terjadi sejak awal tahun menjadi tantangan berat bagi para perajin genteng tradisional di Kabupaten Magetan. Ketergantungan pada panas matahari untuk proses pengeringan membuat produksi genteng rentan terganggu ketika cuaca tiba-tiba berubah.

Kondisi itu dirasakan para perajin di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, salah satu sentra industri genteng rumahan di Magetan. Setiap kali mendung muncul, para pekerja harus sigap memindahkan cetakan genteng ke tempat aman agar tidak terkena hujan. Aktivitas yang dilakukan berulang-ulang ini bukan hanya memakan waktu, tetapi juga menghambat ritme produksi harian.

Tugiyo, salah satu perajin genteng yang sudah puluhan tahun menekuni profesi tersebut, mengaku paling merasakan dampaknya. Jika pada musim panas ia mampu menghasilkan hingga 250 genteng dalam sehari, kini produksinya hanya berkisar 200 genteng.

“Kalau mendung atau hujan, cetakan harus segera dipindah. Keluar masuk terus, itu menghambat proses pengeringan,” ujarnya, Jumat (6/2/2025).

Menurutnya, proses pengeringan yang biasanya selesai dalam dua hari saat cuaca panas, kini bisa membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau musim hujan dan matahari sulit muncul, bisa empat hari baru kering. Lebih lama dari biasanya,” tambah Tugiyo.

Meski demikian, Tugiyo memastikan kualitas genteng tidak berubah selama proses pengeringan tetap dilakukan dengan benar. Namun, ritme kerja menjadi lebih berat karena harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca.

Penurunan produksi ini secara otomatis mengurangi pendapatan para perajin. Padahal, permintaan genteng di wilayah Magetan dan sekitarnya relatif stabil.

“Biasanya bisa dapat 250 genteng per hari, tapi kalau hujan seperti sekarang paling hanya 200-an,” tutur Tugiyo.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu membuat para perajin kesulitan menentukan target produksi. ketika matahari tidak muncul seharian, proses penjemuran praktis berhenti total.

Meski menghadapi tekanan musim penghujan, para perajin berharap kondisi cuaca segera stabil. Bagi mereka, matahari merupakan faktor utama penentu kelancaran usaha, mengingat sebagian besar industri genteng tradisional masih mengandalkan proses pengeringan manual.

“Kami hanya bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Kalau cerah, produksi bisa kembali normal. Semoga musim hujan ini cepat berlalu,” pungkas Tugiyo.

Industri genteng tradisional di Magetan hingga kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Namun cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang makin tidak menentu terus menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para perajin demi menjaga kelangsungan usaha mereka.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Adha 2025, Ponorogo Terima Bantuan Sapi Kurban Hampir 1 Ton dari Presiden Prabowo

    Idul Adha 2025, Ponorogo Terima Bantuan Sapi Kurban Hampir 1 Ton dari Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo –  Pemkab Ponorogo menerima bantuan hewan kurban berupa sapi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada momentum Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Adapun sapi bantuan presiden itu seberat nyaris 1 ton. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko bersyukur Ponorogo mendapat bantuan hewan kurban dari Presiden. Sapi tersebut rencananya akan diserahkan ke takmir […]

    Bagikan
  • Elf Pengangkut Puluhan Santri Terguling di Jalur Madiun–Surabaya, Wabup Madiun Turun Langsung Tangani Korban

    Elf Pengangkut Puluhan Santri Terguling di Jalur Madiun–Surabaya, Wabup Madiun Turun Langsung Tangani Korban

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah minibus elf yang mengangkut rombongan santri Pondok Pesantren Salafiyah Sholawat mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Madiun–Surabaya, tepatnya di KM 10, Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Selasa (16/09/2025). Kendaraan berisi 27 penumpang itu terguling setelah berusaha menghindari tabrakan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, yang kebetulan melintas di […]

    Bagikan
  • Alokasi Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 Untuk Petani Madiun Capai 48 Ribu Ton

    Alokasi Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 Untuk Petani Madiun Capai 48 Ribu Ton

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, total alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun ini mencapai lebih dari 48 ribu ton dan sudah dapat ditebus petani sejak awal Januari 2026. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) […]

    Bagikan
  • Beli Tiket KA Bisa Menginap di Mercure Hotel Madiun, Ini Caranya

    Beli Tiket KA Bisa Menginap di Mercure Hotel Madiun, Ini Caranya

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bagi yang mudik ke Kota Madiun maupun sekitarnya, tetapi bingung mencari tempat menginap ? Jangan khawatir, bagi Anda yang mudik memanfaatkan jasa transportasi kereta api bisa memanfaatkan promo menarik yang satu ini. KAI Daop 7 Madiun menghadirkan program “Double Deals!”. “Program Double Deals ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan […]

    Bagikan
  • Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di saat banyak anak muda bermimpi bekerja di kota besar dengan penghasilan tinggi, dua pemuda asal Desa Becok, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, justru memilih jalan berbeda. Mereka menekuni dunia pertanian dan membuktikan bahwa bertani juga bisa keren, modern, dan menjanjikan. Adalah Yusril Anwar (24), lulusan salah satu universitas di Ponorogo, dan […]

    Bagikan
  • Wajib Icip! Kesegaran Es Rujak Buah Legendaris Cinde Raos

    Wajib Icip! Kesegaran Es Rujak Buah Legendaris Cinde Raos

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Berkunjung ke Ponorogo tidak lengkap rasanya jika tidak mampir di warung legendaris yang satu ini. Ya, Warung Cinde Raos yang terletak di Desa Plunturang, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, selalu dipadati pengunjung. Warung legendaris ini terkenal dengan menu andalan rujak buah dan rujak es krim. Topping buah-buahan segar seperti belimbing, nanas, mentimun, […]

    Bagikan
expand_less