Berita Terkini
Trending Tags

Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 417
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
perajin genteng yang ada di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim penghujan yang terjadi sejak awal tahun menjadi tantangan berat bagi para perajin genteng tradisional di Kabupaten Magetan. Ketergantungan pada panas matahari untuk proses pengeringan membuat produksi genteng rentan terganggu ketika cuaca tiba-tiba berubah.

Kondisi itu dirasakan para perajin di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, salah satu sentra industri genteng rumahan di Magetan. Setiap kali mendung muncul, para pekerja harus sigap memindahkan cetakan genteng ke tempat aman agar tidak terkena hujan. Aktivitas yang dilakukan berulang-ulang ini bukan hanya memakan waktu, tetapi juga menghambat ritme produksi harian.

Tugiyo, salah satu perajin genteng yang sudah puluhan tahun menekuni profesi tersebut, mengaku paling merasakan dampaknya. Jika pada musim panas ia mampu menghasilkan hingga 250 genteng dalam sehari, kini produksinya hanya berkisar 200 genteng.

“Kalau mendung atau hujan, cetakan harus segera dipindah. Keluar masuk terus, itu menghambat proses pengeringan,” ujarnya, Jumat (6/2/2025).

Menurutnya, proses pengeringan yang biasanya selesai dalam dua hari saat cuaca panas, kini bisa membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau musim hujan dan matahari sulit muncul, bisa empat hari baru kering. Lebih lama dari biasanya,” tambah Tugiyo.

Meski demikian, Tugiyo memastikan kualitas genteng tidak berubah selama proses pengeringan tetap dilakukan dengan benar. Namun, ritme kerja menjadi lebih berat karena harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca.

Penurunan produksi ini secara otomatis mengurangi pendapatan para perajin. Padahal, permintaan genteng di wilayah Magetan dan sekitarnya relatif stabil.

“Biasanya bisa dapat 250 genteng per hari, tapi kalau hujan seperti sekarang paling hanya 200-an,” tutur Tugiyo.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu membuat para perajin kesulitan menentukan target produksi. ketika matahari tidak muncul seharian, proses penjemuran praktis berhenti total.

Meski menghadapi tekanan musim penghujan, para perajin berharap kondisi cuaca segera stabil. Bagi mereka, matahari merupakan faktor utama penentu kelancaran usaha, mengingat sebagian besar industri genteng tradisional masih mengandalkan proses pengeringan manual.

“Kami hanya bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Kalau cerah, produksi bisa kembali normal. Semoga musim hujan ini cepat berlalu,” pungkas Tugiyo.

Industri genteng tradisional di Magetan hingga kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Namun cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang makin tidak menentu terus menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para perajin demi menjaga kelangsungan usaha mereka.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Warga di Ngariboyo Magetab Roboh Diterpa Hujan dan Angin

    Rumah Warga di Ngariboyo Magetab Roboh Diterpa Hujan dan Angin

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, pada Rabu (22/10/2025) menyebabkan rumah milik Jumiran (60),warga Dukuh Natah, Desa Selotinatah roboh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya bangunan bagian dapur tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 15 juta. Kasi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten […]

    Bagikan
  • Berkebaya Peringati Hari Kartini, KAI Daop 7 Madiun Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    Berkebaya Peringati Hari Kartini, KAI Daop 7 Madiun Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang dengan cara unik pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di JPL 138, Jalan Yos Sudarso, petak jalan antara Stasiun Madiun–Stasiun Magetan itu melibatkan petugas yang mengenakan kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini. Manager Humas […]

    Bagikan
  • Diduga Hendak Ambil Ayam, Warga Sobontoro Magetan Tewas Terjebur Sumur Sedalam 20 Meter

    Diduga Hendak Ambil Ayam, Warga Sobontoro Magetan Tewas Terjebur Sumur Sedalam 20 Meter

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Sobontoro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, digegerkan dengan insiden seorang warga yang terjebur ke dalam sumur miliknya sendiri, Kamis (10/9/2026). Korban diketahui bernama Miran, 71 tahun, warga Dukuh Donggedang, Desa Sobontoro. Miran ditemukan berada di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter. Korban akhirnya berhasil dievakuasi setelah tim […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Tegaskan Hormati Penyidikan KPK atas Kasus Sugiri

    DPRD Ponorogo Tegaskan Hormati Penyidikan KPK atas Kasus Sugiri

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menegaskan sikapnya untuk menghormati sepenuhnya proses penyidikan yang sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menyampaikan bahwa pihaknya memilih untuk tidak memberikan komentar panjang lebar atas langkah […]

    Bagikan
  • Bawaslu Jatim Minta Bawaslu Kota Madiun Kooperatif Ikuti Proses Hukum

    Bawaslu Jatim Minta Bawaslu Kota Madiun Kooperatif Ikuti Proses Hukum

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur merespons proses hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun terhadap Bawaslu Kota Madiun. Jajaran pengawas pemilu setempat diminta tetap tenang, kooperatif, serta mengikuti seluruh tahapan proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ketua Bawaslu Jatim Ahmad Warits mengatakan, pihaknya menghormati kewenangan […]

    Bagikan
  • Petani Tembakau Ngawi Terpuruk, Harga Anjlok Panen Merosot

    Petani Tembakau Ngawi Terpuruk, Harga Anjlok Panen Merosot

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Cuaca ekstrem memukul keras petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Selain kualitas daun tembakau yang menurun, luas lahan panen juga menyusut drastis. Data terbaru menyebutkan sekitar 500 hektare lahan gagal panen, sementara produksi yang berhasil dipetik pun jauh di bawah target. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo, menjelaskan bahwa pada […]

    Bagikan
expand_less