Berita Terkini
Trending Tags

Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 416
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
perajin genteng yang ada di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim penghujan yang terjadi sejak awal tahun menjadi tantangan berat bagi para perajin genteng tradisional di Kabupaten Magetan. Ketergantungan pada panas matahari untuk proses pengeringan membuat produksi genteng rentan terganggu ketika cuaca tiba-tiba berubah.

Kondisi itu dirasakan para perajin di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, salah satu sentra industri genteng rumahan di Magetan. Setiap kali mendung muncul, para pekerja harus sigap memindahkan cetakan genteng ke tempat aman agar tidak terkena hujan. Aktivitas yang dilakukan berulang-ulang ini bukan hanya memakan waktu, tetapi juga menghambat ritme produksi harian.

Tugiyo, salah satu perajin genteng yang sudah puluhan tahun menekuni profesi tersebut, mengaku paling merasakan dampaknya. Jika pada musim panas ia mampu menghasilkan hingga 250 genteng dalam sehari, kini produksinya hanya berkisar 200 genteng.

“Kalau mendung atau hujan, cetakan harus segera dipindah. Keluar masuk terus, itu menghambat proses pengeringan,” ujarnya, Jumat (6/2/2025).

Menurutnya, proses pengeringan yang biasanya selesai dalam dua hari saat cuaca panas, kini bisa membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau musim hujan dan matahari sulit muncul, bisa empat hari baru kering. Lebih lama dari biasanya,” tambah Tugiyo.

Meski demikian, Tugiyo memastikan kualitas genteng tidak berubah selama proses pengeringan tetap dilakukan dengan benar. Namun, ritme kerja menjadi lebih berat karena harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca.

Penurunan produksi ini secara otomatis mengurangi pendapatan para perajin. Padahal, permintaan genteng di wilayah Magetan dan sekitarnya relatif stabil.

“Biasanya bisa dapat 250 genteng per hari, tapi kalau hujan seperti sekarang paling hanya 200-an,” tutur Tugiyo.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu membuat para perajin kesulitan menentukan target produksi. ketika matahari tidak muncul seharian, proses penjemuran praktis berhenti total.

Meski menghadapi tekanan musim penghujan, para perajin berharap kondisi cuaca segera stabil. Bagi mereka, matahari merupakan faktor utama penentu kelancaran usaha, mengingat sebagian besar industri genteng tradisional masih mengandalkan proses pengeringan manual.

“Kami hanya bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Kalau cerah, produksi bisa kembali normal. Semoga musim hujan ini cepat berlalu,” pungkas Tugiyo.

Industri genteng tradisional di Magetan hingga kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Namun cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang makin tidak menentu terus menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para perajin demi menjaga kelangsungan usaha mereka.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Pangan Murah Jajaran Korem 081/DSJ Diserbu Warga

    Gerakan Pangan Murah Jajaran Korem 081/DSJ Diserbu Warga

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Koramil 0803/03 Balerejo di halaman Kantor Kecamatan Balerejo, Sabtu (30/08/2025), mendapat sambutan hangat dari warga. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Meski ramai, antrean tetap berlangsung tertib dan kondusif. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya […]

    Bagikan
  • Kantor Bupati Ponorogo Dipenuhi Ucapan Selamat Berupa Tanaman Hidup

    Kantor Bupati Ponorogo Dipenuhi Ucapan Selamat Berupa Tanaman Hidup

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Jelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo pada 20 Februari mendatang, halaman Kantor Bupati Ponorogo dipenuhi ucapan selamat.  Namun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya karangan bunga menjadi pilihan, kali ini masyarakat memberikan ucapan dalam bentuk tanaman hidup. Ratusan tanaman, mulai dari tabebuya hingga berbagai tanaman buah seperti mangga, […]

    Bagikan
  • Menilik Kesiapsiagaan Tim ‘Drogba’ Polres Magetan di Tanjakan Ekstrem Sarangan

    Menilik Kesiapsiagaan Tim ‘Drogba’ Polres Magetan di Tanjakan Ekstrem Sarangan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Arus wisatawan di kawasan Telaga Sarangan masih menunjukkan kepadatan menjelang berakhirnya masa liburan. Di tengah derasnya mobilitas masyarakat, Tim Drogba (Dorong Ganjal Ban) Polres Magetan tetap siap siaga menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan pengendara di tanjakan ekstrem pertigaan depan Omah Jowo, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Ini menjadi salah satu titik […]

    Bagikan
  • Relokasi Kios ke Dalam Terminal Purboyo Berbuah Manis, Omzet Pedagang Naik 100 Persen

    Relokasi Kios ke Dalam Terminal Purboyo Berbuah Manis, Omzet Pedagang Naik 100 Persen

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Para pedagang di Terminal Tipe A Purboyo Madiun kini bisa tersenyum. Setelah bertahun-tahun berjualan di luar kawasan terminal, kini kios mereka telah direlokasi ke dalam area terminal. Kebijakan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penghasilan para pedagang. Sudah tiga minggu kios-kios baru tersebut berdiri di dalam terminal dan para pedagang […]

    Bagikan
  • Singkong Jadi Dimsum? Inovasi Lokal Yang Menculik Perhatian

    Singkong Jadi Dimsum? Inovasi Lokal Yang Menculik Perhatian

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Di tengah berkembangnya tren kuliner modern saat ini, Mahasiswa Kelas 5C Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Madiun mampu menghadirkan sebuah gagasan inovatif melalui produk Kong’s Dimsum. Inovasi ini lahir dari proyek mata kuliah Manajemen Inovasi dan Kreativitas dengan dosen pengampu mata kuliah bapak Hendra Setiawan, S.E., M.M. yang mendorong […]

    Bagikan
  • Warga Kaibon Digemparkan Temuan Mortir di Gudang Rongsokan

    Warga Kaibon Digemparkan Temuan Mortir di Gudang Rongsokan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Warga Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dibuat kaget dengan adanya temuan benda mirip mortir di sebuah gudang rongsokan, Rabu (8/4/2026). Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik gudang, Muji Rahayu, saat membersihkan lokasi usahanya yang telah lama belasan tahun dikelola. Muji mengaku, mortir itu ditemukan ketika dirinya mengangkat sebuah karung […]

    Bagikan
expand_less