Berita Terkini
Trending Tags

Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 286
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
perajin genteng yang ada di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim penghujan yang terjadi sejak awal tahun menjadi tantangan berat bagi para perajin genteng tradisional di Kabupaten Magetan. Ketergantungan pada panas matahari untuk proses pengeringan membuat produksi genteng rentan terganggu ketika cuaca tiba-tiba berubah.

Kondisi itu dirasakan para perajin di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, salah satu sentra industri genteng rumahan di Magetan. Setiap kali mendung muncul, para pekerja harus sigap memindahkan cetakan genteng ke tempat aman agar tidak terkena hujan. Aktivitas yang dilakukan berulang-ulang ini bukan hanya memakan waktu, tetapi juga menghambat ritme produksi harian.

Tugiyo, salah satu perajin genteng yang sudah puluhan tahun menekuni profesi tersebut, mengaku paling merasakan dampaknya. Jika pada musim panas ia mampu menghasilkan hingga 250 genteng dalam sehari, kini produksinya hanya berkisar 200 genteng.

“Kalau mendung atau hujan, cetakan harus segera dipindah. Keluar masuk terus, itu menghambat proses pengeringan,” ujarnya, Jumat (6/2/2025).

Menurutnya, proses pengeringan yang biasanya selesai dalam dua hari saat cuaca panas, kini bisa membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau musim hujan dan matahari sulit muncul, bisa empat hari baru kering. Lebih lama dari biasanya,” tambah Tugiyo.

Meski demikian, Tugiyo memastikan kualitas genteng tidak berubah selama proses pengeringan tetap dilakukan dengan benar. Namun, ritme kerja menjadi lebih berat karena harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca.

Penurunan produksi ini secara otomatis mengurangi pendapatan para perajin. Padahal, permintaan genteng di wilayah Magetan dan sekitarnya relatif stabil.

“Biasanya bisa dapat 250 genteng per hari, tapi kalau hujan seperti sekarang paling hanya 200-an,” tutur Tugiyo.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu membuat para perajin kesulitan menentukan target produksi. ketika matahari tidak muncul seharian, proses penjemuran praktis berhenti total.

Meski menghadapi tekanan musim penghujan, para perajin berharap kondisi cuaca segera stabil. Bagi mereka, matahari merupakan faktor utama penentu kelancaran usaha, mengingat sebagian besar industri genteng tradisional masih mengandalkan proses pengeringan manual.

“Kami hanya bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Kalau cerah, produksi bisa kembali normal. Semoga musim hujan ini cepat berlalu,” pungkas Tugiyo.

Industri genteng tradisional di Magetan hingga kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Namun cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang makin tidak menentu terus menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para perajin demi menjaga kelangsungan usaha mereka.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot-DPRD Kota Madiun Sepakati Perubahan Propemperda 2026, Legislatif Usulkan 3 Raperda Inisiatif

    Pemkot-DPRD Kota Madiun Sepakati Perubahan Propemperda 2026, Legislatif Usulkan 3 Raperda Inisiatif

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026 di Gedung Paripurna pada Jumat (09/01/2026).  Dari hasil koordinasi antara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Madiun dan Tim Pelaksana Harmonisasi dan Sinkronisasi Raperda Pemerintah Kota Madiun, Legislatif […]

    Bagikan
  • Musancab PDIP Madiun, Prioritaskan 20 Persen Kader Muda dan Penguatan Digital

    Musancab PDIP Madiun, Prioritaskan 20 Persen Kader Muda dan Penguatan Digital

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Madiun menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di halaman kantor DPC setempat, Senin (20/4/2026). Agenda ini menjadi bagian dari langkah restrukturisasi organisasi partai di tingkat kecamatan. Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan Musancab serentak ini merupakan upaya konsolidasi internal untuk […]

    Bagikan
  • Jalin Sinergi, KPU Kota Madiun Audiensi dengan PWI Madiun Raya

    Jalin Sinergi, KPU Kota Madiun Audiensi dengan PWI Madiun Raya

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah dilewati. Para wakil rakyat hingga kepala daerah terpilih pun telah menduduki kursinya masing-masing. Kini, evaluasi penyelenggaraan menjadi salah satu agenda untuk menyongsong Pemilu mendatang. PWI Madiun Raya menerima kunjungan dari KPU Kota Madiun pada Rabu (11/01/2026). Hadir secara langsung […]

    Bagikan
  • Audiensi di Kota Madiun, BKN Pastikan CPNS 2026 Masih Menunggu Keputusan Pusat

    Audiensi di Kota Madiun, BKN Pastikan CPNS 2026 Masih Menunggu Keputusan Pusat

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepala Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya, Soni Sultana, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Madiun pada Senin (23/02/2025). Kedatangannya di Balai Kota Madiun disambut oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Totok Sugiarto, serta Kepala BKSDM Kota Madiun, Haris Rahmanuddin. Dalam audiensi tersebut, Soni menegaskan bahwa hingga saat ini […]

    Bagikan
  • Banjir di Daop 4 Belum Surut, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Perjalanan KA Gajayana Tambahan Malang-Gambir

    Banjir di Daop 4 Belum Surut, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Perjalanan KA Gajayana Tambahan Malang-Gambir

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membatalkan perjalanan Kereta Api Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir pulang-pergi (PP) pada Selasa (20/1/2026). Pembatalan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan operasional akibat genangan air yang melanda wilayah Daop 4 Semarang pada Sabtu (17/1) hingga Minggu (18/1) lalu. Genangan air […]

    Bagikan
  • Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Libatkan 14 Perguruan Pencak Silat

    Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Libatkan 14 Perguruan Pencak Silat

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI menggelar Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara lingkup masyarakat di Aston Madiun Hotel & Conference Center pada Kamis (31/07/2025). https://www.kemhan.go.id/pothan/ Turut hadir Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI G. Eko Sunarto serta Wali Kota Madiun, Maidi dan jajaran Forkopimda Kota/Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less