200 Tukang Becak Di Ponorogo Terima Bantuan Becak Listrik Dari Presiden Prabowo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 119
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) memberikan bantuan becak listrik kepada 200 tukang becak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (9/2/2026). Penyerahan bantuan tersebut diwarnai konvoi becak listrik mengelilingi Kota Ponorogo dan berakhir di Pendopo Kabupaten Ponorogo.
Bantuan ini disambut antusias para tukang becak, khususnya mereka yang telah lanjut usia. Salah satunya Supardan, tukang becak yang telah menekuni profesinya sejak tahun 1991. Di usianya yang hampir menginjak 80 tahun, Supardan mengaku sangat terbantu dengan adanya becak listrik tersebut.
“Sangat terbantu sekali. Dulu mengayuh berat, sekarang jauh lebih ringan. Rasanya enak banget, empuk, dan tidak capek,” ujar Supardan.
Wakil Ketua GSN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa pemberian becak listrik merupakan bentuk kepedulian dan hati nurani Presiden Prabowo terhadap para tukang becak lanjut usia yang masih harus bekerja keras di jalanan.
“Beliau tidak tega melihat orang Indonesia, terutama yang sudah sepuh di atas 60 tahun, masih harus mengayuh becak menggunakan tenaga. Bahkan ada tukang becak yang usianya sampai 105 tahun, seperti di Probolinggo, Malang, dan Jember,” jelas Nanik.
Menurutnya, banyak tukang becak lansia tidak memiliki pilihan lain untuk mencari nafkah. Mereka enggan hanya berdiam diri di rumah dan ingin tetap berguna di hari tua. Oleh karena itu, Presiden Prabowo memilih solusi berupa alat kerja yang meringankan beban fisik, bukan bantuan uang tunai.
“Kalau diberi uang cash, tidak semua punya jiwa dagang atau paham usaha. Uangnya bisa habis. Dengan becak listrik, mereka tetap produktif, tetap bekerja, tapi tidak lagi mengandalkan tenaga fisik. Dulu ngontel dua kali saja sudah berat, sekarang bisa lima sampai sepuluh kali jalan tanpa masalah,” tambahnya.

Nanik menegaskan, becak listrik tersebut tidak boleh diperjualbelikan karena merupakan hadiah yang bertujuan sebagai alat usaha jangka panjang. Selain dapat digunakan oleh pemilik becak, kendaraan ini juga bisa dimanfaatkan anggota keluarga.
Hingga saat ini, program pembagian becak listrik telah menjangkau tujuh kota lainnya dengan total lebih dari 11.450 unit, mayoritas berada di Jawa Timur. Presiden Prabowo juga telah memesan tambahan 70 ribu unit becak listrik yang rencananya akan dibagikan setelah Lebaran.
“Untuk Ponorogo sendiri totalnya 530 unit yang akan diberikan secara bertahap. Presiden tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan becak ontel, apalagi di daerah seperti Pacitan, Trenggalek, dan Ponorogo yang kondisi wilayahnya berbukit dan berat,” ungkap Nanik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada warganya.
“Kami menerima bantuan 200 becak listrik. Para lansia sering terkendala tenaga saat mengayuh becak. Dengan bantuan ini, mereka merasa lebih ringan, lebih senang, dan sangat berterima kasih kepada Presiden,” ujarnya.
Lisdyarita menambahkan, becak listrik ini juga ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi, sekaligus diharapkan mampu meningkatkan perekonomian para tukang becak.
“Mengayuh jadi lebih enteng, tidak ada emisi, ramah lingkungan, dan ekonomi masyarakat ikut terbantu,” pungkasnya.(Ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris/Byg

