Berita Terkini
Trending Tags

Diancam Tak Bisa Ikut Ujian, Walimurid Siswa SMAN 2 Mejayan Keluhkan Dugaan Pungli

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 86
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah wali murid SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, mengeluhkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Keluhan datang dari beberapa orang tua siswa berinisial AG, ED, dan MS yang menyebutkan adanya permintaan dana yang bervariasi dari pihak sekolah. Nilai pungutan yang ditagihkan kepada orang tua siswa bervariasi, mulai dari Rp500 ribu, Rp750 ribu, hingga Rp1,5 juta.

Menurut pengakuan para wali murid, pembayaran tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak disertai transparansi anggaran.

“Tidak ada keterangan resmi soal rincian dana itu untuk apa saja. Tapi kalau tidak bayar, anak-anak diancam tidak bisa ikut ujian,” ujar AG saat dikonfirmasi, Senin (02/06/2025).

Hal senada disampaikan ED dan MS yang menyesalkan sikap sekolah yang dinilai justru memberatkan orang tua di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi.

“Ini bukan soal nominal semata, tapi soal keadilan. Anak-anak jadi korban. Mereka ditekan untuk membayar padahal belum tentu semua orang tua mampu,” kata ED.

Sementara itu walimurid berinisial AG menjelaskan anaknya mendapat intimidasi dari pihak sekolah. Jika tidak segera membayar iuran komite maka tidak akan mendapatkan nomor ujian dan tidak diperkenankan mengikuti UAS.

“Sampai sekarang saya belum bayar, karena saya merasa keberatan. Sempat diberitahu pihak sekolah kalau minta keringanan harus ada SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari desa/kelurahan,” bebernya.

Setelah mendapat SKTM pihaknya bukan malah dibebaskan dari pembayaran iuran, namun hanya diberikan keringanan beban separo dari besaran yang seharusnya. Padahal menurutnya, setelah mendapat SKTM seharusnya dibebaskan dari pungutan iuran. 

“Tapi kenyataannya tidak, kami harus tetap membayar separonya Rp 750 ribu,” kata AG.

Sementara itu pihak SMAN 2 Mejayan memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli tersebut. Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Mejayan Teophilus Banu Dwi menjelaskan kewenangan penarikan iuran terdapat pada pihak komite sekolah. Sementara, pihak sekolah membantah jika terjadi intimidasi atau ancaman jika siswa yg tidak membayar pungutan yang ditetapkan oleh pihak sekolah tidak dapat nomor ujian.

“Saya pribadi tidak bisa menjawab karena itu wewenang komite, waktu itu kepala sekolah tidak ada ditempat sehingga komite yang menentukan,” ucap Teophilus saat diwawancari awak media.

Image Not Found
Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Mejayan, Teophilus Banu Dwi, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Meski demikian pihak sekolah mengakui jika membutuhkan tambahan biaya untuk kebutuhan menggaji GTT dan PPT serta pembangunan Masjid.

“Tarah sekolah sakmene gedene gak due masjid” imbu Teo

Disinggung terkait dengan pembayaran iuran sebagai syarat mengikuti ujian, Teo menampik hal itu lantaran pihaknya tidak membeda-bedakan siswa terkait keikutsertaan dalam ujian.

“Semuanya kita fasilitasi untuk mengikuti ujian,” tambahnya.

Berdasarkan informasi pihak komite sekolah dan walimurid saat rapat menjabarkan kebutuhan dan penggunaan uang iuran dari para siswa tersebut. Diantaranya digunakan untuk beberapa pengeluaran SMAN 2 Mejayan yang membutuhkan anggaran total Rp. 955 juta. Dengan rincian, gaji GTT dan PTT sebesar Rp. 217 juta, kegiatan kesiswaan Rp. 45 juta, kegiatan kurikulum Rp. 30 juta, kegiatan kehumasan Rp 10 juta.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permintaan Sandal Kulit Magetan Menurun Jelang Lebaran 2026, Perajin Hadapi Tantangan Baru

    Permintaan Sandal Kulit Magetan Menurun Jelang Lebaran 2026, Perajin Hadapi Tantangan Baru

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, para perajin sandal kulit di Kabupaten Magetan menghadapi situasi yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Momentum yang biasanya menjadi puncak penjualan justru tidak memberikan lonjakan signifikan pada permintaan. Sejumlah perajin mengaku, peningkatan pesanan menjelang Lebaran tahun ini tidak setinggi biasanya. Jika pada periode yang sama di tahun-tahun […]

    Bagikan
  • Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Hebel Tabrak Gapura di Parang Magetan

    Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Hebel Tabrak Gapura di Parang Magetan

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah truk bermuatan hebel mengalami kecelakaan tunggal di Jalan umum Sayutan–Sampung, tepatnya Desa Sayutan RT 18 RW 06, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Kamis (10/4/2025) pukul 09.30 WIB. Sebuah truk Mitsubishi bernomor polisi S 8693 UC menabrak gapura di sisi timur jalan. Diduga kecelakaan itu akibat mengalami gangguan pada sistem pengereman. Kanit […]

    Bagikan
  • Diduga Terkait OTT Wali Kota Nonaktif, KPK Geledah Ruko di Kota Madiun

    Diduga Terkait OTT Wali Kota Nonaktif, KPK Geledah Ruko di Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam rangka pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Kini, penyidik KPK menyasar sebuah ruko di Jalan Jenderal S. Parman, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (26/1/2026). Pantauan di lokasi, sedikitnya empat mobil Toyota Innova […]

    Bagikan
  • Apel Pasca Lebaran, Bupati Madiun Tekankan Keikhlasan Pelayanan dan Disiplin ASN photo_camera 2

    Apel Pasca Lebaran, Bupati Madiun Tekankan Keikhlasan Pelayanan dan Disiplin ASN

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar apel bersama usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Rabu (25/3/2026). Kegiatan ini diikuti ribuan aparatur sipil negara (ASN) dari seluruh organisasi perangkat daerah, kecamatan, hingga puskesmas. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo […]

    Bagikan
  • Tanpa Pasien, Ambulans Desa Oleng dan Hantam Pagar Rumah Warga

    Tanpa Pasien, Ambulans Desa Oleng dan Hantam Pagar Rumah Warga

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah ambulans siaga desa mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Selasa (6/1/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kendaraan dalam kondisi tanpa pasien. Ambulans jenis Suzuki APV milik Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, itu dikemudikan Saiful Ipung (40). Kendaraan […]

    Bagikan
  • Warga Ngawi Bongkar Diduga Makam Palsu Wali Lima

    Warga Ngawi Bongkar Diduga Makam Palsu Wali Lima

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Warga yang tergabung dalam Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) Ngawi melakukan pembongkaran terhadap lima makam yang selama ini dikenal sebagai makam Wali Lima. Pembongkaran dilakukan karena makam tersebut dinilai tidak memiliki bukti sejarah yang jelas dan bisa menyesatkan banyak orang. Pembongkaran makam dengan pengawalan pihak kepolisian berlangsung di Desa Guyung, Kecamatan […]

    Bagikan
expand_less