Berita Terkini
Trending Tags

Wisata Petik Melon Hidroponik di Madiun, Kisah Mantan TKI yang Bangkitkan Ekonomi Desa

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 408
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebun Melon Hidroponik Greenhouse Paman Jack banyak dikunjungi wisatawan saat liburan nataru, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Di sudut Dusun Golang, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur deretan tanaman melon tumbuh rapi di dalam bangunan greenhouse. Bukan ladang luas dengan tanah terbuka, melainkan sistem hidroponik yang bersih, tertata, dan terbuka untuk siapa saja yang ingin memetik langsung buahnya.

Greenhouse Paman Jack demikian warga menyebutnya menawarkan wisata edukasi petik melon hidroponik. Tempat ini mulai berdiri pada akhir 2023 dan perlahan menjadi destinasi alternatif bagi warga Madiun dan sekitarnya yang ingin merasakan pengalaman memetik buah langsung dari kebun.

Pengelola greenhouse, Marjoko, bukanlah petani melon sejak awal. Ia puluhan tahun bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, menggeluti pekerjaan sebagai mekanik pabrik. Rasa jenuh dan keinginan pulang kampung menjadi titik awal perubahan hidupnya.

“Dua tahun sebelum pulang, saya sering lihat YouTube. Tertarik budidaya melon hidroponik karena lahan sempit tapi hasilnya bisa maksimal,” ujar Marjoko saat ditemui, Sabtu (26/12/2025).

Setibanya di kampung halaman, Marjoko tak sekadar mencoba bertanam. Ia memilih konsep wisata edukasi agar kebunnya memberi nilai lebih bagi desa. Saat ini, pengunjung bebas memilih dan memetik sendiri melon yang diinginkan, kemudian menimbangnya di kasir dengan harga Rp. 25.000 per kilogram.

Di dalam greenhouse, sedikitnya empat varietas melon dibudidayakan: Adinda, Yellow Emperor, Koreana, dan Inthanon. Beberapa varietas lain seperti Lavender, Sweet Net, dan Bushami juga mulai dikembangkan. “Kalau wisata petik, harus banyak jenis supaya orang penasaran datang,” kata Marjoko.

Keputusan membuka wisata petik melon bukan tanpa alasan. Menurutnya, menjual hasil panen ke tengkulak kerap membuat petani berada di posisi lemah, terutama soal harga dan standar kualitas.

“Kalau ke tengkulak itu harganya lebih murah, masih ada sistem sortir. Takutnya banyak yang nggak masuk. Kalau wisata begini, orang datang sendiri ke sini,” ujarnya.

Saat ini, greenhouse kedua yang dikelola Marjoko memiliki populasi sekitar 800 tanaman melon. Selain menjadi sumber penghasilan, tempat ini juga diharapkan mampu memantik geliat ekonomi dan wisata desa.

Salah satu pengunjung, Nita, mengaku mengetahui keberadaan Greenhouse Paman Jack dari banner yang terpasang di depan Rumah Makan Selempung. Rasa penasaran membawanya datang seusai kegiatan PKK.

“View-nya bagus, dari kebun langsung. Lebih fresh dan dekat dari rumah,” ujar Nita sambil membawa melon jenis Inthanon yang baru dipetiknya. Menurutnya, harga Rp25 ribu per kilogram masih tergolong terjangkau dengan kualitas rasa yang manis.

Di tengah keterbatasan lahan dan tantangan pertanian modern, Greenhouse Paman Jack menjadi contoh bagaimana ide, pengalaman, dan teknologi sederhana bisa berpadu. Dari perjalanan seorang mantan TKI, lahir ruang belajar sekaligus wisata yang menumbuhkan harapan baru bagi Desa Kuwiran.(Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Gencarkan Deteksi Dini HIV dan TBC

    Pemkab Madiun Gencarkan Deteksi Dini HIV dan TBC

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS serta Tuberkulosis (TBC) melalui program deteksi dini dan layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Remaja Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Sabtu (04/10/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), Hari Wuryanto. Bupati Madiun […]

    Bagikan
  • Demam Korea Makin Panas, Aston Madiun Hadirkan The K-Groove: Korean Night Party.

    Demam Korea Makin Panas, Aston Madiun Hadirkan The K-Groove: Korean Night Party.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di tengah demam budaya Korea yang kian menguat di Indonesia, Aston Madiun Hotel & Conference Center menghadirkan event ‘The K-Groove: Korean Night Party’, Jum’at (30/1) malam. Acara itu bukan sekadar makan malam biasa, namun menjadi ajang kumpul komunitas K-Pop terbesar di Madiun. Hotel bintang empat itu menghadirkan transformasi suasana hotel dengan […]

    Bagikan
  • Tradisi Methik Pari Desa Glinggang, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jelang Panen

    Tradisi Methik Pari Desa Glinggang, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jelang Panen

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Masyarakat adat Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, menggelar tradisi methik padi menjelang panen raya, Kamis (30/4/2026). Tradisi turun-temurun ini menjadi bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur. Prosesi methik digelar di area persawahan desa setempat. Sejumlah sesepuh dan perangkat desa memimpin ritual, yang juga diiringi penampilan […]

    Bagikan
  • Nikmati Kue Cucur Ceria, Cocok untuk Takjil Buka Puasa

    Nikmati Kue Cucur Ceria, Cocok untuk Takjil Buka Puasa

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Bulan Ramadhan identik dengan berburu takjil untuk berbuka puasa. Salah satu jajanan tradisional yang masih diminati hingga kini adalah kue cucur. Namun, di tangan Maya Nikasari, kue cucur hadir dengan inovasi unik yang membuatnya semakin banyak peminatnya. Di tempat usahanya yang berlokasi di Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, […]

    Bagikan
  • Polemik PSHT Memanas, Kubu Ketum PSHT Taufiq Tolak Parluh Kubu Moerdjoko Play Button

    Polemik PSHT Memanas, Kubu Ketum PSHT Taufiq Tolak Parluh Kubu Moerdjoko

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 2.591
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dualisme Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kembali memanas. Ratusan warga PSHT dari kubu Ketua Umum (Ketum) PSHT, Muhammad Taufiq menggelar aksi demo di Aloon-Aloon Kota Madiun pada Senin (02/02/2026). Aksi ini buntut akan dilaksanakannya Parapatan Luhur (Parluh) oleh kubu Ketum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko. Welly Dany Permana, Kuasa Hukum PSHT […]

    Bagikan
  • 5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hiruk pikuk lokalisasi Pasar Janti, Kecamatan Jenangan, mendadak senyap. Puluhan warung kopi esek-esek yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut resmi ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Ponorogo. Penutupan dilakukan setelah muncul temuan mencengangkan yakni lima pekerjanya diduga terinfeksi HIV. Langkah tegas itu diambil menyusul hasil tracing yang dilakukan sejak April lalu […]

    Bagikan
expand_less