Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen dari total penduduk sekitar 688 ribu jiwa di Kab.Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan kini memasuki fase demografis yang semakin menantang. Data terbaru mencatat bahwa 20,3 persen dari total penduduk sekitar 688 ribu jiwa merupakan kelompok lanjut usia. Angka ini bukan hanya menunjukkan populasi yang menua, tetapi juga menandai meningkatnya kebutuhan layanan sosial dan kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo, menegaskan bahwa tingginya angka lansia harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat tidak semua dari mereka memiliki kondisi hidup yang aman, sehat, dan didukung keluarga.

“Dari total lansia yang ada, sekitar dua hingga empat ribu orang masuk kategori rentan berdasarkan desil satu hingga lima. Mereka termasuk lansia terlantar dan memerlukan penanganan khusus karena tidak memiliki pendamping memadai,” ujarnya.

Kelompok rentan tersebut tidak hanya ditentukan oleh umur, tetapi juga kondisi sosial-ekonomi dan kesehatan. Sebagian dari mereka hidup sendiri karena anak merantau, sebagian tidak memiliki penghasilan tetap, dan lainnya harus berjuang menghadapi penyakit kronis tanpa dukungan keluarga yang intens.

Menurut Parminto, kondisi semacam ini berpotensi menimbulkan masalah sosial yang tidak tampak di permukaan. Mulai dari keterlantaran, isolasi sosial, hingga risiko kedaruratan kesehatan yang tidak tertangani dengan cepat.

“Ada lansia yang secara fisik terlihat baik-baik saja, tetapi secara sosial mereka terisolasi. Ada pula yang tinggal bersama keluarga tetapi tetap tidak mendapatkan pendampingan memadai. Inilah yang menjadi tantangan kita, ” jelasnya.

Image Not Found
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo. Foto : Kusnanto- Sinergia

Parminto menegaskan bahwa tingginya jumlah lansia harus diimbangi dengan perubahan pola pikir masyarakat.

“Populasi lansia kita besar, tetapi kesadaran masyarakat untuk ikut memantau dan peduli harus terus ditingkatkan. Lansia bukan hanya urusan keluarga, melainkan juga urusan bersama sebagai komunitas,” ungkapnya.

Bertambahnya populasi lansia membawa implikasi langsung pada pelayanan publik, terutama dalam sektor kesehatan dan jaminan sosial. Banyak lansia membutuhkan layanan pemeriksaan rutin, pendampingan aktivitas harian, hingga akses bantuan yang tepat sasaran.

Dinsos mencatat bahwa lansia dari kelompok rentan sering kali membutuhkan intervensi yang lebih intensif, mulai dari bantuan sembako, perawatan rumah, hingga pendampingan psikososial.

Namun, tidak semua desa memiliki mekanisme pendataan dan pemantauan yang memadai. Celah inilah yang selama ini menjadi tantangan pemerintah dalam memastikan seluruh lansia rentan terdata dan tertangani.

Untuk menghadapi situasi tersebut, pemerintah daerah mulai memperkuat berbagai instrumen perlindungan sosial, termasuk mendorong desa dan RT memperbaiki sistem pendataan dan pemantauan lansia.

Dinsos menilai bahwa pemetaan awal sangat penting untuk mengetahui posisi lansia rentan, terutama yang tinggal sendiri. Dengan data yang lebih lengkap, intervensi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Peran desa dan RT menjadi sangat strategis. Kami berharap masyarakat juga ikut aktif memberikan informasi bila menemukan lansia yang membutuhkan perhatian tambahan,” kata Parminto.

Magetan diprediksi akan terus mengalami peningkatan jumlah lansia dalam beberapa tahun mendatang. Tanpa langkah antisipatif, tingginya angka lansia dapat menimbulkan tekanan pada berbagai sektor pelayanan publik.

“Ini bukan tugas yang selesai dalam satu atau dua tahun. Kita harus menyiapkan sistem yang berkelanjutan agar lansia di Magetan tetap hidup dengan layak dan terjaga martabatnya,” pungkas Parminto.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10.000 Lebih Peserta Jalani Seleksi PPPK Tahap 2 di Kota Madiun 

    10.000 Lebih Peserta Jalani Seleksi PPPK Tahap 2 di Kota Madiun 

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 digelar mulai hari ini hingga 18 Mei 2025. Asrama Haji Kota Madiun kembali ditunjuk sebagai titik lokasi pelaksanaan ujian untuk wilayah Madiun dan sekitarnya. Kepala BKPSDM Kota Madiun, Harris Rahmanudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi kali ini mencakup peserta dari berbagai […]

    Bagikan
  • Jelang Sidang Gugatan PHPU Sujatno-Ida, KPU dan Bawaslu Magetan Tegaskan Sejumlah Persiapan

    Jelang Sidang Gugatan PHPU Sujatno-Ida, KPU dan Bawaslu Magetan Tegaskan Sejumlah Persiapan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Bupati dan Wakil Bupati Magetan tahun 2024, akan disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Berdasarkan website resmi MKRI.id, jadwal sidang dijadwalkan pada Rabu (8/1/2025), pukul 13.00 WIB, di Gedung MKRI 1 Lantai 2, dengan agenda pemeriksaan pendahuluan. Dalam situs tersebut, pemohon sidang berasal dari Paslon […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Panggil Manajemen RSUD dr. Harjono Bahas Kelanjutan RKA 2026

    DPRD Ponorogo Panggil Manajemen RSUD dr. Harjono Bahas Kelanjutan RKA 2026

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Komisi D DPRD Ponorogo pada Jumat (14/11/2025) mengundang jajaran manajemen RSUD dr. Harjono dalam sebuah rapat khusus. Pertemuan ini digelar tidak lama setelah Direktur Utama rumah sakit plat merah ini, dr. Yunus Mahatma, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rapat tersebut bertujuan memastikan proses penyusunan Rencana […]

    Bagikan
  • 72 Siswa di Mantingan Ngawi Diduga Keracunan Menu MBG, Ini Langkah Dinkes

    72 Siswa di Mantingan Ngawi Diduga Keracunan Menu MBG, Ini Langkah Dinkes

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi bergerak cepat menyikapi dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa di Kecamatan Mantingan pada Kamis (04/12/2025). Para siswa itu dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga demam. Diketahui, sehari sebelumnya mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Puskesmas Mantingan, Muhammad Al […]

    Bagikan
  • Rencana Panen Raya Bersama Presiden di Ngawi Batal, Petani Sudah Terlanjur Panen

    Rencana Panen Raya Bersama Presiden di Ngawi Batal, Petani Sudah Terlanjur Panen

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kabupaten Ngawi untuk menghadiri panen raya dipastikan batal terlaksana. Padahal, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi sebelumnya telah menyiapkan beberapa lokasi alternatif untuk menyambut kegiatan tersebut. Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Ngawi, Hasan Zunairi, menjelaskan sejumlah titik yang dianggap paling layak dijadikan lokasi panen […]

    Bagikan
  • DKPP Kota Madiun Gelar Bazar Produk Olahan Ikan, Dukung Program Pencegahan Stunting

    DKPP Kota Madiun Gelar Bazar Produk Olahan Ikan, Dukung Program Pencegahan Stunting

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar Bazar Produk Olahan Ikan pada Jumat (13/06/2025) di Lapangan Gulun. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak, guna mencegah stunting sejak dini. Wali Kota Madiun, Maidi, yang turut hadir dalam acara tersebut […]

    Bagikan
expand_less