Berita Terkini
Trending Tags

Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen dari total penduduk sekitar 688 ribu jiwa di Kab.Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan kini memasuki fase demografis yang semakin menantang. Data terbaru mencatat bahwa 20,3 persen dari total penduduk sekitar 688 ribu jiwa merupakan kelompok lanjut usia. Angka ini bukan hanya menunjukkan populasi yang menua, tetapi juga menandai meningkatnya kebutuhan layanan sosial dan kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo, menegaskan bahwa tingginya angka lansia harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat tidak semua dari mereka memiliki kondisi hidup yang aman, sehat, dan didukung keluarga.

“Dari total lansia yang ada, sekitar dua hingga empat ribu orang masuk kategori rentan berdasarkan desil satu hingga lima. Mereka termasuk lansia terlantar dan memerlukan penanganan khusus karena tidak memiliki pendamping memadai,” ujarnya.

Kelompok rentan tersebut tidak hanya ditentukan oleh umur, tetapi juga kondisi sosial-ekonomi dan kesehatan. Sebagian dari mereka hidup sendiri karena anak merantau, sebagian tidak memiliki penghasilan tetap, dan lainnya harus berjuang menghadapi penyakit kronis tanpa dukungan keluarga yang intens.

Menurut Parminto, kondisi semacam ini berpotensi menimbulkan masalah sosial yang tidak tampak di permukaan. Mulai dari keterlantaran, isolasi sosial, hingga risiko kedaruratan kesehatan yang tidak tertangani dengan cepat.

“Ada lansia yang secara fisik terlihat baik-baik saja, tetapi secara sosial mereka terisolasi. Ada pula yang tinggal bersama keluarga tetapi tetap tidak mendapatkan pendampingan memadai. Inilah yang menjadi tantangan kita, ” jelasnya.

Image Not Found
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo. Foto : Kusnanto- Sinergia

Parminto menegaskan bahwa tingginya jumlah lansia harus diimbangi dengan perubahan pola pikir masyarakat.

“Populasi lansia kita besar, tetapi kesadaran masyarakat untuk ikut memantau dan peduli harus terus ditingkatkan. Lansia bukan hanya urusan keluarga, melainkan juga urusan bersama sebagai komunitas,” ungkapnya.

Bertambahnya populasi lansia membawa implikasi langsung pada pelayanan publik, terutama dalam sektor kesehatan dan jaminan sosial. Banyak lansia membutuhkan layanan pemeriksaan rutin, pendampingan aktivitas harian, hingga akses bantuan yang tepat sasaran.

Dinsos mencatat bahwa lansia dari kelompok rentan sering kali membutuhkan intervensi yang lebih intensif, mulai dari bantuan sembako, perawatan rumah, hingga pendampingan psikososial.

Namun, tidak semua desa memiliki mekanisme pendataan dan pemantauan yang memadai. Celah inilah yang selama ini menjadi tantangan pemerintah dalam memastikan seluruh lansia rentan terdata dan tertangani.

Untuk menghadapi situasi tersebut, pemerintah daerah mulai memperkuat berbagai instrumen perlindungan sosial, termasuk mendorong desa dan RT memperbaiki sistem pendataan dan pemantauan lansia.

Dinsos menilai bahwa pemetaan awal sangat penting untuk mengetahui posisi lansia rentan, terutama yang tinggal sendiri. Dengan data yang lebih lengkap, intervensi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Peran desa dan RT menjadi sangat strategis. Kami berharap masyarakat juga ikut aktif memberikan informasi bila menemukan lansia yang membutuhkan perhatian tambahan,” kata Parminto.

Magetan diprediksi akan terus mengalami peningkatan jumlah lansia dalam beberapa tahun mendatang. Tanpa langkah antisipatif, tingginya angka lansia dapat menimbulkan tekanan pada berbagai sektor pelayanan publik.

“Ini bukan tugas yang selesai dalam satu atau dua tahun. Kita harus menyiapkan sistem yang berkelanjutan agar lansia di Magetan tetap hidup dengan layak dan terjaga martabatnya,” pungkas Parminto.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menikmati Sajian Aneka Kue dari Ubi Ungu, Kini Diburu Pecinta Kuliner

    Menikmati Sajian Aneka Kue dari Ubi Ungu, Kini Diburu Pecinta Kuliner

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kreativitas mengolah bahan pangan lokal membawa berkah bagi Emi Atikah, seorang ibu rumah tangga asal Jalan Parang Ukel, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Berawal dari melimpahnya ubi ungu di lingkungan sekitar dengan harga yang relatif murah, Emi berhasil menyulapnya menjadi aneka kue bernilai jual tinggi dengan omzet mencapai ratusan juta […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Bakal Sidak 47 Dapur MBG Usai Lebaran, Pengawasan Kualitas Makanan Diperketat

    Pemkab Madiun Bakal Sidak 47 Dapur MBG Usai Lebaran, Pengawasan Kualitas Makanan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun berencana memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Kabupaten Madiun. Rencananya, sidak akan menyasar […]

    Bagikan
  • SKCK Jadi Syarat PPPK, Polres Ponorogo Kebanjiran Pemohon

    SKCK Jadi Syarat PPPK, Polres Ponorogo Kebanjiran Pemohon

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Permintaan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Satintelkam Polres Ponorogo mengalami lonjakan signifikan. Mayoritas pemohon berasal dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. SKCK menjadi salah satu dokumen yang wajib dilampirkan dalam berkas daftar riwayat hidup (DRH) sebagai bagian dari persyaratan administrasi PPPK. Kasat Intelkam Polres Ponorogo, […]

    Bagikan
  • Longsor Batu Besar di Telaga Ngebel, Dua Wisatawan Luka Serius

    Longsor Batu Besar di Telaga Ngebel, Dua Wisatawan Luka Serius

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peristiwa longsor terjadi di kawasan wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (21/6/2025) pukul 16.10 WIB.  Dua orang wisatawan menjadi korban setelah tertimpa batu berukuran besar saat melintas di jalur lingkar telaga menggunakan sepeda motor. Kedua korban diketahui merupakan ibu dan anak, masing-masing bernama Sundari (47) dan putranya, Naufal Riska […]

    Bagikan
  • Dewa 19 Bakal Guncang Ponorogo pada Penutupan Peringatan Hari Jadi ke-529

    Dewa 19 Bakal Guncang Ponorogo pada Penutupan Peringatan Hari Jadi ke-529

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kabar menggembirakan bagi para Baladewa di Ponorogo. Grup musik legendaris Dewa 19 direncanakan akan tampil di Bumi Reog untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo. Informasi ini beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir, dan kini telah dikonfirmasi langsung oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Ia menyatakan telah […]

    Bagikan
  • Tiga Kepala OPD Alumni Jatinangor Saling Berebut Menjadi Sekda Magetan

    Tiga Kepala OPD Alumni Jatinangor Saling Berebut Menjadi Sekda Magetan

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan hingga pertengahan Agustus 2025 baru diikuti tiga pejabat. Tiga Kepala OPD yang merupakan alumni kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat bersaing ketat agar bisa duduk sebagai Sekda Magetan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, Masruri, membenarkan bahwa hanya ada tiga […]

    Bagikan
expand_less