Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

DPRD Magetan Minta Relokasi Pedagang Pasar Sayur Tidak Tergesa-gesa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 11
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Ritha. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan meminta Pemerintah Kabupaten Magetan berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait rencana penataan dan relokasi pedagang Pasar Sayur Magetan. Dewan menilai, penataan pasar memang diperlukan, namun harus dilakukan tanpa mengganggu keberlangsungan ekonomi pedagang kecil.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Ritha, menyatakan bahwa keputusan Pemkab menunda relokasi merupakan sikap yang sejalan dengan berbagai keluhan yang disampaikan pedagang kepada DPRD. Ia menegaskan, penataan pasar tetap dapat dijalankan, tetapi tidak boleh dilakukan secara terburu-buru hingga menimbulkan kerugian bagi pedagang.

“Penataan memang penting, tetapi jangan sampai kebijakan itu justru menghilangkan sumber nafkah mereka. Relokasi jangan dijalankan asal-asalan,” ujar Ritha.

Menurutnya, DPRD tidak menolak upaya pemerintah menata kawasan Pasar Sayur. Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh langkah teknis di lapangan harus matang agar tidak menimbulkan persoalan baru. Ritha menuturkan bahwa relokasi tidak boleh dipaksakan jika sarana pendukung belum memadai.

“Kalau fasilitas belum lengkap, akses belum memadai, dan pedagang belum merasa siap, tentu tidak bijak jika relokasi tetap dijalankan,” jelasnya.

DPRD memahami kekhawatiran para pedagang, terutama terkait potensi turunnya pembeli apabila dipindahkan ke tempat yang belum dikenal masyarakat. Aktivitas transaksi pedagang sangat bergantung pada arus pembeli yang datang secara rutin.

“Penghasilan mereka sangat dipengaruhi keramaian. Kalau pembeli merasa jauh atau tidak tahu lokasi baru, yang langsung merasakan dampaknya adalah para pedagang,” tambahnya.

Melalui Komisi B, DPRD meminta Pemkab Magetan dan organisasi perangkat daerah terkait agar lebih mengedepankan dialog serta membuka ruang komunikasi dua arah sebelum mengambil kesimpulan akhir. Ritha menekankan bahwa pedagang harus dilibatkan sejak awal.

“Pedagang itu bagian penting dari ekonomi daerah, bukan sekadar objek kebijakan. Mereka harus menjadi pihak yang diajak berdiskusi, bukan hanya diberi keputusan sepihak,” tutur Ritha.

Ritha memastikan DPRD akan terus mengawal setiap langkah penataan agar tidak menimbulkan gejolak sosial dan tetap berpihak pada kepentingan pedagang.

“Jika kebijakan penataan justru memberatkan pedagang, kami pasti menyampaikan keberatan. Prinsipnya sederhana: penataan boleh dilakukan, tapi jangan sampai rakyat dirugikan,” tutupnya.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sajikan Konsep Hey Day, Nusantara Edupark Diserbu Ribuan Pengunjung

    Sajikan Konsep Hey Day, Nusantara Edupark Diserbu Ribuan Pengunjung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Madiun. Sejumlah destinasi wisata mengalami lonjakan kunjungan, salah satunya Nusantara Edupark yang berlokasi di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu. Mengusung konsep wisata edukatif bertema pertanian dan peternakan melalui event bertajuk Hey Day Edupark, tempat wisata ini menawarkan pengalaman […]

    Bagikan
  • Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, angkat bicara mengenai kondisi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang kini berada di ujung tanduk. Koperasi yang sebelumnya mampu mencatat omzet hingga Rp. 6 juta per hari itu, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp. 2 juta bahkan sempat di bawah angka tersebut. Menurut Wali Kota Maidi, […]

    Bagikan
  • Kuasa Hukum Tersangka Mashudi Ajukan Penangguhan Penahanan

    Kuasa Hukum Tersangka Mashudi Ajukan Penangguhan Penahanan

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Setelah ditetapkan statusnya sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah jalan tol dan ditahan Kejaksaan Negeri kabupaten Madiun, Mashudi akan mengajukan penangguhan penahanan.  Pasalnya, tersangka yang merupakan mantan Camat Sawahan itu mengidap kasus kanker paru-paru stadium empat.  “Saya akan mengajukan penangguhan penahanan tahanan kota. Karena apa, klien saya […]

    Bagikan
  • Lima Rumah Rusak di Magetan Terdampak Cuaca Ekstrim

    Lima Rumah Rusak di Magetan Terdampak Cuaca Ekstrim

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Magetan dalam empat hari terakhir menyebabkan lima rumah roboh dan rusak berat. Peristiwa tersebut terjadi di tiga kecamatan, yaitu Ngariboyo, Poncol, dan Magetan. Meski menimbulkan kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kepala Pelaksana BPBD Magetan menjelaskan, cuaca ekstrem […]

    Bagikan
  • Tragis ! Balita di Magetan Tewas Usai Jatuh ke Sumur Lama Depan Rumah

    Tragis ! Balita di Magetan Tewas Usai Jatuh ke Sumur Lama Depan Rumah

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peristiwa tragis menimpa keluarga di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Kamis (16/10/2025) pagi. Seorang balita perempuan yang masih berusia 1,5 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur lama yang berada di depan rumahnya. Korban merupakan anak dari pasangan Abu Khoir (44) dan Nuvita Ika Rahmawati (38), warga setempat. […]

    Bagikan
  • APTRI Madiun Mendesak Pemerintah Tunjuk Bulog Tangani Impor Gula

    APTRI Madiun Mendesak Pemerintah Tunjuk Bulog Tangani Impor Gula

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI ) wilayah PG Redjo Agung Baru Madiun mendesak pada pemerintah perlunya menghidupkan kembali Dewan Gula Indonesia (DGI). Selain itu turut meminta pentingnya izin impor gula ditangani sepenuhnya oleh Bulog karena dinilai mampu sebagai stabilisator harga dan penyerap gula petani. DPC APTRI Madiun berharap […]

    Bagikan
expand_less