SMK Al Inabah Ponorogo Disatroni Maling,Sejumlah Barang Dirusak Dengan Katana
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 31
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Inabah yang berada di Desa Japan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, menjadi sasaran pencurian dan perusakan pada Rabu pagi, 11 Februari 2026. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.20 WIB.
Aksi pencurian disertai perusakan itu pertama kali diketahui oleh guru dan sejumlah siswa yang hendak masuk sekolah. Saat itu, kondisi ruang kantor dan beberapa ruangan lain sudah dalam keadaan berantakan.
Guru SMK Al Inabah, Irwan Ridho, mengatakan saat pertama kali datang dirinya melihat banner sekolah sudah rusak. Ketika masuk ke dalam area sekolah, kondisi ruangan terlihat kacau. “Pertama kali saya lihat banner sudah rusak. Setelah masuk ke dalam, kondisi sudah kacau,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, sejumlah barang elektronik mengalami kerusakan, di antaranya dua unit monitor, satu kamera CCTV, kipas angin, serta satu unit CPU komputer. Sementara barang yang dilaporkan hilang adalah satu unit kamera DSLR dan teko elektrik.
Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti berupa sebilah pedang jenis katana di lokasi kejadian. Namun hingga kini belum diketahui kepemilikan senjata tersebut. “Pedangnya ada, tapi milik siapa kami tidak tahu,” tambah Irwan.
Menurut keterangan Irwan, pintu kantor sekolah saat ditemukan dalam kondisi terkunci dari luar. Ia kemudian membuka pintu menggunakan kunci cadangan yang dibawanya. Kunci cadangan sendiri tersedia bagi guru yang datang lebih awal.

Sementara itu, Kapolsek Babadan AKP Yudha Setiawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian menduga telah terjadi tindak pidana pencurian yang disertai dengan perusakan.
“Barang-barang yang hilang di antaranya teko dan kamera. Selain itu, pelaku juga merusak neon box dan kamera CCTV. Kerugian ditaksir kurang lebih Rp10 juta,” jelas AKP Yudha.
Dari hasil sementara olah tempat kejadian perkara (TKP), kejadian diperkirakan terjadi antara pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Pelaku diduga masuk melalui pintu depan sekolah. Namun, rekaman CCTV tidak dapat membantu penyelidikan karena kamera hanya berfungsi sebagai live view dan tidak merekam kejadian.
Polsek Babadan saat ini telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami modus pelaku serta menelusuri keberadaan pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris

