Disembunyikan di Kaki, Penyelundupan HP ke Lapas Madiun Berhasil Digagalkan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 29
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang berupa empat unit telepon genggam dan empat charger yang dibawa oleh dua orang pengunjung, Kamis (12/2/2026). Barang terlarang tersebut disembunyikan dengan modus ditempel menggunakan lakban pada bagian kaki dan ditutupi celana panjang. Hal itu guna mengelabui petugas saat pemeriksaan.
Upaya penyelundupan terungkap saat petugas melaksanakan pemeriksaan badan terhadap setiap pengunjung yang akan memasuki area lapas. Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Petugas mencurigai adanya kejanggalan pada bagian kaki pengunjung. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan dan mengamankan barang bukti berupa telepon genggam dan charger yang disembunyikan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kewaspadaan dan kedisiplinan petugas dalam menjalankan prosedur pemeriksaan menjadi kunci utama dalam mencegah masuknya barang terlarang. Kami berkomitmen menjaga Lapas tetap aman dan kondusif,” ujar Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya Rivai.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Madiun, Andri Setiawan, menegaskan bahwa pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengunjung akan terus diperketat. “Pemeriksaan badan maupun barang bawaan pengunjung dilakukan secara rutin dan menyeluruh sebagai langkah deteksi dini untuk menutup celah penyelundupan serta menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan,” katanya.
Pihak Lapas Kelas I Madiun mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku serta tidak mencoba membawa barang terlarang ke dalam lapas. Upaya peningkatan pengawasan dan profesionalitas petugas akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


