Ratusan Warga Ponorogo Bersihkan Makam Jelang Ramadhan
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, ratusan warga di wilayah Ponorogo, Jawa Timur, menggelar tradisi bersih-bersih makam. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menciptakan kenyamanan bagi para peziarah.
Seperti yang terlihat di Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, pada Jumat (13/2/2026) pagi. Puluhan warga bersama perangkat kelurahan bergotong royong membersihkan area Makam Gedhe menggunakan alat seadanya, mulai dari cangkul, pacul, hingga arit.
Mereka membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, serta merapikan area pemakaman agar terlihat bersih dan rapi. Selain kerja bakti, warga juga menyempatkan diri untuk berziarah dan mendoakan keluarga serta leluhur yang telah meninggal dunia.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Salah seorang warga, Jhon Armiadi, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan makam, tetapi juga sebagai pengingat akan kehidupan.
“Ini kegiatan rutin setiap mau Ramadhan tiba. Selain membersihkan makam, kami juga mengingat bahwa suatu saat semua akan kembali seperti ini. Kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Lurah Tonatan, Agus Sudibyo. Menurutnya, tradisi bersih-bersih makam bertujuan memberikan rasa nyaman bagi para peziarah, khususnya bagi keluarga yang datang dari luar daerah.
“Tujuannya supaya bersih dan nyaman untuk berziarah. Biasanya menjelang Ramadhan banyak warga dari luar kota yang pulang kampung untuk ziarah ke makam leluhur,” katanya.
Ia menambahkan, selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Tradisi bersih-bersih makam ini pun menjadi momentum penting bagi warga untuk saling bersilaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan lingkungan makam yang bersih dan tertata, diharapkan para peziarah dapat beribadah dan berdoa dengan lebih khusyuk menjelang bulan suci Ramadhan.(ega).



- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris


