Motif Pengeroyokan Pemuda di Ngawi Terungkap, Dipicu Ikut-ikutan dan Pengaruh Miras
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 89
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Polres Ngawi mengungkap motif di balik aksi penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial AZ (20) yang terjadi di sekitar Pasar Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Insiden yang berlangsung pada Minggu siang (5/4/2026) yang sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet.
Sebelumnya, beredar narasi yang menyebut korban tengah berboncengan dengan ibunya saat kejadian. Namun, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar. Korban diketahui sedang menjemput adiknya ketika peristiwa pengeroyokan terjadi.
Dari hasil penyelidikan, polisi telah mengamankan dua pelaku yang masih berusia muda, yakni S (21) dan R (17), keduanya warga Kabupaten Ngawi.
Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso mengungkapkan, motif sementara aksi kekerasan tersebut dipicu faktor spontanitas dan ikut-ikutan saat berada dalam sebuah perkumpulan.
“Dari keterangan yang kami peroleh, mereka sebelumnya sedang berkumpul dengan teman-temannya. Saat melintas di lokasi, terjadi gesekan yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan,” jelas Kompol Rizki, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, kedua tersangka juga mengakui berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung, sehingga tidak mampu mengendalikan emosi.
“Keduanya dalam kondisi terpengaruh alkohol, yang kemudian memicu tindakan kekerasan tersebut,” ujarnya.
Kompol Rizki pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya, termasuk menjauhkan dari konsumsi minuman keras.
“Kami mengingatkan agar orang tua terus memberikan pengawasan dan edukasi kepada anak-anaknya untuk menjauhi minuman keras, karena berpotensi memicu perilaku negatif,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat menghindari aktivitas berkumpul yang berpotensi menimbulkan konflik antar kelompok.
“Hindari perkumpulan yang mengarah pada tindakan kekerasan, karena dapat memicu perkelahian dan merugikan banyak pihak,” imbuhnya.
Sementara itu, kondisi korban dilaporkan telah membaik usai mendapatkan penanganan medis. Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak mengalami luka serius akibat kejadian tersebut.
“Korban sudah mendapatkan perawatan di puskesmas dan kondisinya kini dalam keadaan sehat,” pungkas Kompol Rizki. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






