Berita Terkini
Trending Tags

Viral Rumah Dibongkar Ekskavator di Ngawi, Ternyata Imbas Gagal Nikah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 339
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Foto : Ilustrasi pembongkaran rumah menggunakan alat berat ekskavator

Sinergia | Ngawi — Sebuah video yang memperlihatkan pembongkaran rumah menggunakan alat berat jenis ekskavator di Kabupaten Ngawi ramai beredar di media sosial. Rekaman yang diunggah akun TikTok @Ari_plafon_ngawi itu memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi.

Dalam video tersebut, tampak sebuah rumah permanen diratakan hingga hampir rata dengan tanah. Unggahan itu disertai keterangan singkat “korban TKW Bollo” dan dengan cepat mendapat respons dari warganet berupa ratusan tanda suka serta puluhan komentar.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Pitu AKP Basuki menyebut, pembongkaran rumah dipicu persoalan hubungan pribadi antara seorang pria warga setempat dengan perempuan yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Basuki menjelaskan, hubungan keduanya sempat mengarah ke rencana pernikahan. Selama menjalin hubungan, pihak perempuan mengirimkan sejumlah uang untuk membangun rumah di atas lahan milik sang pria, yang dipersiapkan sebagai tempat tinggal bersama.

“Peristiwa itu terjadi pada Minggu lalu. Awalnya mereka menjalin hubungan dan berencana menikah. Selama itu, pihak perempuan mengirim dana untuk membangun rumah,” terang Basuki, Senin (13/4/2026).

Namun, setelah beberapa waktu menjalani hubungan, keduanya memutuskan berpisah karena tidak lagi menemukan kecocokan. Rencana pernikahan pun batal terlaksana.

Akibatnya, muncul kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui musyawarah di tingkat desa. Dalam kesepakatan itu, rumah yang telah dibangun diputuskan untuk dibongkar.

Basuki menegaskan, proses pembongkaran dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak tanpa adanya unsur paksaan. Material bangunan dikembalikan kepada pihak perempuan, sementara lahan tetap menjadi milik pihak pria.

“Masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi yang diketahui kepala desa. Tidak ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Tinjau Pos Pantau dan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 2025

    Bupati Madiun Tinjau Pos Pantau dan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, melakukan peninjauan pos pantau dan pos pelayanan arus mudik Lebaran 2025 pada Selasa sore (25/03/2025). Pos pantau dan pelayanan yang ditinjau diantaranya Jiwan, Dumpil, Caruban serta Saradan. Bupati dan […]

    Bagikan
  • Kandang Berisi 15 Ribu Ekor Ayam di Lembeyan Magetan Ludes Terbakar

    Kandang Berisi 15 Ribu Ekor Ayam di Lembeyan Magetan Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan pada Sabtu (05/04/2025). Api menghanguskan kandang peternakan ayam milik Karmanto. Sebanyak 15 ribu ternak ayam beserta kandangnya hangus dilalap si jago merah. Menurut keterangan saksi mata, diketahui asap hitam membumbung tinggi sekitar pukul 06.30 WIB. 3 unit mobil pemadam […]

    Bagikan
  • Hujan Disertai Angin Terjang Magetan, Empat Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

    Hujan Disertai Angin Terjang Magetan, Empat Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin kencang  yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan, Jumat (17/10/2025) sore, menimbulkan gangguan lalu lintas di sejumlah titik. Sedikitnya empat pohon berukuran besar tumbang dan menutup ruas jalan utama di empat kecamatan berbeda. Salah satu lokasi terdampak yang cukup parah berada di Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo. Sebuah mobil milik […]

    Bagikan
  • Warga Ponorogo Digegerkan Penemuan Mortir di Pinggir Sungai

    Warga Ponorogo Digegerkan Penemuan Mortir di Pinggir Sungai

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan temuan sebuah mortir di pinggir sungai pada Senin (9/3/2026) pagi. Benda yang awalnya dikira besi tua itu ternyata merupakan senjata artileri militer yang masih utuh. Mortir tersebut ditemukan oleh Edi Kusdianto saat hendak memancing di sungai dekat rumahnya. Saat itu, Edi melihat […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gelar Apel Pengecekan Kendaraan Dinas, Wali Kota Tegaskan Soal Tanggung Jawab Aset

    Pemkot Madiun Gelar Apel Pengecekan Kendaraan Dinas, Wali Kota Tegaskan Soal Tanggung Jawab Aset

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar apel pengecekan kendaraan dinas operasional milik perangkat daerah, yang dilaksanakan di pelataran Rusunawa Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun pada Selasa (05/08/2025). Apel yang diikuti oleh seluruh perangkat daerah ini menjadi momen penting untuk memastikan seluruh kendaraan dinas dalam kondisi prima. Pengecekan dilakukan […]

    Bagikan
  • RSUD Sayidiman Magetan Rawat 6 Pasien Korban Akibat Petasan

    RSUD Sayidiman Magetan Rawat 6 Pasien Korban Akibat Petasan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Empat remaja korban ledakan petasan di Kabupaten Magetan kini kondisinya mulai membaik. Mereka menjalani perawatan intensif sejak dirujuk ke RSUD Sayidiman pada Sabtu (05/04/2025) lalu. Dari diagnose tim medis, keempatnya mengalami luka bakar sekitar 15 hingga 20 persen di bagian kaki, badan dan muka. “Kondisi saat ini sudah stabil. Untuk […]

    Bagikan
expand_less