Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP di Ponorogo, Ribuan Prajurit Mulai Masuk Juli 2026
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan percepatan pembangunan markas satuan baru TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam V/Brawijaya. Total lahan yang disiapkan mencapai sekitar 65 hektar.
Yonif TP merupakan satuan baru TNI AD yang memiliki fungsi ganda, yakni sebagai kekuatan tempur pertahanan wilayah sekaligus pelopor pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Satuan ini dibentuk sebagai kekuatan pertahanan terintegrasi yang juga berperan membantu penanggulangan bencana, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah binaannya.
Dalam keterangannya, Mayjen TNI Rudy Saladin menyebut pembangunan di Ponorogo merupakan bagian dari program pembangunan 17 Yonif Teritorial Tahap 4 di jajaran Kodam V/Brawijaya.
Menurutnya, pembangunan Yonif Teritorial sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Tahap pertama berada di Bangkalan dan Probolinggo, tahap kedua di Lamongan, Bojonegoro, dan Tulungagung, sedangkan tahap ketiga berada di Nganjuk, Tuban, Sumenep, dan Pacitan.
“Saya tadi dari Pacitan, di sana sudah masuk sekitar 600 pasukan,” ujar Rudy Saladin.
Ia menjelaskan, tahap awal pembangunan di Ponorogo difokuskan pada penyediaan empat barak konvensional beserta instalasi listrik dan air. Targetnya, sekitar 500 hingga 600 prajurit mulai masuk pada pertengahan Juli 2026.
“Kami minta kontraktor pengembang segera menyelesaikan empat barak dan akses jalan karena minggu kedua Juli pasukan sudah mulai masuk,” katanya.
Pangdam berharap proses penentuan lahan dapat berjalan lancar antara masyarakat, Perhutani, dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo agar pembangunan tahap awal segera dimulai.
“Harapannya proses penentuan lahan berjalan mulus. Masyarakat, Perhutani, dan Pemkab lancar. Tahap pertama kita siapkan barak,” ungkapnya.
Menurut Rudy Saladin, nantinya jumlah personel yang ditempatkan di Ponorogo akan mencapai lebih dari 1.000 prajurit. Namun untuk tahap awal, sekitar 500 hingga 600 personel terlebih dahulu akan masuk pada Juli mendatang.
“Pasukan kalau seluruhnya seribu lebih. Tapi tahap awal Juli nanti sekitar 500 sampai 600 orang,” katanya.
Pembangunan markas dan fasilitas pendukung disebut dilakukan secara bertahap dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga beberapa tahun ke depan.
“Targetnya selesai bertahap, bisa tahunan. Nanti ada penebalan tahap-tahap bergulir terus,” jelasnya.
Pangdam menilai keberadaan ratusan hingga ribuan prajurit nantinya akan memberikan dampak ekonomi besar bagi masyarakat sekitar. Dengan asumsi setiap prajurit menerima gaji sekitar Rp5 hingga Rp6 juta per bulan, maka perputaran uang di desa diperkirakan mencapai miliaran rupiah setiap bulan.
“Kalau ada 600 orang dengan gaji rata-rata Rp5 juta sampai Rp6 juta, berarti ada sekitar Rp3 miliar uang berputar di desa setiap bulan. Mereka pasti makan dan belanja kebutuhan di sini,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran Yonif TP dapat mendorong tumbuhnya warung, UMKM, hingga jasa masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Menurutnya, dampak serupa sudah terlihat di daerah lain seperti Tulungagung.
“Nanti dampak ekonomi bisa dilihat seperti apa,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





